Sunday, 26 October 2014

Komunikasi Orang Tua dan Guru

"Ustadzah, anak saya tadi bagaimana di sekolah?"

Ada tipe anak yang kurang suka bercerita tentang segala hal di sekolah, meskipun orang tua tidak pernah bosan untuk ingin tahu kegiatan seharian nanda di sekolah. Dan orang tua yang tak pernah lelah itu aktif bertanya kepada gurunya agar informasi yang didapat di sekolah tidak putus ketika mereka akan menghabiskan sisa tenaganya di rumah.

Menjadi orang tua yang aktif memang tidaklah mudah jika memiliki banyak pekerjaan di luar sana yang masih terbayang sesampai di kamar tidur sekalipun. Orang tua yang senantiasa bertanya. secara tidak langsung akan sedikit memaksakan anak untuk bercerita hal penting yang direkam ke dalam otaknya terlebih hal penting yang melibatkan orang tua mereka. 

Guru juga memiliki PR besar untuk senantiasa mengomunikasikan terkait perkembangan nanda di sekolah bukan hanya pengumuman yang bersifat formalitas saja. Sikap seperti itu mungkin kurang bisa diterapkan jika di sekolah negeri pada umumnya dan sekolah swasta lebih fleksibel dalam mengatur hubungan komunikasi antara orang tua dan guru. Mungkin terfasilitasi buku penghubung antara orang tua dan guru, akan semakin mempermudah. Terlebih anak usia dini yang sangat membutuhkan peran orang tua dan guru agar setiap perkembangannya selaras dan semakin baik.

Adanya agenda khusus antara orang tua dan guru (selain penerimaan raport) juga semakin memperkuat kepercayaan pendidikan anak di sekolah maupun di rumah. Karena sedikit kesalahan dalam komunikasi baik dari sisi guru maupun orang tuanya akan sangat berpengaruh dalam menyalurkan segala informasi penting kedua belah pihak.

Thursday, 23 October 2014

Prinsip

Setiap orang mempunyai perjalanan hidup yang berbeda, unik dan menginspirasi jika kita melihat dari tiap sudut pandang yang tak sama. Tentu melalui proses berhijrah, apakah berhijrah ke arah yang lebih baik atau malah mundur selangkah dari sifat baik. Seiring dengan berkurangnya umur kita di dunia ini, pasti semakin mudah membedakan serta memilih suatu hal yang benar menurut aturan agama atau kurang benar.

Kau sudah mengalami beragam proses itu terlebih dulu daripada aku, meskipun umurmu lebih muda dariku. Tapi rasa ingin tahumu yang super besar, membuatmu mengeksplorasi setiap pengetahuan yang kau dapatkan. Itu semua, terccermin dari keseharianmu di rumah. 

Dulu, aku menganggap itu adalah suatu hal yang wajar jika kau menemui tamu tanpa harus menggunakan celana panjang. Hingga terucap kata dari mulutku, "Pakai celana pendek gak masalah kan, sesama lelaki aja kok."

Dan dari hari ke hari pun kau tetap melakukan hal yang sama, menemui tamu dengan memakai celana panjang tanpa menghiraukan selingan kata-kataku itu. Aku hanya menganggap bahwa kau menjaga kesopanan terhadap tamu dan faktor kebiasaan sehari-hari. Aku belum begitu memahami aurat menurut definisimu. Karena kau sendiri bukan tipe orang yang suka menjelaskan secara detail padaku. Huh :p

Seiring dengan intensnya aktivitas melingkarku ditambah ilmu dari kajian sedikit memberikan jawaban atas sikap yang kau lakukan jika di rumah. Dan hal tersebut sekarang beralih padaku. Jika awalnya aku hanya sekedar menutup rambut saja jika ada tamu yang datang tanpa memandang penting untuk menutup lengan jika kaos yang aku kenakan pendek bahkan berpikiran untuk selalu mengenakan rok di rumah saja, tidak terpikirkan.

"Langsung, dijlilbakan aja tidak perlu pakai rok kan tidak jadi masalah."

"Deket sini aja kok, nggak perlu pakai kaos kaki lah."

Berbagai lontaran dari Ibu cukup mengingatkanku atas sikap yang dulu pernah kulakukan pada adikku. Allah memberiku pelajaran berharga tentang memegang teguh suatu prinsip menutup aurat tersebut dengan kejadian yang tidak jauh berbeda ketika aku melakukannya dulu.

