Monday, 6 July 2015

Hari Pertama

Dimana pun kaki tiap umat-Nya berpijak, terbersit kerinduan dalam menanti datangnya bulan penuh keberkahan dari sebelas bulan yang lainnya. Nama bulan itu sering disebut-sebut supaya kita bergegas untuk menyambut kehadirannya dan berharap bulan itu tidak berlalu begitu saja tanpa adanya sambutan yang berarti dari kita. Penantian kerinduan itu akan disambut hampir setiap umat dengan suka cita yang tentunya masing-masing pribadi mempunyai caranya sendiri :)

Hm, saya sih tidak membahas bagaimana cara menyambut bulan itu• (baca: Ramadhan). Karena pasti broadcast WA, BBM, line dan social media lainnya sudah membahas bagaimana persiapan untuk menghidupkan bulan Ramadhan, bagaimana supaya mendapatkan keberkahan Ramadhan, bagaimana tips memilah makanan untuk sahur atau berbuka, referensi masjid yang enak utk tarawih atau i'tikaf dan lain sebagainya. Pasti itu sudah memenuhi alam bawah sadar kita masing-masing.

Dan kerinduan yang seakan berlipat-lipat ini pula yang saya rasakan berbeda dari tahun sebelumnya. Tahun pertama ramadhan bersama suami, meskipun tidak sejak hari pertama. Tahun terakhir bersama murid kesayangan SDIT Al Uswah untuk menemani kebersamaan sejak hari pertama di bulan ramadhan.

Semoga kita menjadi pribadi yang senantiasa memperbarui niat dalam beribadah di bulan ramadhan. Karena murid kesayangan saja, masih dalam taraf pemahaman bahwa puasa menahan lapar, haus dan amarah. Kalo tidak bisa menahan amarah/hawa nafsu, ya batal puasanya. Simple kan, menahan hawa nafsu. Karena tingkat pemahaman kita sudah berbeda, tentu hawa nafsunya bukan cuma amarah lah. Masih banyak hawa nafsu lain yang kita sendiri sudah malah mungkin sudah hafal jenis-jenisnya, eh. Pandai-pandainya kita menghindari sang penggoda hawa nafsu supaya kita tidak terpeleset atau malah terjatuh. Siapa yang paham level kelemahan diri kecuali diri sendiri.

#ramadhan hari pertama

No comments:

Post a Comment