Saturday, 20 December 2014

Hasil Belajar Siswa

Bagi siswa (mungkin) ini adalah hari yang ditunggu-tunggu, memangnya kenapa? Karena inilah hari pengambilan hasil belajar mereka selama 1 semester. Iya nggak yaa .. ^^a

Itu tandanya libur telah tiba untuk kita (murid dan guru). Sebetulnya siapa yang paling menanti, muridnya atau gurunya ya? Berkat kurikulum 2013 yang super, akhirnya setiap guru mendapat kesempatan lebih untuk semakin fokus dalam memproses hasil belajar siswa. Terutama di Surabaya, sudah diberikan peringatan bagi sekolah swasta untuk tetap melanjutkan kurikulum 2013 disertai kritik dan saran membangun atauu tidak melanjutkan proses kurikulum 2013 dengan syarat tertentu dan memiliki target kapan siap menjalankannya. Dan diharapkan orang tua juga semakin proaktif dengan kurikulum baru 2013 ini.

Hasil belajar siswa merupakan hasil dari setiap proses pembelajaran selama di sekolah. Dan memang, kurikulum 2013 seharusnya sangat menunjang proses penilaian anak di sekolah, mulai dari sikap hingga akademisnya. Sehingga menghasilkan tugas yang tidak sedikit bagi seorang guru yang benar-benar ingin menilai siswa secara objektif segala kemampuan siswa. Tapi di satu sisi, mengakibatkan sebagian kecil guru untuk mengambil jalan pintas dengan tujuan agar semua nilai indikator itu terpenuhi tanpa ada bukti otentik hasil kemampuan siswa selama ini. Ckckck. Lalu bagaimana hasil belajar siswa jika memang ada guru yang memberikan nilai random seperti itu?

Saturday, 29 November 2014

Sama Tapi Tak Serupa *Sebut Saja Stick*

"Ustadzah, kalau aku makan hebat hari ini dapat stick es krim ya?"
"Oiya, kemarin Ustadzah sudah janji ya. Oke nanti Ustadzah beri kalau makannya sudah hebat :)"

Dalam perkembangan anak, mereka akan belajar banyak hal baru di sekitar lingkungannya. Jika lingkungannya terjaga dengan baik, insyaAllah sikap dominan yang akan muncul adalah sikap yang baik meskipun tidak dipungkiri ada contoh perilaku kurang baik di sekitarnya. Usia anak sekitar 7-14 tahun semakin menekankan sikap tanggung jawab dan disiplin pada anak sesuai dengan 4 tahap mendidik anak cara Rasulullah SAW. Ketika mereka mampu melakukan disiplin dan tanggung jawab sesuai dengan pengertian dan cara memahamkan pada mereka, perlu adanya apresiasi untuk meningkatkan kepercayaan diri dan rasa tanggung jawab yang lebih dalam diri mereka.

Seperti kejadian beberapa hari yang lalu, ketika salah satu nanda yang mempunyai kebiasaan makan lama, akhirnya mempunyai tanggung jawab menghabiskan nasi yang diambilkan meskipun hanya 1-2 sendok saja. Beberapa kali memang sering habis dan itu terjadi begitu saja dengan memberi "reward" berupa pujian :)

Ketika pelajaran tematik tema ke-4 membuat bingkai foto dari stick es krim, anak-anak bisa membuat permainan dari sisa stick es krim yang tidak terpakai bingkai. Anak-anak senang dan menikmati permainannya. Sempat juga memberikan "reward" stick es krim kepada yang sudah santun berbicara dan santun mendengar. Karena hal tersebut, nanda ingin mendapatkan stick juga seperti teman-temannya yang lain. Saya memberikan syarat itu dan keesokan harinya, nanda tersebut menagih janji saya sambil bersemangat makan dengan lahap.

Ah, apresiasi terhadap perkembangan kebaikan anak itu memang penting, sekecil atau sesepele apapun. Mungkin sepele bagi kita untuk memuji sedikit perubahannya tapi akan sangat berarti bagi mereka karena bisa saja mereka menganggap bahwa mereka telah berubah. 