Terasa ribet jika memang harus dirasakan tapi pembiasaan prinsip itu luar biasa insyaAllah. Dan Allah pun memerintahkann untuk menutup aurat serta berpakaian tanpa meniru suatu kaum (laki-laki) jika memakai celana.

Tuesday, 7 October 2014

Tafsir An Naba' Ayat 1-10

Sedikit catatan yang berbekas di notes saya ketika Jalasah Ruhiy di Musholla SDIT Al Uswah Surabaya, tentang tafsir An Naba' dari Ibnu Katsir.

Surat An Naba' termasuk dalam surat Makiyah yang sebagian besar membahas mengenai aqidah.

# Ayat 1 ~ Allah mengingkari kaum musyrik yang tidak percaya hari kiamat. Kaum musyrik itu tegak di atas kekufuran. Mereka yang menganggap bahwa hari kiamat tidak bisa dirasionalkan serta menganggap hari kiamat itu tidak ada. Padahal jika kita menganggap sesuatu itu ada bukan berarti harus bisa terlihat secara fisik, misalkan saja kita menganggap angin itu ada karena kita bisa merasakannya. Jadi angin itu ada kan?

#Ayat 2 ~ Bahwa hari kiamat merupakan info yang mengejutkan dan orang bertaqwa percaya adanya hari kiamat.

#Ayat 3 ~ Keberadaan dan datangnya hari kiamat menjadikan mereka berselisih pendapat.

# Ayat 4-5 ~ Allah memberi peringatan eras kepada orang-orang kafir yang mengingkari hari kiamat, "Jangan begitu, mereka suatu saat akan mengetahui."

# Ayat 6 ~ Logikanya, bagi Allah untuk mendatangkan kiamat itu adalah hal yang mudah. Allah bisa menunjukkan kekuasaanNya dengan mudah yaitu mendatangkan kiamat di hamparan bumi.

# Ayat 7 ~ Sesungguhnya gunung-gunung adalah pasak dari bumi

# Ayat 8 ~ Allah sudah menciptakan manusia berpasang-pasangan. Allah sudah menentukan jodoh (tertulis di Lauhul Mahfudz) dan akan terjadi jika kita melakukan doa dan ikhtiar maksimal.

# Ayat 9 ~ Dengan tidur, Allah mengistirahatkan tubuh kita. Seorang kader dakwah harus memiliki kebugaran fisik, fikrah dan ruhiyah. Kesempuranaan dakwah itu tegak di atas tiga kebugaran tersebut.

# Ayat 10 ~ Allah menciptakan malam yang diibaratkan sebagai pakaian yang menutupi semua aktivitas. Idealna istirahat untuk memberikan peluang fisik kita melakukan revitalisasi.

Semoga coretan saya bermanfaat, silahkan ditambahkan jika berkenan :) 

Sunday, 5 October 2014

Setiap Anak Istimewa

Setiap waktu yang kulalui hampir 9 jam dalam sehari, membuatku sering berinteraksi dengan mereka yang istimewa. Mereka yang punya cara sendiri untuk senantiasa membuat hati terasa senang. Mereka yang punya segala cara untuk ingin mendapatkan perhatian. Mereka yang punya cara belajar sesuai dengan karakternya. Mereka adalah anak-anak istimewa dengan orang tua super istimewa yang dititipkan sementara kepada kami, para guru di sekolah. 

Masing-masing anak mempunyai kemampuan yang berbeda meskipun dulunya berasal dari taman kanak-kanak yang sama namun ternyata pencapaian setiap anak setelah TK juga berbeda. Subhanallah, Allah Maha Besar dan Maha Mampu menciptakan setiap manusia dengan segala kelebihan dan kekurangan masing-masing. Memang ketika masih masa anak-anak, belum terlihat segala potensi dalam diri masing-masing, namun terkadang ada yang sejak balita sudah terlihat si anak lebih condong menyukai sesuatu hal yang bisa menjadi potensi supernya. Jika orang tua belum memahaminya, bisa salah dalam mengarahkan potensi yang dimiliki anak. Tidak jarang, orang tua memiliki ambisi agar anak bisa mengembangkan potensi A padahal situasi yang sebenarnya adalah potensi B itu lebih disukai dan akan sangat hebat jika terus dikembangkan dan dimotivasi dengan baik.

Setiap anak memiliki kecerdasan yang tidak hanya bisa dinilai dari segi akademis saja tapi bisa coba kita perhatikan bersama bahwa sang anak mempunyai kelebihan misalnya dalam religiusitas, kepekaan, musikalitas, linguistik, pembawaan diri dalam pergaulan. 

