Posts

Jurnal Komunikasi Produktif Hari ke-15

Image
Semakin hari, semakin mengusahakan diri untuk mengontrol dalam komunikasi. Sudah setengah bulan, menanantang diri untuk belajar bersama anak. Sambil membaca dan mengingat poin-poin di materi zona 1 yang belum dipraktikkan. Ketemu momen kemarin yang bisa dibuat belajar komunikasi hari ini. MasyaAllaah, tabarakallah. Temuan Pembelajaran Seperti biasa kalau mau ikut shalat, Hizbi akan berwudhu seperti pemahamannya. Berwudhu yang membuat sebagian bajunya basah. Kalau sudah begitu, tentu saya minta untuk ganti baju karena basahnya baju bisa menjadikan yang lainnya juga basah. Hizbi jelas tak mau dan protes. Berujung saya yang mengalah agar segera berangkat shalat juga. Saya mencoba untuk fokus pada solusi dan masa depan dalam komunikasi produktif. Saya ajak bicara sambil menatap Hizbi seusai berwudhu. Saya katakan bahwa berwudhu dengan sedikit menunduk agar baju tidak basah. Saya contohkan gerakan menunduk. Hizbi menirukan dan bilang, '"Oh gini ya."
Kemarin masih perlu diajak unt…

Jurnal Komunikasi Produktif Hari ke-14

Image
Biidznillah, interaksi sampai siang ini dengan Hizbi berjalan lancar. Sempat ada rengekan sedikit dan menurut saya masih taraf wajar. Sebetulnya ingin mengingatkan juga tentang kepemilikan dan kegunaan. Jadi sama-sama belajar lagi. Belajar mengomunikasikan keinginan dan belajar mengelola egonya. Saya sendiri juga belajar untuk menghargai keinginan dan menegosiasiakan hal yang bisa ditoleransi. Belajar komunikasi produktif ini secara tidak langsung juga memelajari critical thinking.
Temuan PembelajaranSebetulnya bisa ditandai dan diperhatikan waktu-waktu seperti apa Hizbi mulai minta perhatian lebih. Salah satunya sesaat bangun tidur. Seperti bangun tidur siang di kala adzan shalat Ashar. Masih selayaknya orang bangun tidur, inginnya bermalas-malasan dulu baru bangun betulan. Mungkin itu yang saya tangkap. Sore ini tak seramai kemarin. Jadi masih bisa diajak bercanda saat bangun. Tak merengek-rengek, tak ada teriakan, alhamdulillah tak mengundang emosi negatif. Meski Hizbi juga meminta ne…

Jurnal Komunikasi Produktif Hari ke-13

Image
Alhamdulillah semakin bertambahnya umur, insyaAllah perkembangan komunikasi Hizbi semakin baik. Tapi masih ada hal yang menjadi PR atau tanggungan untuk terus diperbaiki sambil introspeksi diri. Bisa jadi sikapnya saat ini karena meniru orang terdekat apalagi saya. Mengingat ada pepatah yang mengatakan, children see, children do.  Jadi mewek nih, kalau refleksi sikap, perkataan atau emosi selama ini. Semakin terus belajar hingga hari ke-13 ini, rasanya seperti nagih untuk introspeksi diri. Mencari momen komunikasi produktif bersama anak dan jadi jurnal perkembangan dirinya dan saya.
Poin PembelajaranHizbi terbangun saat adzan shalat Ashar. Sebetulnya, saya ada di sampingnya sampai adzan selesai. Tapi begitu mau beranjak, Hizbi merengek. Hizbi melarang saya untuk pergi. Saya katakan bahwa pergi untuk berwudhu sebentar dan buang air. Hizbi tetep pada pilihannya agar saya menemani. Baiklah, saya coba mempraktikkan komunikasi produktif untuk mengatakan apa yang kita inginkan bukan yang tak …

Jurnal Komunikasi Produktif Hari ke-12

Image
Kalau diamati dan menghayati dalam membersamai anak, insyaAllah banyak pembelajaran yang saya dapatkan. Idenya banyak dari setiap kebersamaan sama Hizbi tapi cari yang paling pas dan bisa untuk bahan introspeksi diri. Seperti hari ini, kalau tak fokus/mindfull, mungkin tak bisa ambil hikmah komunikasi bersama Hizbi. Alhamdulillaah, ini hari ke-12 untuk praktik bersama Hizbi. Sebetulnya agak menanti-nanti, momen apa yang klik sama materi di zona 1. Hingga akhirnya menemukan juga ide untuk ditulis hari ini. 
Temuan PembelajaranAlhamdulillah, Hizbi mempunyai rutinitas yang konsisten, seperti waktu siang untuk istirahat (tidur). Hizbi terbiasa tidur paling lambat jam 1 siang dan bangun saat adzan ashar. Biasanya menjelang tidur siang ada obrolan di antara kami. Siang ini, lumayan terjadi negosiasi atas permintaan Hizbi, latihan komunikasi produktif. Hizbi minta agar lampu menyala saat tidur. Tentulah, saya tolak permintaannya. Tapi dia merengek-rengek dan kondisi kipas angin di kamar juga …

