Thursday, 21 August 2014

Golden Generation #part 3

Anak kecil yang masih polos belum sepenuhnya menggunakan logika. Mereka lebih peka dalam perasaan, terkadang mereka lebih pandai mengelola rasa, terkadang mereka sangat sensitif melihat atau menghadapi suatu hal yang asing. 

Seperti dua bocah kecil ini yang masih bisa bersyukur dipersatukan dalam lingkup panti asuhan untuk merawatnya. Rasa mereka telah melekat di panti asuhan itu satu sama lain. Seusia mereka kira-kira ada 7-8 anak dan mungkin sudah saling menganggap saudara satu dengan yang lain meskipun pertengkaran, perebutan, monopoli antar anak lazim terjadi XD

Mereka sangat perasa dan belum bisa memaikan rasa. Sehingga jika ada suatu hal yang sekiranya membuat mereka tidak nyaman, secara otomatis anak-anak seusia mereka memasukkan rasa itu ke dalam alam bawah sadar mereka. Rasa suka atau tidak suka kepada seseorang, menyakitkan memang jika kita sulit mendapatkan celah untuk memainkan rasa senang pada hati mereka. Namun, ketika ada satu hal yang bisa menarik hati mereka, tentu mereka merasa nyaman dan senang ketika dekat dengan kita.

Penitipan anak panti asuhan ke pengurus kembali dilakukan karena para pengasuh juga pulang kampung alias mudik. Alhasil anak-anak super (suka perhatian) seperti mereka akan menangis dengan orang-orang baru yang akan mengasuhnya. Jika sebagian orang dewasa saja masih membutuhkan waktu yang lama untuk beradaptasi di lingkungan baru, terlebih anak kecil yang cara pandang berpikir masih sangat sederhana tetapi sudah mengalami kehidupan tanpa diasuh orang tua kandungnya akan lebih sulit dan membutuhkan waktu yang lama beradaptasi seharusnya.

Mengenai bicara atau perkataan, jika pepatah mengatakan "mulutmu harimaumu" karena kata-kata yang keluar dari mulut bisa menerkam hati siapa saja bagi yang mendengarnya juga berlaku untuk anak-anak. Anak-anak juga merasa sensitif dengan kata-kata atau perilaku yang membuatnya tidak nyaman. Karena pada dasarnya, anak-anak itu butuh kenyamanan dan kehangatan dalam setiap perkembangannya.

Masih perlu belajar banyak untuk memahami dunia anak-anak. Waktu ini masih panjang untuk sekedar masuk ke dunia mereka yang penuh rasa.

anak-anak

No comments:

Post a Comment