Saturday, 3 January 2015

Catatan Kecil Tafsir Al Insyirah

Catatan tafsir ini saya buat ketika mengikuti Majelis Jejak Nabi yang sudah saya rindukan (*.*), akhirnya bisa datang juga sambil mengajak pasukan binaan ke Masjid Al Falah Surabaya. Mendengarkan taujih rabbani yang menyejukan dari Ust. Salim A. Fillah. Alhamdulillah~

Tapi tidak saya ikuti sampai selesai karena binaan pada minta pulang sekitar jam setengah sembilan, saya pun mengiyakan karena saya sendiri mulai kehilangan fokus dan sadar bahwa sabtu masih masuk jam 7 --

Surat Al Insyirah merupakan salah satu surat Makkiyah, surat ke 94 dan memiliki arti kelapangan.

1. أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ
Bukankah Kami telah melapangkan dadamu?
>> Meskipun dunia ini sempit namun jika dada terasa lapang, tidak akan menjadi masalah. Jika dunia yang sempit ini juga semakin membuat hati ini sempit, merasa begitu banyak cobaan dalam hidup maka bisa jadi karena dosa-dosa yang telah dilakukan sebelumnya sehingga solusi untuk mengurangi rasa beban itu adalah dengan melapangkan dada terlebih dahulu. Segala dosa yang pernah dilakukan ketika dulu akan memberikan rasa takut saat ini, tentu saja dada terasa sempit. Dan dijelaskan dalam QS. Al An'am:125, melapangkan dada dengan berserah diri kepada Allah SWT. Dada yang lapang itu mencoba untuk ridha (ridha pada ketetapan Allah, ridha pada pemberian Allah, ridha pada aturan Allah) dan qana'ah kepada Allah. 

2. وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ
dan Kami pun telah menurunkan bebanmu darimu
>> Dalam QS. Al Fath (saya tidak fokus, ayat berapa --) yang intinya adalah supaya Allah memberi ampunan padamu terhadap dosa yang lalu dan akan datang.
Beban yang diturunkan Allah kepada Rasul Muhammad SAW:
1) Ketika melakukan dosa (tapi Allah mengangkat dosanya karena telah dijaminkan bahwa Allah mengampuni beliau)
2) Untuk menyampaikan risalah dan Allah yang menghendaki datangnya hidayah tersebut insyaAllah
3) Turunnya adzab pada umat. Allah tidak akan membinasakan suatu umat jika Rasul masih bersama kaum tersebut dan kaum tersebut masih memohon ampun

3. الَّذِي أَنقَضَ ظَهْرَكَ
yang memberatkan punggungmu
>> Beban yang sudah disebutkan di ayat 2 dan beban itu membuat beliau berubah

4. وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ
dan Kami tinggikan sebutan (nama)mu bagimu
>> Sebutan untuk Nabi Muhammad saw ditinggikan karena:
1) Allah tidak mencukupkan hanya dengan kalimat La ila illallahu saja tapi digenapkan dengan shalawat Nabi Muhammad
2) Belum sah menggugurkan rukun khutbah tanpa shalawat
3) Nabi Muhammad saw itu terpuji 

5. فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا 
Maka sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan
>> Insya Allah tidak ada kesulitan yang bisa mengalahkan dua kemudahan. Jika dimisalkan bahwa kesulitan masuk dalam sebuah lubang maka Allah memasukkan kemudahan untuk membuat kesulitan itu keluar

6. إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan

7. فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ
Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras untuk (urusan yang lain)

8. وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ
dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap

Silahkan menambahkan jika ada tambahan :)
- 19 Desember 2014