Saya mempunyai seorang murid laki-laki yang secara fisik, menyenangkan untuk dilihat. Selain itu, si anak tersebut sangat supel dengan teman siapapun, mempunyai pribadi yang ceria, suka tantangan, anak yang memiliki tipe belajar secara kinestetik (beberapa menit di awal pelajaran bisa tenang, namun selanjutnya hanya kesadaran diri yang dapat menghentikannya ditambah peringatan dari saya dan teman-teman satu kelompoknya yang meminta agar segera sholih :) ) meskipun si anak tersebut masih kurang dalam hal motorik halusnya serta calistung.

Suatu hari, terjadi kecelakaan kecil pada dirinya, anak tersebut jatuh dari sepeda onthel yang biasa ia gunakan untuk bermain. Setengah dari wajahnya luka tekena aspal jalanan, ia pulang diantar tetangga yang tidak dikenal (digendong dan sepedanya dibopong oleh tetangga lainnya). Bundanya sudah sering memeringatkan si anak yang super lincah itu untuk berhati-hati naik sepeda dan begitulah anak-anak jika sudah asyik dengan dunianya sendiri.

Karena setengah mukanya yang terluka membuat ia tidak masuk sekolah hampir seminggu lamanya. Dan saya merindukannya karena anak yang aktif berkurang satu di kelas. Luka yang lumayan besar, saya kira akan menghabiskan waktu tidak masuknya yang cukup lama untuk mengeringkan luka dan menghilangkan bekas lukanya.

Ketika hari Jum'at menjalankan tugas rutin dalam penyambutan siswa di depan halaman, bertemu dengan kakaknya yang salim kepada saya. Saya mau menanyakan keadaan adiknya tapi serasa tidak bernai mengungkit, membuat saya mengurungkan niat untuk bertanya. Tapi pertanyaan yang saya pendam, terjawab seketika itu juga. Saya melihatnya berjalan riang menghampiri kami para guru penyambutan siswa, otomatis saya memanggil namanya, "Haqii..."

Subhanallah, lukanya belum kering betul, masih ada bekas luka menghitam sehingga wajah gantengnya tertutupi tapi dengan semangat dan riang seolah tidak terjadi apa-apa dengan mukanya. Begitu santai berjalan dengan senyum khas yang saya rindukan :')

Super sekali, orang tuanya mengajarkan hal penting supaya nanda Haqi berani tampil dalam kondisi seperti itu tetap percaya diri. Malah iseng, menggoda teman-temannya yang takut menatapnya. Lucu tapi mengharukan menurut saya. Karena nanda tersebut berhasil mengelola sikap interpersonal dan intrapersonal dalam dirinya. Ternyata satu hal yang membuatnya bersemangat adalah karena hari Jumat ada ektrakurikuler yang tidak ingin ditinggal yaitu futsal :D

Setiap anak mempunyai keistimewaan masing-masing jika kita mau melihat dengan kacamata dari sisi yang berbeda :). Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan karena saya belum pengalaman banyak dalam bidang tersebut

