Thursday, 23 October 2014

Prinsip

Setiap orang mempunyai perjalanan hidup yang berbeda, unik dan menginspirasi jika kita melihat dari tiap sudut pandang yang tak sama. Tentu melalui proses berhijrah, apakah berhijrah ke arah yang lebih baik atau malah mundur selangkah dari sifat baik. Seiring dengan berkurangnya umur kita di dunia ini, pasti semakin mudah membedakan serta memilih suatu hal yang benar menurut aturan agama atau kurang benar.

Kau sudah mengalami beragam proses itu terlebih dulu daripada aku, meskipun umurmu lebih muda dariku. Tapi rasa ingin tahumu yang super besar, membuatmu mengeksplorasi setiap pengetahuan yang kau dapatkan. Itu semua, terccermin dari keseharianmu di rumah. 

Dulu, aku menganggap itu adalah suatu hal yang wajar jika kau menemui tamu tanpa harus menggunakan celana panjang. Hingga terucap kata dari mulutku, "Pakai celana pendek gak masalah kan, sesama lelaki aja kok."

Dan dari hari ke hari pun kau tetap melakukan hal yang sama, menemui tamu dengan memakai celana panjang tanpa menghiraukan selingan kata-kataku itu. Aku hanya menganggap bahwa kau menjaga kesopanan terhadap tamu dan faktor kebiasaan sehari-hari. Aku belum begitu memahami aurat menurut definisimu. Karena kau sendiri bukan tipe orang yang suka menjelaskan secara detail padaku. Huh :p

Seiring dengan intensnya aktivitas melingkarku ditambah ilmu dari kajian sedikit memberikan jawaban atas sikap yang kau lakukan jika di rumah. Dan hal tersebut sekarang beralih padaku. Jika awalnya aku hanya sekedar menutup rambut saja jika ada tamu yang datang tanpa memandang penting untuk menutup lengan jika kaos yang aku kenakan pendek bahkan berpikiran untuk selalu mengenakan rok di rumah saja, tidak terpikirkan.

"Langsung, dijlilbakan aja tidak perlu pakai rok kan tidak jadi masalah."

"Deket sini aja kok, nggak perlu pakai kaos kaki lah."

Berbagai lontaran dari Ibu cukup mengingatkanku atas sikap yang dulu pernah kulakukan pada adikku. Allah memberiku pelajaran berharga tentang memegang teguh suatu prinsip menutup aurat tersebut dengan kejadian yang tidak jauh berbeda ketika aku melakukannya dulu.

Terasa ribet jika memang harus dirasakan tapi pembiasaan prinsip itu luar biasa insyaAllah. Dan Allah pun memerintahkann untuk menutup aurat serta berpakaian tanpa meniru suatu kaum (laki-laki) jika memakai celana.

No comments:

Post a Comment