Alhamdulillah, nanda hanya meminta stick es krim bukan stick PS untuk game di PC. Stick es krim bisa menjadi saran belajar dan bermain yang kreatif bagi mereka. Meskipun rata-rata merupakan anak yang punya dari segi materi namun jika orang tua mengajarkan untuk bersikap tidak berlebihan (sederhana) maka akan sedikit lebih mudah mengondisikan sang anak untuk bersikap apa adanya dalam hidup. Karena stick es krim juga tidak terlalu menimbulkan efek kecanduan yang tinggi dibandingkan stick PS :)

Stick Es Krim

Wednesday, 26 November 2014

Hari Guru Nasional

Selamat hari guru tanggal 25 November!

Kenapa harus ada hari guru ya? Apakah ketika tidak ada hari guru masih ingatkah kita untuk senantiasa berterima kasih dan mengingat kebaikan seorang guru? :))

Insya Allah guru/ murabbi / dosen akan ikhlas bekerja dan berkarya membangun peradaban dengan ikhlas walaupun tanpa ada apresiasi hari guru. Masing-masing diri kita setidaknya menjadi guru dan pembelajar bagi diri sendiri karena diri kita memiliki ketetapan hati yang dapat mengarahkan serta mengajarkan mana baik dan buruk.

Bagaimana pun seorang guru/ murabbi / dosen/ pengajar/ pendidik minimal kita ingat dan apresiasi sehari saja di hari guru ini. Apakah sulit? Dan seorang ibu pun guru pertama kita dalam hidup :)

Mana yang masih kau ingat kebaikan guru atau peringatan guru? Mari saling melangitkan do'a untuk segala kebaikan dan ketulusan seorang guru kita :))


Sunday, 26 October 2014

Komunikasi Orang Tua dan Guru

"Ustadzah, anak saya tadi bagaimana di sekolah?"

Ada tipe anak yang kurang suka bercerita tentang segala hal di sekolah, meskipun orang tua tidak pernah bosan untuk ingin tahu kegiatan seharian nanda di sekolah. Dan orang tua yang tak pernah lelah itu aktif bertanya kepada gurunya agar informasi yang didapat di sekolah tidak putus ketika mereka akan menghabiskan sisa tenaganya di rumah.

Menjadi orang tua yang aktif memang tidaklah mudah jika memiliki banyak pekerjaan di luar sana yang masih terbayang sesampai di kamar tidur sekalipun. Orang tua yang senantiasa bertanya. secara tidak langsung akan sedikit memaksakan anak untuk bercerita hal penting yang direkam ke dalam otaknya terlebih hal penting yang melibatkan orang tua mereka. 

Guru juga memiliki PR besar untuk senantiasa mengomunikasikan terkait perkembangan nanda di sekolah bukan hanya pengumuman yang bersifat formalitas saja. Sikap seperti itu mungkin kurang bisa diterapkan jika di sekolah negeri pada umumnya dan sekolah swasta lebih fleksibel dalam mengatur hubungan komunikasi antara orang tua dan guru. Mungkin terfasilitasi buku penghubung antara orang tua dan guru, akan semakin mempermudah. Terlebih anak usia dini yang sangat membutuhkan peran orang tua dan guru agar setiap perkembangannya selaras dan semakin baik.

Adanya agenda khusus antara orang tua dan guru (selain penerimaan raport) juga semakin memperkuat kepercayaan pendidikan anak di sekolah maupun di rumah. Karena sedikit kesalahan dalam komunikasi baik dari sisi guru maupun orang tuanya akan sangat berpengaruh dalam menyalurkan segala informasi penting kedua belah pihak.

Thursday, 23 October 2014

Prinsip

Setiap orang mempunyai perjalanan hidup yang berbeda, unik dan menginspirasi jika kita melihat dari tiap sudut pandang yang tak sama. Tentu melalui proses berhijrah, apakah berhijrah ke arah yang lebih baik atau malah mundur selangkah dari sifat baik. Seiring dengan berkurangnya umur kita di dunia ini, pasti semakin mudah membedakan serta memilih suatu hal yang benar menurut aturan agama atau kurang benar.