55 AMALAN SUNNAH RASULULLAH

1. PANDANGAN MATAPandangan mata adalah anak panah iblis. Lihat bukan muhrim sekali saja. Lihat kali kedua akan hilang nikmat ibadah 40 hari. Tiada kusyuk.
2 MAKAN GARAM
Celup jari kelingking dalam garam, menghisapnya sebelum dan selepas makan. Garam adalah penawar paling mujarab keracunan dan boleh menghalang sihir.
3. MINUM TANGAN KANAN
Sentiasa minum memegang gelas dengan tangan kanan. Iblis minum dengan tangan kiri.
4. SESAAT DI JALAN ALLAH
Sesaat berdiri di jalan Allah lebih baik dari solat di depan hajarul aswad pada malam Qadar walaupun hanya sekadar “hai kawan ayuhlah kita solat”
5. LANGKAH KANAN
Masuk masjid kaki kanan, keluar kaki kiri. Masuk rumah kaki kanan, keluar rumah kaki kiri. Masuk tandas kaki kiri, keluar kaki kanan.
6. MAKAN TIGA JARI
Nabi s.a.w makan kurma dengan 3 jari iatu jari ibu, telunjuk dan hantu. Kita makan nasi kalau susah bolehlah dengan 3 suapan pertama ikut sunnah.
7. JAMINAN ALLAH
3 orang mendapat jaminan Allah iaitu orang yang memberi salam sebelum masuk rumah, orang yang keluar ke masjid dan orang yang keluar ke jalan Allah.
8. GUNTING BULU
Apabila lelaki dan perempuan tidak menggunting, mengemas bulu kemaluan dan ketiak selama 40 hari, maka iblis akan bersarang dan berbuai di situ.
9. JANGAN BERSIUL
Jangan bersiul kerana sewaktu mula-mula dibuang ke dunia, iblis mengembara sambil bersiul-siul dan orang yang bersiul itu adalah penghibur iblis.
10. CARA POTONG KUKU TANGAN
Mula dari jari telunjuk yang kanan terus ke kanan sampai kelingking kanan, disambung dari kelingking kiri ke ibu jari kiri hingga ibu jari kanan.
11. CARA POTONG KUKU KAKI
Mula dari kelingking kanan ke sebelah kiri sampai kelingking sebelah kiri.
12. PANJANG LENGAN BAJU
Panjang lengan baju Rasulullah SAW adalah hanya sampai pergelangan tangan sahaja.
13. PAKAIAN KESUKAAN
Pakaian kesukaan Rasulullah SAW adalah gamis iaitu baju labuh atau kurta.
14. BERSIWAK
Jika didahului dengan bersiwak (bersugi), satu kali anda bertasbih maka Allah hitung 70 kali bertasbih. Jika bersolat akan dihitung 70 kali solat.
15. DOA DALAM SUJUD
Saat yang paling hampir antara seseorang hamba dengan Tuhannya ialah ketika bersujud kerana itu hendaklah kamu memperbanyakkan doa di dalamnya.
16. ADAB DI TANDAS
Masuk tandas kaki kiri, pakai alas kaki dan tutup kepala.
17. ADAB MAKAN
Hendaknya menghindarkan diri dari kenyang yang melampaui batas. Sepertiga makanan, sepertiga minuman dan sepertiga lagi untuk bernafas.
18. TIGA JENIS ORANG
3 jenis orang yang tidak akan dipandang oleh Allah SWT pada hari kiamat iaitu orang tua penzina, Raja yang berdusta, orang miskin yang sombong.
19. PAKAI MINYAK WANGI
Memakai minyak wangi adalah Sunnah maka pakailah terutama ketika hendak bersolat, ke masjid atau ke mana sahaja.
20. AMBIL WUDUK SEBELUM TIDUR
Gosok gigi dan ambil wuduk sebelum tidur malam kerana menjadi amalan yang sangat dirahmati dan menghindar gangguan iblis dan syaitan.
21. CINCIN PERAK
Pakai cincin perak di kelingking kanan atau kiri. Akan mendapat pahala Sunnah berterusan selama memakainya.
22. SOLAT FARDHU DI MASJID
Nabi SAW tidak pernah solat fardhu di rumah. Setiap langkah kanan ke masjid akan diangkat satu darjat dan langkah kiri akan dihapus satu dosa.
23. PAKAI CELAK
Gunakan celak ismid (dari galian) kerana ia menguatkan penglihatan dan menumbuhkan bulu mata. Setiap malam dicalit tiga kali pada mata kanan dan kiri.
24. PANJANG PAKAIAN
Panjang pakaian , jubah atau seluar seorang muslim adalah antara setengah betis dan tidak melebihi buku lali .
25. SOLAT FARDHU BERJEMAAH
Solat fardhu berjemaah di masjid dibayar 27 kali lipat dari solat sendirian di rumah. Jika anda waras dan sempurna akal, di manakah anda akan solat?
26. MENGUAP
Menguap adalah dari syaitan. Bila rasa hendak menguap, tahanlah atau tutuplah mulut dengan belakang tangan kerana syaitan akan masuk melalui mulut.
27. MENYIMPAN JANGGUT
Memotong misai dan menyimpan janggut. Lebih afdal dengan jambang sekali. Diberi pahala amal berterusan selama menyimpannya.
28. JANGAN MENGHADAP KIBLAT KETIKA BUANG AIR
Jangan menghadap / membelakang Kiblat ketika buang air kecil / besar. Dibolehkan bila dalam bangunan, itupun kalau terpaksa.
29. WARNA PAKAIAN RASULULLAH
Disunatkan memakai pakaian berwarna putih kerana Rasulullah SAW menyukai pakaian berwarna putih.
30. POSISI TIDUR
Posisi tidur yang dianjurkan ialah mengereng di atas rusuk kanan, muka dan badan mengadap kiblat dan tapak tangan kanan di bawah pipi.