Adab Dulu, Ilmu Kemudian


Setelah pemanasan di praNHW#1, berarti selangkah lagi menjelang kelas matrikulasi dimulai. Sudah ada bu pengajarnya kah? Penyebutannya adalah fasilitator, namanya bu Anik Dwi Hariyani.

Beliau menyampaikan materi pembuka yang harus saya refresh dalam ingatan dan hati. Bukan hanya sekali saya menerima materi ini, lantas apakah saya merasa sudah paling tahu? Tentu tidak karena penyajian isi materinya berbeda dengan yang pernah saya dapatkan. Dan bisa jadi, pengulangan topik ini untuk pengingat bahwa ilmu bukan sekedar dipahami tapi diamalkan. *Jleb

Imam Malik pernah berkata kepada seorang pemuda Quraisy, "Pelajarilah adab sebelum ilmu." Sehingga materi pertama kelas matrikulasi IIP batch 7 ini tentang Adab Menuntut Ilmu.

Merasa sudah pernah mendapat materinya? Merasa sudah paham? Begitu melihat poin-poin penjelasannya yang sungguhlah gamblang, ternyata ilmu itu luas banget. Saya apalah apalah yang masih bertransformasi dan bermetamorfosis. 

Tapi sebagai pengikat ilmunya, ada baiknya untuk dipikirkan dalam bentuk tugas. Ya, ada tugas yang namanya Nice HomeWork. Nice banget, sampai mikirnya hampir sepekan. Berat menuliskannya, khawatir dengan pertanggungjawaban di akhirat nanti. Meski hanya sebuah tulisan. Tapi semoga ini menjadi salah satu doa untuk misi kehidupan jangka panjang.

  1. Tentukan jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan. 👉Ini berkaitan dengan minat, bakat, passion. Ada banyak hal yang ingin saya dipelajari, diminati tapi mungkin inilah saatnya membuat branding diri. Fokus pada satu hal yang insyaAllah menjadi pilihan selanjutnya dalam kemaslahatan. Bismillah. Saya ingin menekuni literasi. 
  2. Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut. 👉Alasan yang membuat jatuh hati dan memutuskan untuk memilih literasi karena tidak ingin orang lain seperti saya.  Banyak alasan untuk malas membaca, berakibat kurangnya wawasan pengetahuan. Apalagi zaman sekarang hampir semua serba instan. Termasuk bahan bacaan, hanya membaca cuplikan tulisan di internet sudah merasa paling tahu. Sediih. Ketika memang sudah dekat dengan buku, ingin berdekatan dengan membaca, berarti saatnya untuk membagikannya. Berbagi dalam bentuk tulisan dengan mengedapankan adab. Berharap bisa menjadi salah satu bekal usai di dunia. Karena saya menyadari keterbatasan dalam berbagi di hadapan banyak orang. Semoga ini bisa menjadi salah satu jalan kebaikan saya. Harapannya tentu saja ingin masyarakat melek literasi bukan hanya gawai.
  3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut. 👉Literasi yang merupakan kegiatan seputar membaca dan menulis, butuh konsistensi untuk bertahan. Strategi yang saya rencanakan adalah mencari sekumpulan orang yang memiliki visi sama untuk menggiatkan literasi. Berkumpul bersama mereka. Mengunjungi perpustakaan untuk meramaikan gerakan membaca. Bertanya pada orang yang mempunyai atau mendirikan rumah baca sendiri. Dan tentu saja berguru pada para penulis untuk belajar berbagi tulisan yang baik dan benar.
  4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut. 👉Sikap yang paling berdampak pada saya adalah konsisten. Saya harus konsisten meluangkan membaca dan menulis karena memang itu nyawa dari literasi. Belajar bersikap sabar dengan prosesnya, bersyukur berada di kemudahan yang mendukung literasi. Belajar tidak jumawa dan sok tahu karena membaca serta menuliskannya. Belajar untuk berprasangka baik pada kehidupan orang lain yang bisa didapat dari hikmah membaca.

Bismillah, semoga dimudahkan untuk bergerak dan mengamalkannya. Seperti value dari Komunitas Ibu Profesional, never stop running, the mission a life.

Comments