Kau sudah mengalami beragam proses itu terlebih dulu daripada aku, meskipun umurmu lebih muda dariku. Tapi rasa ingin tahumu yang super besar, membuatmu mengeksplorasi setiap pengetahuan yang kau dapatkan. Itu semua, terccermin dari keseharianmu di rumah. 

Dulu, aku menganggap itu adalah suatu hal yang wajar jika kau menemui tamu tanpa harus menggunakan celana panjang. Hingga terucap kata dari mulutku, "Pakai celana pendek gak masalah kan, sesama lelaki aja kok."

Dan dari hari ke hari pun kau tetap melakukan hal yang sama, menemui tamu dengan memakai celana panjang tanpa menghiraukan selingan kata-kataku itu. Aku hanya menganggap bahwa kau menjaga kesopanan terhadap tamu dan faktor kebiasaan sehari-hari. Aku belum begitu memahami aurat menurut definisimu. Karena kau sendiri bukan tipe orang yang suka menjelaskan secara detail padaku. Huh :p

Seiring dengan intensnya aktivitas melingkarku ditambah ilmu dari kajian sedikit memberikan jawaban atas sikap yang kau lakukan jika di rumah. Dan hal tersebut sekarang beralih padaku. Jika awalnya aku hanya sekedar menutup rambut saja jika ada tamu yang datang tanpa memandang penting untuk menutup lengan jika kaos yang aku kenakan pendek bahkan berpikiran untuk selalu mengenakan rok di rumah saja, tidak terpikirkan.

"Langsung, dijlilbakan aja tidak perlu pakai rok kan tidak jadi masalah."

"Deket sini aja kok, nggak perlu pakai kaos kaki lah."

Berbagai lontaran dari Ibu cukup mengingatkanku atas sikap yang dulu pernah kulakukan pada adikku. Allah memberiku pelajaran berharga tentang memegang teguh suatu prinsip menutup aurat tersebut dengan kejadian yang tidak jauh berbeda ketika aku melakukannya dulu.

Terasa ribet jika memang harus dirasakan tapi pembiasaan prinsip itu luar biasa insyaAllah. Dan Allah pun memerintahkann untuk menutup aurat serta berpakaian tanpa meniru suatu kaum (laki-laki) jika memakai celana.

Tuesday, 7 October 2014

Tafsir An Naba' Ayat 1-10

Sedikit catatan yang berbekas di notes saya ketika Jalasah Ruhiy di Musholla SDIT Al Uswah Surabaya, tentang tafsir An Naba' dari Ibnu Katsir.

Surat An Naba' termasuk dalam surat Makiyah yang sebagian besar membahas mengenai aqidah.

# Ayat 1 ~ Allah mengingkari kaum musyrik yang tidak percaya hari kiamat. Kaum musyrik itu tegak di atas kekufuran. Mereka yang menganggap bahwa hari kiamat tidak bisa dirasionalkan serta menganggap hari kiamat itu tidak ada. Padahal jika kita menganggap sesuatu itu ada bukan berarti harus bisa terlihat secara fisik, misalkan saja kita menganggap angin itu ada karena kita bisa merasakannya. Jadi angin itu ada kan?

#Ayat 2 ~ Bahwa hari kiamat merupakan info yang mengejutkan dan orang bertaqwa percaya adanya hari kiamat.

#Ayat 3 ~ Keberadaan dan datangnya hari kiamat menjadikan mereka berselisih pendapat.

# Ayat 4-5 ~ Allah memberi peringatan eras kepada orang-orang kafir yang mengingkari hari kiamat, "Jangan begitu, mereka suatu saat akan mengetahui."

# Ayat 6 ~ Logikanya, bagi Allah untuk mendatangkan kiamat itu adalah hal yang mudah. Allah bisa menunjukkan kekuasaanNya dengan mudah yaitu mendatangkan kiamat di hamparan bumi.

# Ayat 7 ~ Sesungguhnya gunung-gunung adalah pasak dari bumi

# Ayat 8 ~ Allah sudah menciptakan manusia berpasang-pasangan. Allah sudah menentukan jodoh (tertulis di Lauhul Mahfudz) dan akan terjadi jika kita melakukan doa dan ikhtiar maksimal.

