Posts

Showing posts from 2018

Memaksimalkan Anak Tetap Bersinar

Saya percaya, setiap anak yang dilahirkan dari rahim ibunya, Bagaimana pun kondisinya, dia adalah masterpiece karya agung Tuhannya, Sebab Allah Ta’ala, tidak pernah membuat produk-produk gagal. Hanya kesabaran orangtualah yang diuji. -Munif Chatib
Nasihat dari Munif Chatib, seorang konsultan dan trainer pendidikan, mengingatkan semua orang tua untuk bersyukur dengan segala kelebihan dan kekurangan anak. Adakah orang tua yang tidak senang dengan kelebihan anak? Dari pertama melihat parasnya, semakin besar menunjukkan akademis yang bagus dan lain sebagainya. Tapi bagaimana jika orang tua melihat ada kekurangan pada sang anak? Apakah akan mengutuk, menyesal atau membencinya? Biarkan naluri dan nalar sebagai orang tua yang menjawabnya. Melalui tulisan ini, semoga para orang tua dapat lebih bijak dalam menyikapi setiap kelebihan dan kekurangan anak karena mereka adalah bintang yang istimewa. Supaya bintang sang anak bersinar butuh interaksi dalam hal ini adalah komunikasi yang saling menguatkan…

Cara Asyik Membangun Kebiasaan Menulis

Image
Setiap orang biasanya punya aktivitas atau kegiatan yang menurutnya “aku banget.” Lalu apakah ada yang memilih kegiatan itu berupa menulis? Kalau kamu sudah memilihnya, selamat. Kamu sudah menjaga kewarasan pikiran untuk senantiasa mengasah daya nalar, kekuatan ingatan dan konsentrasi. Tapi kalau kamu merasa belum tertarik dengan menulis atau baru melihat ketertarikan  dalam dunia tulis menulis, selamat juga.  Semoga dengan membaca tulisan ini, semakin mencerahkan pandangan dan membuatmu ingin senantiasa mengabadikan momen melalui tulisan. Dan untukmu yang sudah membangun kecintaan di bidang kepenulisan, semoga coretan saya  ini menjadi sebuah sarana referesh diri agar lebih bersemangat menulis.

Menurut Stephen Guise, seorang penulis bestseller internasional, Menulis adalah cara yang menarik untuk mengeksplorasi pikiran. Ketika kamu menuangkan pikiran ke dalam tulisan, kamu dapat menganalisis pikiranmu secara lebih objektif dan belajar dari pikiranmu sendiri. Orang lain juga dapat bel…

Ujian untuk Anak atau Orang Tua

Hampir semua sekolah mengadakan ujian sebagai salah satu indikator nilai yang akan ditulis di raport. Begitu juga dengan sekolah tempat saya mengajar saat itu di Surabaya. Ujian akhir semester anak didik kelas satu yang dilakukan selama satu minggu, dipersiapkan dengan diberi soal-soal pengayaan dan pre test yang sesungguhnya memiliki kesamaan dengan soal ujian akhir. Dalam persiapannya, para guru juga senantiasa mengingatkan, melakukan briefing dan role playing pelaksanaan ujian. Selain itu, meminta kerja sama orang tua untuk memberi dukungan dan memastikan fisik putra putri mereka agar siap melaksanakan ujian.
Memasuki hari ketiga ujian yaitu matematika. Mata pelajaran yang katanya sulit dan dianggap sebagai momok bagi setiap anak. Sehingga menjelang ujian yang dilakukan setelah istirahat, anak-anak ada yang membuka buku, menulis atau sekedar bermain di dalam kelas saja. 
Begitu jam istirahat berakhir, anak-anak melakuan persiapan untuk mengerjakaan soal berhitung. Lima menit berla…