Jurnal Komunikasi Produktif Hari ke-11

Image
Semalam sebetulnya agak deg-degan untuk mengawali hari ini. Tapi bismillah, minta pertolongan dan penjagaan Allah. Setelah kurang lebih 3 bulan, suami tak ke kantor, pagi ini ada jadwal konsultasi terkait thesis yang sedang dikerjakan. Jadi Hizbi akan mendapati Ayahnya tak ada di rumah.  Suami sudah katakan ke Hizbi sebelum tidur malam, kalau akan izin kerja. Awalnya Hizbi bilang mau ikut Ayah, tak mau ditinggal. Suami menjelaskan lagi dan jawaban Hizbi tetap sama, ingin ikut. Sampai entah, saling bicara apa hingga Hizbi lupa dan kami saling tertawa bersama.
Temuan PembelajaranTemuan komunikasi produktif yang terjadi hari ini, tentu saja saat Hizbi bertanya keberadaan Ayahnya. "Bunda, Ayah mana?" tanyanya.Sudah tak terhitung berapa kali dia menanyakannya. Ayahnya memang berangkat saat saya memandikan Hizbi. Berpamitan dengan saya tapi tidak langsung bicara pada Hizbi. Maafkan ya, Nak.  "Hizbi, ayah sudah berangkat kerja. Kan, tadi malam sudah bilang," saya katakan sep…

Jurnal Komunikasi Produktif Hari ke-10

Image
Belajar berkomunikasi ini, rasanya masih terus dibutuhkan. Butuh fokus/mindfull, butuh penghayatan/kesungguhan, butuh konsisten dan kesabaran. Hari ke sepuluh kali ini, membuatku banyak introspeksi. Jangankan anak, saya sendiri juga butuh terus diingatkan agar berkomunikasi produktif dengan sebaya, pasangan atau yang lebih tua. Temuan PembelajaranMenjelang siang tadi, saya dimintai tolong mertua untuk menjaga toko di depan rumah. Hizbi bermain bersama saudara sepupunya di dalam. Namun, sepertinya Hizbi bosan. Suami juga sedang sibuk di depan laptop. Terdengar samar suara Hizbi. Dari depan rumah, terdengar samar tapi ketika saya buka pintu, Hizbi berteriak memanggil. Suami bernada kesal mungkin karena terganggu. Hizbi juga cemberut wajahnya. Saya ajak saja Hizbi duduk berdua di belakang toko. "Hizbi sedih?" tanya saya. Hizbi hanya menggeleng. Saya tanya alasan dia berteriak. Hizbi menjawab kalau mencari bunda. Saya ingatkan kalau mencari Bunda, bisa tanya Ayah pakai suara bagus…

Jurnal Komunikasi Produktif Hari ke-9

Image
Hari ke sembilan untuk belajar kembali seni komunikasi produktif bersama anak. Membaca kembali materinya dan menelusuri poin mana yang sekiranya akan diterapkan. Ada satu momen tadi yang menjadi penemuan untuk belajar komunikasi dalam meyakinkan anak.
Temuan Pembelajaran Siang tadi, Hizbi kembali ikut shalat Jumat bersama suami. Perlengkapannya seperti biasa, baju, sarung dan peci. Usai shalat sesampainya di rumah, Hizbi meminta tolong untuk dibukakan kancing baju.  "Bunda, ini dibuka," pintanya. "Kalau mau dibuka, bilang apa?"  saya tanyakan. "Bunda, minta tolong buka bajunya," Hizbi mulai merajuk. "Iya, sini Bunda bantu sedikit tapi nanti Hizbi yang buka kancingnya," saya katakan seperti itu. "Nggak bisa lho," katanya. "Bisa. Hizbi bisa, ini lho tinggal ditarik," saya bilang sambil menunjuk. Hizbi mulai melanjutkan membuka kancing satu saja sambil menarik-narik "Hore, alhamdulillah Hizbi bisa kan," saya memuji untuk meyakin…