# Ayat 9 ~ Dengan tidur, Allah mengistirahatkan tubuh kita. Seorang kader dakwah harus memiliki kebugaran fisik, fikrah dan ruhiyah. Kesempuranaan dakwah itu tegak di atas tiga kebugaran tersebut.

# Ayat 10 ~ Allah menciptakan malam yang diibaratkan sebagai pakaian yang menutupi semua aktivitas. Idealna istirahat untuk memberikan peluang fisik kita melakukan revitalisasi.

Semoga coretan saya bermanfaat, silahkan ditambahkan jika berkenan :) 

Sunday, 5 October 2014

Setiap Anak Istimewa

Setiap waktu yang kulalui hampir 9 jam dalam sehari, membuatku sering berinteraksi dengan mereka yang istimewa. Mereka yang punya cara sendiri untuk senantiasa membuat hati terasa senang. Mereka yang punya segala cara untuk ingin mendapatkan perhatian. Mereka yang punya cara belajar sesuai dengan karakternya. Mereka adalah anak-anak istimewa dengan orang tua super istimewa yang dititipkan sementara kepada kami, para guru di sekolah. 

Masing-masing anak mempunyai kemampuan yang berbeda meskipun dulunya berasal dari taman kanak-kanak yang sama namun ternyata pencapaian setiap anak setelah TK juga berbeda. Subhanallah, Allah Maha Besar dan Maha Mampu menciptakan setiap manusia dengan segala kelebihan dan kekurangan masing-masing. Memang ketika masih masa anak-anak, belum terlihat segala potensi dalam diri masing-masing, namun terkadang ada yang sejak balita sudah terlihat si anak lebih condong menyukai sesuatu hal yang bisa menjadi potensi supernya. Jika orang tua belum memahaminya, bisa salah dalam mengarahkan potensi yang dimiliki anak. Tidak jarang, orang tua memiliki ambisi agar anak bisa mengembangkan potensi A padahal situasi yang sebenarnya adalah potensi B itu lebih disukai dan akan sangat hebat jika terus dikembangkan dan dimotivasi dengan baik.

Setiap anak memiliki kecerdasan yang tidak hanya bisa dinilai dari segi akademis saja tapi bisa coba kita perhatikan bersama bahwa sang anak mempunyai kelebihan misalnya dalam religiusitas, kepekaan, musikalitas, linguistik, pembawaan diri dalam pergaulan. 

Saya mempunyai seorang murid laki-laki yang secara fisik, menyenangkan untuk dilihat. Selain itu, si anak tersebut sangat supel dengan teman siapapun, mempunyai pribadi yang ceria, suka tantangan, anak yang memiliki tipe belajar secara kinestetik (beberapa menit di awal pelajaran bisa tenang, namun selanjutnya hanya kesadaran diri yang dapat menghentikannya ditambah peringatan dari saya dan teman-teman satu kelompoknya yang meminta agar segera sholih :) ) meskipun si anak tersebut masih kurang dalam hal motorik halusnya serta calistung.

Suatu hari, terjadi kecelakaan kecil pada dirinya, anak tersebut jatuh dari sepeda onthel yang biasa ia gunakan untuk bermain. Setengah dari wajahnya luka tekena aspal jalanan, ia pulang diantar tetangga yang tidak dikenal (digendong dan sepedanya dibopong oleh tetangga lainnya). Bundanya sudah sering memeringatkan si anak yang super lincah itu untuk berhati-hati naik sepeda dan begitulah anak-anak jika sudah asyik dengan dunianya sendiri.

Karena setengah mukanya yang terluka membuat ia tidak masuk sekolah hampir seminggu lamanya. Dan saya merindukannya karena anak yang aktif berkurang satu di kelas. Luka yang lumayan besar, saya kira akan menghabiskan waktu tidak masuknya yang cukup lama untuk mengeringkan luka dan menghilangkan bekas lukanya.