Jarak antara Kami

Image
Wonderful family menjadi harapan bagi setiap keluarga yang menjalani rumah tangga. Merangkai setiap bagian demi bagian rasa dari kehidupan untuk mempertahankan kekokohan keluarga baik secara fisik atau batin. Berawal dari menjalin interaksi bersama yang sehat antara suami dan istri, hingga sang anak dapat merasakan nikmatnya berkomunikasi dengan orang tua. Tapi bagaimana dengan pasangan suami istri yang tidak tinggal bersama dalam berumahtangga? Ada jarak pemisah fisik di antara keduanya selama beberapa waktu, bukan karena suatu konflik. Hal itu sering disebut dengan Long Distance Marriage (LDM).
Istilah lain LDM yang digunakan Rhodes (2002) yaitu dual career dual residence (DCDR), didefinisikan sebagai individu-individu yang menikah, dengan atau tanpa anak, yang suka rela mempertahankan kelangsungan hidup pada dua tempat yang berjauhan, dengan maksud untuk mempertahankan pernikahan dan keduanya berkomitmen terhadap karir mereka.



Dari awal menikah, sudah merasakan LDM ketika kami bera…

Maksimalkan Perhatian Positif, Minimalkan Perhatian Negatif

Jam pelajaran sudah usai tapi saat itu saya masih belum beranjak dari kelas. Membereskan segala pernak pernik dokumen di meja sambil menemani anak-anak melakukan piket sepulang sekolah. Tiba-tiba seorang siswa yang piket memberitahu bahwa ada seseorang yang mencari saya. Ketika melihat sosoknya membuat saya berpikir antara yakin dan tidak yakin, ini wali murid siapa karena belum pernah bertatap muka sebelumnya. Ternyata itu adalah wali murid dari Inats yang mengadu kesal kalau sang anak belum mau pulang. Wali murid (pengasuh) mengenalkan dirinya bernama Rahma.
Seketika saya berpikir, “Lha kenapa kok nggak dibujuk sendiri kan dekat sama Mbaknya, setiap hari bertemu.”
Sambil mencari si anak, saya pun bertemu guru lain mengadukan hal yang sama bahwa Inats belum mau pulang meskipun sudah dijemput, malah terkesan menghindar. Saya masih bertanya-tanya dalam hati, apa yang terjadi dengannya karena tidak biasanya seperti ini.
Melihat Inats di sudut suatu tempat yang masih asyik membuka-buka hal…

Coaching, Komunikasi yang Mencerahkan

Image
Adit menunggu Mama yang sedang berdiskusi tugas dengan temannya, namanya Tante Melati. Ketika dilanda bosan karena lama, dia memilih untuk mengamati jalanan dari balik jendela kamar diskusi. Tante Melati yang melihat kejadian itu mendekat pada Adit dan menawarkannya untuk menggambar. Dengan menyodorkan lembaran kosong, Tante Melati memulai dialog dengan bertanya, “Apa yang mau digambar Adit?” “Gambar sepeda,” jawab Adit. “Tapi boleh minta tolong gambarkan sepeda? Aku nggak bisa gambarnya,” lanjutnya. “Oke, kalau mau gambar sepeda, itu rodanya ada berapa?” tanya Tante Melati menerima tawaran menggambar dari Adit. Adit menjawab dengan menceritakan keinginan yang dibayangkannya yaitu sepeda beroda banyak. Tante Melati yang menuruti keinginan Adit menggambarkan mobil. Dari gambar mobil itu, Adit meminta digambarkan dengan pintu mobil yang bisa dibuka dari atas. Sambil menggambar, Tante Melati masih kembali bertanya, “Kalau pintunya ada di atas, bagaimana cara naiknya?” ***

