Sunday, 30 March 2014

Teman Lama

Mungkin kau mempunyai arti sendiri dengan kata "teman lama". Apakah karena kita memiliki waktu intensitas yang sangat lama dalam berteman atau waktu yang sangat lama di kala itu yang telah merekam setiap kejadian kekanak-kanakan kita ketika dulu dan memori kita mencoba mengingatnya. Dulu? Sekarang pun aku merasa tetap kekanak-kanakan jika kita bertemu. Karena sikap itu tetap melekat jika aku, kau dan kita mulai asyik bercerita keadaan sekarang meskipun saat ini memiliki situasi dan orang-orang yang sangat berbeda jauh dengan kita yang dulu.

Jarak memang membatasi aku, kau dan kita kecuali yang memang perkecualian :). Namun intensitas komunikasi kita tidak berubah malah lebih sering dibandingkan ketika menghabiskan waktu hampir setiap hari di kelas, kantin, hall d4, parkiran, kamar mandi tidak terkecuali di depan ataupun di dalam musholla.

Selalu ada saja kejadian kecil yang mampu melesatkan pikiranku untuk menghubungkan memori kejadian denganmu ketika itu. Karena hampir setiap hari aku, kamu dan kita menghabiskan waktu bersama seharian sampai sore mungkin ada tambahan kegiatan lain yang menyebabkan intensitas kebersamaan kita semakin banyak. Tentu saja setiap kejadian itu sedikit sulit untuk dilupakan begitu saja, terutama satu tahun terakhir menjelang perpisahan kita, intensitas kita semakin sering meskipun aku juga sering menghilang sendiri karena ke-sok sibuk-an *kalian bilang seperti itu*.

Aku juga sering merasa bersalah jika ternyata waktu kebersamaan kita yang cukup lama itu malah membuatku semakin lama untuk berusaha mengenalmu. Aku cukup sedih ketika aku tidak terlalu paham seluk beluk keluargamu padahal kau dengan detail dapat menceritakan segala tentangku, teman lama yang macam apa aku ini ya. Maafkan aku. Meskipun terkadang akau pernah merasa sakit hati dengan perkataanmu yang aku sangat tahu bahwa kamu tidak sungguh-sungguh membenciku ketika itu.

Aku, kamu dan kita telah terpisahkan oleh jarak dan waktu sekarang ini. Tapi sepertinya aku tidak merasakan jauh dengan kalian karena alat komunikasi yang semakin canggih tetapi tetap saja aku merasa pasti tertinggal suatu hal tentang pribadimu jika tidak ada yang memancing membuatku penasaran untuk segera bertanya detailnya padamu.

Aku, kamu dan kita memang teman lama tetapi kebersaaman kita tidak akan kadaluarsa insyaAllah jika kita berada dalam paham agama yang sama dan tetap bersemangat membuat jejak-jejak baru dalam setiap kebaikan.

#Apapun Yang Terjadi Kalian Tetap Mengasyikkan

Pelajaran Kedua: Kelas 4

Proses magang atau on job training digunakan sebagai proses pembelajaran bagi orang-orang yang baru memasuki lingkungan pekerjaan yang setiap perusahan atau bidang pekerjaan punya masa magang yang berbeda. Begitu juga dengan tempat saya mengabdikan diri (Insya Allah). Sedang menjalani proses magang mulai bulan Februari 2014. Di pertengahan bulan itu, saya diminta tolong untuk bertugas di jenjang kelas 4 kurang lebih selama satu minggu.

Jika saya sudah terbiasa dengan kondisi siswa kelas dua dan pernah mencoba bagaimana memegang pengelolaan kelas satu, ketika berada di kelas empat sempat ada perasaan ragu dan tidak percaya diri untuk berdiri di depan mereka karena saya tahu pemikiran mereka pasti sedikit lebih matang dibandingkan adik-adik di jenjang kelas bawah. Perasaan canggung itu sangat jelas sekali dan sesungguhnya saya takut menghadapi anak-anak kecil itu *konyol* takut kalau tidak bisa mengambil hati mereka di awal pertemuan. Meskipun ada yang memberi masukan untuk banyak memberikan ice breaking untuk anak,tambah membuat semakin bingung karena ilmu tentang hal sederhana seperti itu pun masih kurang.

Akhirnya saya punya inisiatif untuk ke perpustakaan sekolah mencari bacaan yang berhubungan dengan kegiatan yang menunjang ilmu saya sehari-hari di sekolah. Yaitu ice breaking.

Selain itu mencoba kedekatan dengan mereka melalui saling bercerita, itu menjadi salah satu hal efektif karena rata-rata dari mereka memang ingin mendapatkan perhatian (untuk murid putri). Jika murid putra memang sepertinya perlu diberikan ketegasan terutama untuk anak-anak yang sangat ingin mendapat "perhatian". Namun saya sendiri belum berani untuk bertindak terlalu tegas karena saya masih belum berpengalaman dan saya takut jika tindakan saya disalah artikan anak-anak padahal saya hanya guru baru yang sedang melakukan magang.

Tingkat pengelolaan kelas dalam satu jenjang kelas 4 pun berbeda antara satu dengan yang lain. Dan saya mendapatkan banyak pelajaran ketika melakukan observasi atau melihat guru-guru mereka yang sesungguhnya mengajar mereka. Ini masih proses pembelajaran yang akan saya nikmati untuk mengembangkan kemampuan saya yang sangat berbeda dengan sistem kuliah sehari-hari dengan sangat sering berhadapan dengan komputer.

Sunday, 2 March 2014

Panjenengan Kapan?

X: Kalo panjenengan kapan?
Y: Belum, Ustadz. Belum.
X: Belum gimana?
Y: Belum mikir. 
X: Ooh.

Bahasan yang berat tapi kalau dibuat bercandaan, sepertinya tidak akan ada habisnya. Apalagi menyangkut tentang bersatunya dua insan manusia untuk menggenapkan separuh agama islam dalam pernikahan. 

"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan Dia menjadikan di antaramu rasa dan kasih sayang. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir." [QS. Ar-Rum: 21]

Perbincangan singkat di atas sebenarnya agak sensitif. Bukan berarti saya belum memikirkan sama sekali tapi saya selalu bingung memberikan jawaban diplomatis mengenai hal tersebut. Saya percaya bahwa "tanda-tanda" itu akan datang. Biarkan Allah yang menetapkan skenario selanjutnya supaya ketika saya ditanya kapan, akan saya jawab insyaAllah segera, mohon doanya :3

Mama Bunda Umi Apapun Namanya

Melihat paras nan teduh
Suara sejuknya
Tegarkan diriku
Betapa suka jiwa nanda
Ceria hatiku bersamanya

Mencium Aroma Lezat
Terbayang masakan tercipta nikmat
Betapa suka jiwa nanda
Ceria hatiku bersamanya...

Bersama seorang wanita
Yang telah melahirkan nanda
Bersama seorang mama...
bunda...
ummi apapun namanya

Bersyukur kepada Allah
Bibir ini mengucap Hamdallah
Cintanya...
kasihnya...
semuanya
Dia beri dengan tulus

Walaupun terkadang Ummi alpa
Kadang dia juga suka marah-marah
Tapi ummi tetap yang terbaik bagi nanda
Selamanya....

*pertama denger nasyid The CS ini langsung pengin download. Liriknya sangat menyentuh dan langsung jadi terharu.