Ketika hari Jum'at menjalankan tugas rutin dalam penyambutan siswa di depan halaman, bertemu dengan kakaknya yang salim kepada saya. Saya mau menanyakan keadaan adiknya tapi serasa tidak bernai mengungkit, membuat saya mengurungkan niat untuk bertanya. Tapi pertanyaan yang saya pendam, terjawab seketika itu juga. Saya melihatnya berjalan riang menghampiri kami para guru penyambutan siswa, otomatis saya memanggil namanya, "Haqii..."

Subhanallah, lukanya belum kering betul, masih ada bekas luka menghitam sehingga wajah gantengnya tertutupi tapi dengan semangat dan riang seolah tidak terjadi apa-apa dengan mukanya. Begitu santai berjalan dengan senyum khas yang saya rindukan :')

Super sekali, orang tuanya mengajarkan hal penting supaya nanda Haqi berani tampil dalam kondisi seperti itu tetap percaya diri. Malah iseng, menggoda teman-temannya yang takut menatapnya. Lucu tapi mengharukan menurut saya. Karena nanda tersebut berhasil mengelola sikap interpersonal dan intrapersonal dalam dirinya. Ternyata satu hal yang membuatnya bersemangat adalah karena hari Jumat ada ektrakurikuler yang tidak ingin ditinggal yaitu futsal :D

Setiap anak mempunyai keistimewaan masing-masing jika kita mau melihat dengan kacamata dari sisi yang berbeda :). Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan karena saya belum pengalaman banyak dalam bidang tersebut

