Cara Asyik Membangun Kebiasaan Menulis

Setiap orang biasanya punya aktivitas atau kegiatan yang menurutnya “aku banget.” Lalu apakah ada yang memilih kegiatan itu berupa menulis? Kalau kamu sudah memilihnya, selamat. Kamu sudah menjaga kewarasan pikiran untuk senantiasa mengasah daya nalar, kekuatan ingatan dan konsentrasi. Tapi kalau kamu merasa belum tertarik dengan menulis atau baru melihat ketertarikan  dalam dunia tulis menulis, selamat juga.  Semoga dengan membaca tulisan ini, semakin mencerahkan pandangan dan membuatmu ingin senantiasa mengabadikan momen melalui tulisan. Dan untukmu yang sudah membangun kecintaan di bidang kepenulisan, semoga coretan saya  ini menjadi sebuah sarana referesh diri agar lebih bersemangat menulis.


Menurut Stephen Guise, seorang penulis bestseller internasional, Menulis adalah cara yang menarik untuk mengeksplorasi pikiran. Ketika kamu menuangkan pikiran ke dalam tulisan, kamu dapat menganalisis pikiranmu secara lebih objektif dan belajar dari pikiranmu sendiri. Orang lain juga dapat belajar darinya.

Sudah kita ketahui bersama bahwa kegiatan menulis itu sangat dengan semua orang dalam profesi apa pun. Seperti pengusaha, karyawan IT, akuntan, trainer, desainer, mahasiswa, pendidik bahkan ibu rumah tangga ternyata membutuhkan ketrampilan menulis. Saya memulai menulis ketika berstatus sebagai mahasiswa tingkat dua, kurang lebih delapan tahun yang lalu. Ketertarikan itu berawal dari memiliki seorang teman yang hobi membaca, menulis di blog hingga menghasilkan karya berupa buku-buku antologi. Saya pun ingin sepertinya, hanya bermodalkan mengembalikan lagi semangat menulis yang pernah ada di zaman SMP, menulis diary.

Saya berpikir bahwa menulis harus membutuhkan media untuk menampung pikiran, sehingga saya buatlah sebuah blog. Ketika blog sudah jadi, berarti saya harus segera mengisinya dengan tulisan. Apa yang saya tulis? Random. Peristiwa apa yang terjadi hari itu, apa yang pernah saya rasakan bahkan quote menarik atau tulisan orang yang menurut saya menginspirasi, saya tempelkan di halaman blog untuk saya post ulang. Semangat itu masih terus ada karena saya bercerita dan bertemu dengan teman yang memiliki minat sama hingga kami membuat suatu perjanjian berupa challenge, minimal membuat postingan di blog seminggu sekali.

Kebiasaan itu berlanjut selepas kuliah, saat menjadi seorang pendidik. Menjalani status baru, semakin membuat fokus bahasan tulisan di blog, seputar pendidikan, pembelajaran, dunia anakatau pun dakwah. Sayangnya, semangat menulis di blog mulai menurun karena lebih banyak berkutat pada pekerjaan. Namun, saya sempat membuat rekam jejak bersama anak-anak dengan menulis manual di buku setiap hari. Dengan itu, saya bisa mengingat, merefresh atau membagikan pembelajaran menarik pada guru lainnya. Itu juga karena terinspirasi rekan guru yang sudah memulai terlebih dahulu.

Dan ketika status baru lainnya saya sandang, sebagai ibu rumah tangga yang (rasanya) memiliki banyak waktu luang, saya ingin  mengumpulkan memori menarik yang terserak ketika mendampingi anak didik sebagai pembelajaran kelak mendidik anak sendiri, syukur-syukur jika bisa bermanfaat juga untuk anak-anak lainnya.

Darimana semangat itu muncul? Lagi-lagi melihat teman yang asyik menuliskan pikirannya di media sosial.
Lalu, bagaimana caranya untuk tetap semangat membangun kebiasaan menulis itu?

Pertama, tanya pada diri sendiri niat dan tujuan menulis. Misalnya, saya ingin mengumpulkan opini pemikiran yang saya lalui menjadi sebuah buku agar bisa mengembangkan potensi diri di tahun 2018 ini.

Kedua, memulai menulis dengan hal-hal yang disukai atau dekat dengan kita. Menulis itu susah jika  tidak segera menulis. Apa yang ada di pikiran atau yang sudah dilakukan, bisa menjadi bahan tulisan menarik apalagi ditambah dengan referensi dan data yang akurat.

Ketiga, mencari sumber kekuatan menulis. Bisa dengan bergabung komunitas, mengikuti pelatihan menulis, lomba, mencari orang yang mempunyai minat sama. Itu bisa menjadi salah satu sarana keterikatan dalam menulis.

Cara lainnya mungkin dapat kamu temukan sendiri ketika sudah menikmati aliran semangat menulis yang membuat candu. Semoga tulisan saya bermanfaat dan selamat mencoba.

Comments