Sunday, 2 February 2014

Can - to the - Tik

Oh My -to the- God
Hellloooow
Apaa ciyuuss??

Dan sederet kata-kata lain yang tidak baku dan serba tidak praktis telah beredar luas di kalangan masyarakat pada zaman ini. Budaya yang disebut alay mulai muncul akhir-akhir ini. Saya tidak begitu paham, bagaimana budaya bahasa alay tersebut lahir. Tapi perkembangannya begitu cepat dan menjalar ke area mana saja terlebih para anak muda yang sedang ingin diakui jati dirinya. Apalagi sampai ada yag mengatakan bahwa jika tidak alay, maka tidak gaul. Jadi yang saya pahami ketika beberapa tahun silam adalah bahasa alay memiliki target anak remaja ataupun dewasa.

Dampak bahasa alay begitu hebat, ditambah majunya teknologi yang membantu pertumbuhan dan perkembangan bahasa alay secara cepat. Dan ternyata, tidak hanya berdampak pada remaja atau dewasa saja, ada ibu-ibu juga yang tertular dan yang paling sedih adalah anak-anak kecil terutama perempuan terkena virus bahasa alay. T.T

Sedih ketika mendengar murid-murid kelas 2 SD menirukan gaya-gaya alay anak sekolahan sinetron. Mereka yang masih polos, terkadang belum bisa membedakan mana yang patut ditiru atau tidak kemudian menelan mentah-mentah segala hal yang ditayangkan sinetron alay akan menjadi korban pencucian otak secara dini oleh sinetron alay.

Sepertinya media televisi mempunyai peran penting dalam setiap keluarga. Orang tua dan keluarga harus membuat aturan bijak dalam menyikapi setiap tayangan televisi untuk anak. Karena sebagian sinetron yang tayang saat ini adegannya berlebihan jika berkisah seputar anak sekolahan ataupun kehidupan sehari-hari suatu keluarga dengan tetangga.

Senantiasa memperhatikan pergaulan anak juga sangat penting, terlepas dari tempat belajar di sekolah sehari-hari. Seorang guru yang melihat tingkah anak-anak menirukan gaya sinetron alay hanya bisa mengingatkan saja karena yang bisa mengubah menjadi kebiasaan lebih baik adalah peran orang tua yang paling utama.

Naudzubillah, jika anak-anak kita nanti *berasa saya sudah punya anak ><* besar dan dewasa dari sinetron alay. Tidak serius bekerja, belajar atau berdedikasi apalagi beribadah.

No comments:

Post a Comment