55 AMALAN SUNNAH RASULULLAH

1. PANDANGAN MATAPandangan mata adalah anak panah iblis. Lihat bukan muhrim sekali saja. Lihat kali kedua akan hilang nikmat ibadah 40 hari. Tiada kusyuk.
2 MAKAN GARAM
Celup jari kelingking dalam garam, menghisapnya sebelum dan selepas makan. Garam adalah penawar paling mujarab keracunan dan boleh menghalang sihir.
3. MINUM TANGAN KANAN
Sentiasa minum memegang gelas dengan tangan kanan. Iblis minum dengan tangan kiri.
4. SESAAT DI JALAN ALLAH
Sesaat berdiri di jalan Allah lebih baik dari solat di depan hajarul aswad pada malam Qadar walaupun hanya sekadar “hai kawan ayuhlah kita solat”
5. LANGKAH KANAN
Masuk masjid kaki kanan, keluar kaki kiri. Masuk rumah kaki kanan, keluar rumah kaki kiri. Masuk tandas kaki kiri, keluar kaki kanan.
6. MAKAN TIGA JARI
Nabi s.a.w makan kurma dengan 3 jari iatu jari ibu, telunjuk dan hantu. Kita makan nasi kalau susah bolehlah dengan 3 suapan pertama ikut sunnah.
7. JAMINAN ALLAH
3 orang mendapat jaminan Allah iaitu orang yang memberi salam sebelum masuk rumah, orang yang keluar ke masjid dan orang yang keluar ke jalan Allah.
8. GUNTING BULU
Apabila lelaki dan perempuan tidak menggunting, mengemas bulu kemaluan dan ketiak selama 40 hari, maka iblis akan bersarang dan berbuai di situ.
9. JANGAN BERSIUL
Jangan bersiul kerana sewaktu mula-mula dibuang ke dunia, iblis mengembara sambil bersiul-siul dan orang yang bersiul itu adalah penghibur iblis.
10. CARA POTONG KUKU TANGAN
Mula dari jari telunjuk yang kanan terus ke kanan sampai kelingking kanan, disambung dari kelingking kiri ke ibu jari kiri hingga ibu jari kanan.
11. CARA POTONG KUKU KAKI
Mula dari kelingking kanan ke sebelah kiri sampai kelingking sebelah kiri.
12. PANJANG LENGAN BAJU
Panjang lengan baju Rasulullah SAW adalah hanya sampai pergelangan tangan sahaja.
13. PAKAIAN KESUKAAN
Pakaian kesukaan Rasulullah SAW adalah gamis iaitu baju labuh atau kurta.
14. BERSIWAK
Jika didahului dengan bersiwak (bersugi), satu kali anda bertasbih maka Allah hitung 70 kali bertasbih. Jika bersolat akan dihitung 70 kali solat.
15. DOA DALAM SUJUD
Saat yang paling hampir antara seseorang hamba dengan Tuhannya ialah ketika bersujud kerana itu hendaklah kamu memperbanyakkan doa di dalamnya.
16. ADAB DI TANDAS
Masuk tandas kaki kiri, pakai alas kaki dan tutup kepala.
17. ADAB MAKAN
Hendaknya menghindarkan diri dari kenyang yang melampaui batas. Sepertiga makanan, sepertiga minuman dan sepertiga lagi untuk bernafas.
18. TIGA JENIS ORANG
3 jenis orang yang tidak akan dipandang oleh Allah SWT pada hari kiamat iaitu orang tua penzina, Raja yang berdusta, orang miskin yang sombong.
19. PAKAI MINYAK WANGI
Memakai minyak wangi adalah Sunnah maka pakailah terutama ketika hendak bersolat, ke masjid atau ke mana sahaja.
20. AMBIL WUDUK SEBELUM TIDUR
Gosok gigi dan ambil wuduk sebelum tidur malam kerana menjadi amalan yang sangat dirahmati dan menghindar gangguan iblis dan syaitan.
21. CINCIN PERAK
Pakai cincin perak di kelingking kanan atau kiri. Akan mendapat pahala Sunnah berterusan selama memakainya.
22. SOLAT FARDHU DI MASJID
Nabi SAW tidak pernah solat fardhu di rumah. Setiap langkah kanan ke masjid akan diangkat satu darjat dan langkah kiri akan dihapus satu dosa.
23. PAKAI CELAK
Gunakan celak ismid (dari galian) kerana ia menguatkan penglihatan dan menumbuhkan bulu mata. Setiap malam dicalit tiga kali pada mata kanan dan kiri.
24. PANJANG PAKAIAN
Panjang pakaian , jubah atau seluar seorang muslim adalah antara setengah betis dan tidak melebihi buku lali .
25. SOLAT FARDHU BERJEMAAH
Solat fardhu berjemaah di masjid dibayar 27 kali lipat dari solat sendirian di rumah. Jika anda waras dan sempurna akal, di manakah anda akan solat?
26. MENGUAP
Menguap adalah dari syaitan. Bila rasa hendak menguap, tahanlah atau tutuplah mulut dengan belakang tangan kerana syaitan akan masuk melalui mulut.
27. MENYIMPAN JANGGUT
Memotong misai dan menyimpan janggut. Lebih afdal dengan jambang sekali. Diberi pahala amal berterusan selama menyimpannya.
28. JANGAN MENGHADAP KIBLAT KETIKA BUANG AIR
Jangan menghadap / membelakang Kiblat ketika buang air kecil / besar. Dibolehkan bila dalam bangunan, itupun kalau terpaksa.
29. WARNA PAKAIAN RASULULLAH
Disunatkan memakai pakaian berwarna putih kerana Rasulullah SAW menyukai pakaian berwarna putih.
30. POSISI TIDUR
Posisi tidur yang dianjurkan ialah mengereng di atas rusuk kanan, muka dan badan mengadap kiblat dan tapak tangan kanan di bawah pipi.

Sunday, 21 September 2014

Cerpen : Skenario

Kita tidak pernah saling kenal sampai pada saat kita sama-sama bertanya, “kamu siapa?”. Diikuti rentetan pertanyaan lain yang membuat kita saling mengenal.

Kita tidak pernah bertemu sampai pada suatu saat kita menyapa, “assalamu’alaykum” dan balasnya. Diikuti beberapa waktu untuk mendiskusikan barang sesuatu yang penting bagi kita.

Tidak satupun waktu dalam hidup kita pernah bersisian selama lebih dari 20 tahun. Lalu tiba-tiba arah hidup menggerakkan langkahnya menjadi berdekatan. Setiap pertemuan di dunia ini telah melalui sebuah skenario besar Sang Pencipta.

