Sunday, 12 January 2014

Tulisan: Menjadi Seseorang

Berapa umurmu sekarang. Umur kita semua yang sedang membaca satu halaman tulisan ini? Mungkin 19, mungkin 24, atau 25. Saat ini, apa yang kita pikirkan tentang masa depan bermacam-macam. Berbeda setiap orang. Berbeda setiap waktu.
Kelak, 5 sampai 10 tahun lagi. Ketika saat ini kita semua hanya saling tahu atau sekedar tahu melalui dunia maya. Beberapa diantara kita mungkin akan ada yang tengah sibuk memikirkan strategi terbaik dalam sebuah permasalahan bangsa. Sibuk di rumah sakit melayani pasien-pasiennya. Sibuk berkeliling negara. Mengajar di sebuah sekolah yang penuh dengan anak-anak. Atau sedang sibuk dirumah mengajarkan anak-anak membaca.
Masa depan adalah milik kita semua. Kita akan menggantikan generasi yang besok akan lengser dari kursi direktur BUMN, lengser dari posisi-posisi strategis di berbagai lini. Mengisi kekosongan guru di sekolah-sekolah. Mengisi berbagai macam kehidupan.
Jika saat ini kita hanya saling tahu atau sekedar tahu melalui dunia maya. Mungkin, orang yang saat ini kamu baca setiap hari tulisannya kelak akan menghilang-tiada. Atau sebaliknya, menjadi seseorang yang namanya tersiar dimana-mana. Atau bisa jadi menjadi teman dekat, bahkan bisa jadi teman hidup.
Kelak, setiap dari kita akan menjadi seseorang. Seseorang yang bergerak dalam garis hidupnya masing-masing. Membangun negara terkecil berupa keluarga. Menjadi baik atau buruk masa depan pun berada di tangan kita masing-masing. Ditangan laki-laki yang kelak akan menjadi ayah dan kepala rumah tangga. Apakah dari tangannya tercurah harta yang halal atau haram. Apakah dalam memimpin negara terkecil berlaku adil. Ditangan perempuan yang akan menjadi ibu dan pendamping laki-laki. Apakah ditangannya akan menjadi semakin hebat generasi berikutnya. Anak-anak yang akan dilahirkannya.