Masih berlanjut perca…

Tegur Sikapnya, Hargai Pribadinya

Setiap anak yang dilahirkan dari rahim ibunya adalah penciptaan terbaik dari Allah, mereka membawa fitrah yang baik. Tugas orang adalah menjaga fitrah dan potensinya agar tetap baik bahkan berkembang dan meningkat supaya anak menjadi pribadi yang juga bermanfat bagi orang lain, selain diri sendiri.
Allah Ta’ala berfirman, Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik penciptaan.(QS At-Tin ayat 5)
Allah sudah menyatakan dalam ayat di atas bahwa menciptakan manusia dengan sebaik-baik penciptaan. Lalu bagaimana supaya orang tua bisa menjaga amanah Allah? Bagaimana supaya fitrah dan potensi baik anak tetap terjaga?
Banyak sekali tugas orang tua, secara kasat mata terlihat berat. Ya bagaimana tidak berat, karena balasannya adalah surga dan kelak merekalah yang akan mengaliri pahala amal jariyah insya Allah. Rasulullah Nabi Muhammad bersabda –sebagaimana yang diriwayatkan oleh Muslim- “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): se…

Teguran Satu Menit

Image
Dalam mendidik anak, ada hal penting yang harus senantiasa dilakukan agar terjadi chemistry dengan orang tua, apa itu? Komunikasi. Menurut sebuah survey yang ditulis di situs dictio.id tentang seberapa penting komunikasi dua arah dalam komunikasi bisnis, ditemukan bahwa 64% responden (yang merupakan bawahan) mengharapkan komunikasi dan umpan balik yang baik dari atasan mereka. Komunikasi di bidang bisnis saja seperti itu terlebih komunikasi dua arah antara orang tua dan anak yang saling mempunyai keterikatan atau hubungan darah dengan interaksi setiap harinya.
Namun terkadangdalam berinteraksi ada kesalahpahaman penyampaian dan penerimaan antara orang tua dan anak. Misalkan saja ketika anak melakukan kesalahan, apa yang dilakukan orang tua? Beberapa orang tua (saya termasuk di dalamnya) mungkin memilih mengomel, menasehati atau bahkan menjadi hakim yang memutuskan konsekuensi dari kesalahan anak.



Sebagai umat Islam, ketika ada permasalahan diminta untuk merujuk kembali kepada Al Qur’an …

Membentuk Kepribadian melalui Prasangka

Adanya buah hati mengubah status suami istri naik kelas menjadi ayah bunda. Kehadirannya tentu membawa kebahagiaan tersendiri di dalam sebuah keluarga kecil. Tapi di satu sisi ada kekhawatiran dalam tanggung jawab mendidiknya, anak-anak yang akan menghadapi akhir zaman nanti. Sudah siapkah sebagai orang tua meluangkan waktu untuk menemani setiap tumbuh kembangnya?
Terasa berat memang, tapi setiap orang tua wajib meyakinkan diri bahwa siap dan sanggup untuk mendidik anak dengan hati bahagia. Bukankah Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Seperti di dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari no.6970, dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah Nabi Muhammad bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai prasangka hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingatku saat sendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingatku di suatu kumpulan. Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih daripada itu (kumpulan malaikat).”
Lalu bagaimana ya supaya prasangka ba…

Membandingkan Komentar Positif dan Negatif

Komunikasi menjadi salah satu hal penting dalam pengasuhan anak. Banyak yang mengatakan bahwa komunikasi bukan hanya ketika sudah lahir tapi semenjak di dalam kandungan, setiap orang tua dapat mulai berinteraksi secara verbal kepada janin. Lalu sebagai orang tua pasti berharap, ucapannya segera dipahami dan mudah diterima sang anak, betul atau betul?
Tapi sebagai anak-anak, apakah perkataan orang tua akan langsung diterima dan dikerjakan? Bahwa ternyata, terkadang penerimaan anak tidak semudah orang tua mengeluarkan kata-kata. Semisal orang tua meminta tolong atau mengatakan sesuatu tapi si anak melengos, menunda atau bahkan menolak secara langsung. Bagaimana rasanya sebagai orang tua? Kalau saya agak gemas ya dan mulai merasakan ada perubahan hormon dalam tubuh.
Lalu kira-kira komunikasi seperti apa yang akan berpengaruh untuk menanamkan nilai-nilai postif kepada anak? Mari kita cek di dalam Al Qur’an. Ada enam cara berkomunikasi yang dijelaskan di dalamnya, antara lain: 1.Qaulan sadid…