Ada banyak pertanyaan-pertanyaan tentang hal-hal yang terjadi dalam akhir-akhir ini. Mengapa hidup berputar lebih cepat dari rencana yang telah kita buat masing-masing. Seolah-olah tiba-tiba kita dilempar pada sebuah fase dimana kita telah merancangkan lebih jauh dari hari ini. Tidak sekarang.

Tuhan sedang mencandai kita. Menampakkan diri-Nya dalam sebuah skenario besar yang membuat kita menerka-nerka maksudnya. Membuat kita tersenyum dan sedikit khawatir. Tapi keyakinan kita kepada-Nya mengalahkan banyak hal. Bahwa hidup kita berjalan di sebuah jalan yang ternyata sama sekali bukan kuasa kita. Ada Yang Maha Kuasa diatas rencana-rencana yang telah kita buat. Tuhan benar-benar sedang mencandai kita.
Bandung, 19 September 2014 | (c)kurniawangunadi
http://kurniawangunadi.tumblr.com/

Sunday, 14 September 2014

Topeng

Mengapa ada kosa kata topeng? Dulu ketika masih anak-anak, saya tahu bentuk topeng seperti yang dipakai penari-penari, misalnya tari reog ponorogo, tari jaipong, tari bali dan ada banyak tarian tradisional dengan topeng yang tidak saya ketahui namanya. *pokemyhead
Produksi topeng pun semakin berkembang dan bertambah fungsinya selain digunakan untuk properti tari. Bahan-bahannya juga semakin beragam dan mengikuti zaman. Kalau lihat-lihat di televisi sih malah biasanya untuk pesta malam jika sang wanita atau pria tidak ingin menampakkan wajahnya terlebih dahulu. Saya tidak tahu itu termasuk budaya dari mana ya.

Dan saya juga harus memakai topeng jika perasaan hari itu kurang bersemangat, jika badan saya hari itu sedang butuh sendiri seharusnya (istirahat). Yap, memasang topeng wajah ceria di depan anak-anak ><

Ketika berangkat ke tempat mengajar, sebisa mungkin menyugesti diri sendiri untuk selalu ceria, senang dan tanpa beban. Topeng perasaan untuk menampakkan wajah yang "i am ok, my students :)"

Ketika anak-anak bertemu dengan guru, tentu banyak hal yang bisa tertebak dan terbaca dari raut muka seorang guru. Terlebih anak-anak yang pemerhati, mereka akan sangat menyadari bahwa ada sesuatu yang berbeda dari guru sekecil apa pun itu. Seakan-akan mereka adalah cermin kita seharian. Dengan topeng itulah, sesungguhnya kita berusaha belajar mensyukuri keadaan setiap hari walaupun sedang merasa susah namun wajah ini terasa menggembirakan, insyaAllah perasaan tenang dan bahagia akan secara otomatis mengikuti. Sebagai pengajar/pendidik memang sebaiknya memiliki template wajah yang menyenangkan suapaya murid-murid betah dan semakin mudah memahami apapun yang disampaikan.

Sunday, 31 August 2014

Semangat Kemerdekaan

Euforia kemerdekaan masih terasa hingga hari ini di penghujung bulan Agustus. Berkahnya Agustus di bulan Syawal insya Allah. Tahun ini Indonesia memperingati hari libur nasional kemerdekaan ke 69. Beragam orang, komunitas maupun instansi yang memeriahkan hari kemerdekaan ini. Banyak juga yang menganggap bahwa Indonesia belum seutuhnya merdeka karena rakyat kecil masih banyak yang kekurangan (katanya), terjadi korupsi secara sembunyi maupun terang-terangan, sekolah masih memerlukan banyak biaya, harga sembako dan kebutuhan hidup semakin naik setiap tahun, nilai mata uang rupiah belum stabil, tingkat pengangguran masih banyak (katanya) dan berbagai macam kabar terbaru sepanjang tahun ini di Indonesia.

