Saturday, 28 February 2015

Waktu

QS 30:21. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.

QS 30:22. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.

QS 30:23. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya.  Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.

QS 30:24. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan air hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya.

QS 30:25. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan iradah-Nya.  Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kamu keluar (dari kubur).

QS 30:26. Dan kepunyaan-Nyalah siapa saja yang ada di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk.

QS Ar Rum ayat 21-26 menjelaskan secara gamblang tentang berjalannya waktu siang dan malam, langit dan bumi serta hikmah penciptaan manusia dan sesudahnya.
#H-76
langit

Tahfidh Kelas Ekonomi

Masih di halaman yang sama seperti pekan lalu dan mengeja huruf-huruf arab yang sama. Terus mengeja, kemudian diulang. Bertahan hingga beberapa menit atau bahkan hitungan detik dan langsung mengakhiri begitu saja. Sepertinya mata ini sudah tidak tahan, pikiran ini sudah tidak fokus, bibir ini sudah kelu untuk mengeluarkan suara.

Dalam situasi berbeda, sangat menggebu memotivasi yang lain untuk senantiasa berinteraksi dengan huruf-huruf arab tersebut. Melafalkan dengan lancar rangkaian huruf-huruf arab yang begitu-begitu saja. Namun merasa sudah lebih dari cukup. 

"Untuk dapat menghafal, syaratnya hanya satu yaitu meluangkan banyak waktu untuk menghafal. Selain muraja'ah/mengulang-ulang ayat juga harus setor tambah ayat supaya hafalan terus bertambah. Terlebih lagi, ada fasilitas para asatidz yang sudah menjadi hafidhz/ah." (Ust. Moh Baidum Makenun)

Apalagi memotivasi murid-murid supaya memiliki hafalan yang banyak dan bagus tapi para Ustadz/ah masih lemes. *talktomyself *hammer

Hari ini pun saya berada dalam gerbong tahfidh kelas ekonomi. Dan dengan adanya agenda tadi pagi insyaAllah menambah semangat untuk senantiasa membasahi lisan ini dengan mengulang-ulang firman-firman Allah.

Masih banyak cara lain untuk menyenangi hafalan Al Qur'an. Terlebih cara belajar setiap orang berbeda karakter jika dilihat dari segi auditori, visual atau kinestetis. Karena yang paling utama hanyalah mengulang dan mengulang dalam ke-istiqomah-an. 

Ulang-ulangilah al-Qur’an. Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh al-Qur’an itu lebih mudah lepas daripada seekor unta yang lepas dari talinya.”
Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 5033 dalam kitab Fadha’il al-Qur’an, bab (22), dan diriwayatkan Muslim, no. 791 dalam kitab Shalat orang yang bepergian dan qasharnya, bab (23) dari hadits Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu.
Al Qur'an terjemah

Thursday, 26 February 2015

Random Ayat

Dan tahukah kamu apakah Hari Pembalasan itu?
Sekali lagi, tahukah kamu apakah Hari Pembalasan itu?
(Yaitu) pada hari (ketika) seseorang sama sekali tidak berdaya (menolong) orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.
 
Q.S Al Infithar : 17 - 19

Sunday, 1 February 2015

Bergerak

"Ustadzah, Anshari gerak-gerak terus nggak mau diam padahal kan sudah aku ingatkan.."
 Celoteh siswi yang berkesempatan menjadi pemimpin kelompok pekan itu.

"Ustadzah.. mau .. ijin minum .."
Sambil meringis manis si tertuduh memberikan argumen dengan berdiri.

Si Anshari sebagai siswa tertuduh sudah menunjukkan geliat ingin istirahat dengan bergerak-gerak tidak tentu karena kemungkinan capek duduk mendengar sang guru yang asyik bercerita di depan kelas.

Bergerak yang merupakan kata kerja suatu obyek. Anak kecil sedang asyik mengeksplorasi masa percobaan segala gerakan yang bisa dilakukan. Selama Allah swt memberikan anugerah pada anak tersebut secara sempurna.

Setiap makhluk dikatakan hidup jika bergerak. Bagaimana pergerakan kita setiap harinya. Tahun baru masehi telah berlalu sebulan yang lalu, apakah gerak kita sudah menghasilkan perubahan hidup yang positif dari tahun sebelumnya. Kembali memeriksa dalam diri apakah ada tekad yang kurang tepat di awal resolusi sehingga setiap pergerakan yang dilakukan terasa produktif atau tidak.

Detik, yang berubah menjadi menit, ditambahkan lagi hingga jam, hari, bulan trimester, semester, tahun dan seterusnya. Waktu juga akan terus bergerak, menemani atau bahkan meninggalkan ketidakpastian gerak yang dilakukan dalam hidup. Kira-kira sudah berapa banyak gerakan yang dilakukan? Ah mungkin terlalu fokus dengan gerakan fisik yang nampak kasat mata sehingga sering tidak sadar bahwa di dalam organ tubuh ada banyak sekali gerakan teratur yang diatur oleh Sang Maha Pengatur. Jika Allah swt menghentikan satu gerakan orang dalam tubuh, Astaghfirullah,.

Apakah bekal untuk menghadap kepada-Nya sudah dipersiapkan dengan baik?
Apakah syukur kepada-Nya sudah senantiasa diagungkan dalam tiap waktu?
Apakah kekhilafan dalam bergerak sudah sering disadari?

"Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain)" QS. Al Insyirah:7.