Saturday, 14 November 2015

Tetangga Masa Gitu

"Tempatkanlah mereka (para istri) dimana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu . . " [QS. 65:6]

Setelah menikah, ada baiknya untuk tinggal tidak satu atap dengan orang tua jika kondisi memungkinkan, meskipun hanya berjarak satu atau dua rumah saja. Karena dari atap yang berbeda itulah, semakin memberikan banyak pelajaran tersendiri untuk suatu pasangan baru.

Saya pun mengalami itu. Berada satu atap berdua dengan suami saja, di lingkungan yang baru, di kota yang baru, di rumah yang baru (baru dikontrak maksudnya). Alhamdulillah lingkungannya cukup kondusif karena perumahan ini sebelahan tembok dengan pondok gontor 2. Perumahan ini bersifat cluster, hanya satu gerbang untuk keluar masuk perumahan, tembok pembatas antar tetangga juga tidak tinggi dan para tetangga ramaah sekali (walapun belum mengenal lebih dekat) atau mungkin karena memang sifat alamiah orang Indonesia dengan adab ketimuran, jadi setiap berpapasan dengan tetangga meskipun tidak dikenal tetap bersedekah senyuman :))

Di dalam satu lingkungan tersebut, tetangga kanan kiri depan belakang merupakan saudara paling dekat kan, otomatis harus berbaik-baik dengan mereka dan tetangga yang lainnya juga.

Namun saya dan tiap manusia lainnya punya keterbatasan sifat yang terkadang secara langsung ataupun tidak akan terlihat oleh orang lain saat berinteraksi. Interaksi yang paling dekat selain keluarga adalah tetangga hingga secara tidak sadar akan muncul celetukan "tetangga masa' gitu .."

Sebagai orang baru atau anak kemarin sore, saya bersikap manis saja dengan belajar membaca keadaan para tetangga. Rata-rata para keluarga di sini merupakan pekerja, sepertinya yang menjadi ibu rumah tangga bisa dihitung di perumahan ini. Tapi salutnya para ibu masih menyempatkan waktu sebulan sekali untuk pengajian di musholla dan di lain waktu juga ada arisan. Hebat ya para ibu itu *.*

Menurut saya yang penting dalam hidup bersosial adalah komunikasi dan sikap dewasa antar tetangga supaya tidak terjadi miss communication dan hidup damai rukun sentosa sejahtera.

No comments:

Post a Comment