Friday, 7 February 2014

Pelajaran Pertama: Kelas 1

Awalnya memang tidak sengaja untuk menceburkan diri di dunia pendidikan anak-anak seperti ini. Tapi yang aku tahu bahwa langkah awal akan menjadi penentu tujuan langkah berikutnya. Dan itulah yang terjadi padaku. Aku tidak bisa menolak sebagian besar pikiran dan perasaan yang mencondongkan untuk tetap berada di sekolah islam terpadu tersebut. Bisa dibilang jatuh hati pada pandangan pertama tapi pandangan pertama itu belum menggerakkanku. Hingga pada pandangan berikutnya aku memutuskan untuk bergabung lebih lanjut di dunia pendidikan anak. Padahal latar belakang pendidikan saya tidak memiliki hubungan ><

Kontrak awal memang berada di kelas 2, namun ketika kontrak itu berakhir dan aku ingin melanjutkan lagi. Tidak menjadi masalah, karena insyaAllah akan ada guru-guru yang cuti atau tidak masuk dan membutuhkan pengganti guru untuk mengajar. Istilahnya adalah saya diberi kesempatan untuk belajar di jenjang berapapun.
Ketika diminta untuk menggantikan guru kelas 1 yang sedang sakit tentu aku tidak sabar bertemu dengan murid-murid kelas satu yang imut, sholih dan sholihah. Subhanallah bergabung dengan guru-guru kelas 1 yang serba super. Super sabar, super kreatif, super pintar dan kesuperan lainnya dalam menghadapi kelas 1.

Perbedaan mengajar di kelas 1 dan  adalah mereka adik kelas 1 lebih penurut dalam diatur jika dibandingkan dengan anak kelas 2 secara umum. Adik kelas 1 juga lebih antusias menerima pelajaran secara keseluruhan. Saya hanya baru bergabung sehari dengan pejuang kecil penuh semangat dan saya yakin perjuangan guru-guru kelas 1 sungguh luar biasa dalam proses belajar mengajar di sekolah dasar islam terpadu Al Uswah yang berusaha mencetak generasi rabbani melalui character building.

No comments:

Post a Comment