Tuesday, 7 July 2015

Target

Ini baru hari kedua, berarti masih ada 28 hari lagi untuk berpuasa seharian penuh. Apakah masih sanggup meneruskannya?

Ah iya, jadi inget murid-murid kesayangan kalau hari ini mereka juga masuk sekolah di pondok ramadhan hari kedua. Hebat kan, tidak libur pada permulaan puasa. Ketika ditanya, siapa yang tadi malam sahur dan juga ikut shalat subuh, wih 90% yang mengangkat tangannya. Mereka juga tidak ingin lewatkan momen menahan hawa nafsu sampai hari ke-30 bulan ramadhan. Mereka tidak ingin membiarkan malam-malam ramadhan sepi tanpa ibadah sunnah tarawih. Kotak amal yang terpampang di depan mereka juga tidak ingin dibiarkan lalu begitu saja. Bibir-bibir mereka tidak hanya mengeluarkan kata-kata manis manja kepada orang tua tetapi juga pelafalan kalimat-kalimat yang ada di Al Quran. Mereka sudah memasang target yang harus mereka capai di bulan yang penuh berkah ini. Secara kualitas, memang masih jauh di bawah standar orang dewasa tapi mereka sudah mempunyai gambaran bagaimana menghabiskan hari-hari di bulan ramadhan tidak hanya diisi dengan berbaring saja di tempat tidur.

Bagaimana dengan target ramadhan kita? Secara kuantitas pula, kita pasti bisa melampaui sangat jauh dari contoh target murid-murid kesayangan saya. Dan kita sendiri yang bisa menentukan kualitas segala tindakan berdasarkan niat yang kita kerjakan. Jika kita membayangkan bahwa ini ramadhan terakhir kita, tentu kita tidak akan melewatkan momen istimewa di bulan yang istimewa ini juga kan.
#ramadhan hari kedua

Monday, 6 July 2015

Hari Pertama

Dimana pun kaki tiap umat-Nya berpijak, terbersit kerinduan dalam menanti datangnya bulan penuh keberkahan dari sebelas bulan yang lainnya. Nama bulan itu sering disebut-sebut supaya kita bergegas untuk menyambut kehadirannya dan berharap bulan itu tidak berlalu begitu saja tanpa adanya sambutan yang berarti dari kita. Penantian kerinduan itu akan disambut hampir setiap umat dengan suka cita yang tentunya masing-masing pribadi mempunyai caranya sendiri :)

Hm, saya sih tidak membahas bagaimana cara menyambut bulan itu• (baca: Ramadhan). Karena pasti broadcast WA, BBM, line dan social media lainnya sudah membahas bagaimana persiapan untuk menghidupkan bulan Ramadhan, bagaimana supaya mendapatkan keberkahan Ramadhan, bagaimana tips memilah makanan untuk sahur atau berbuka, referensi masjid yang enak utk tarawih atau i'tikaf dan lain sebagainya. Pasti itu sudah memenuhi alam bawah sadar kita masing-masing.

Dan kerinduan yang seakan berlipat-lipat ini pula yang saya rasakan berbeda dari tahun sebelumnya. Tahun pertama ramadhan bersama suami, meskipun tidak sejak hari pertama. Tahun terakhir bersama murid kesayangan SDIT Al Uswah untuk menemani kebersamaan sejak hari pertama di bulan ramadhan.

Semoga kita menjadi pribadi yang senantiasa memperbarui niat dalam beribadah di bulan ramadhan. Karena murid kesayangan saja, masih dalam taraf pemahaman bahwa puasa menahan lapar, haus dan amarah. Kalo tidak bisa menahan amarah/hawa nafsu, ya batal puasanya. Simple kan, menahan hawa nafsu. Karena tingkat pemahaman kita sudah berbeda, tentu hawa nafsunya bukan cuma amarah lah. Masih banyak hawa nafsu lain yang kita sendiri sudah malah mungkin sudah hafal jenis-jenisnya, eh. Pandai-pandainya kita menghindari sang penggoda hawa nafsu supaya kita tidak terpeleset atau malah terjatuh. Siapa yang paham level kelemahan diri kecuali diri sendiri.

#ramadhan hari pertama