Lalu sebagai pemuda dengan usia 19 ke atas, apa yang akan kita lakukan untuk mengisi hari-hari kemerdekaan kita? Karena setelah perayaan hari merdeka dengan lomba-lomba, afirmasi, jalan sehat dan lain sebagainya kehidupan selanjutnya tetap kita jalani sebagai rutinitas biasa. Masing-masing dari kita pasti mempunyai pendapat sendiri sesuai kapasitas dan tujuan hidup yang diharapkan bermanfaat bagi Indonesia. Aamiin.

Dan katakanlah, "Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga RasulNya dan orang-orang mukmin dan kamu akan dikembalikan kepada Allah, Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata lalu diberitakanNya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan." [QS At Taubah:105]

Bendera Merah Putih

Thursday, 21 August 2014

Golden Generation #part 3

Anak kecil yang masih polos belum sepenuhnya menggunakan logika. Mereka lebih peka dalam perasaan, terkadang mereka lebih pandai mengelola rasa, terkadang mereka sangat sensitif melihat atau menghadapi suatu hal yang asing. 

Seperti dua bocah kecil ini yang masih bisa bersyukur dipersatukan dalam lingkup panti asuhan untuk merawatnya. Rasa mereka telah melekat di panti asuhan itu satu sama lain. Seusia mereka kira-kira ada 7-8 anak dan mungkin sudah saling menganggap saudara satu dengan yang lain meskipun pertengkaran, perebutan, monopoli antar anak lazim terjadi XD

Mereka sangat perasa dan belum bisa memaikan rasa. Sehingga jika ada suatu hal yang sekiranya membuat mereka tidak nyaman, secara otomatis anak-anak seusia mereka memasukkan rasa itu ke dalam alam bawah sadar mereka. Rasa suka atau tidak suka kepada seseorang, menyakitkan memang jika kita sulit mendapatkan celah untuk memainkan rasa senang pada hati mereka. Namun, ketika ada satu hal yang bisa menarik hati mereka, tentu mereka merasa nyaman dan senang ketika dekat dengan kita.

Penitipan anak panti asuhan ke pengurus kembali dilakukan karena para pengasuh juga pulang kampung alias mudik. Alhasil anak-anak super (suka perhatian) seperti mereka akan menangis dengan orang-orang baru yang akan mengasuhnya. Jika sebagian orang dewasa saja masih membutuhkan waktu yang lama untuk beradaptasi di lingkungan baru, terlebih anak kecil yang cara pandang berpikir masih sangat sederhana tetapi sudah mengalami kehidupan tanpa diasuh orang tua kandungnya akan lebih sulit dan membutuhkan waktu yang lama beradaptasi seharusnya.

Mengenai bicara atau perkataan, jika pepatah mengatakan "mulutmu harimaumu" karena kata-kata yang keluar dari mulut bisa menerkam hati siapa saja bagi yang mendengarnya juga berlaku untuk anak-anak. Anak-anak juga merasa sensitif dengan kata-kata atau perilaku yang membuatnya tidak nyaman. Karena pada dasarnya, anak-anak itu butuh kenyamanan dan kehangatan dalam setiap perkembangannya.

Masih perlu belajar banyak untuk memahami dunia anak-anak. Waktu ini masih panjang untuk sekedar masuk ke dunia mereka yang penuh rasa.

anak-anak

Tuesday, 29 July 2014

Sayangi Hingga Lanjut Usia

Bagaimana kabar ibu hari ini? Sudahkah kita mengetahui dengan pasti keadaan beliau secara fisik setidaknya? Semoga senantiasa sehat dan tangguh, sehebat ketika kita berada di kandungannya. Ibu memiliki kedekatan yang luar biasa dengan anaknya karena selama 9 bulan 10 hari, ikatan itu semakin menguatkan batin antara ibu dan anak. Sehingga semarah apapun ibu, sepatutnya kita tetap menghormatinya (jika ibu tidak mengajak kita ke arah yang kurang tepat).

Dan berapa umur kita sekarang? Pernahkah kita bertanya bagaimana cerita ketika ibu mengandung kita? Ada banyak kisah yang mungkin tidak sabar untuk ibu ceritakan. Sesedih apapun itu, bahagia, panik hingga berbagai emosi naik turun tidak luput dari kisah beliau. Banyak hikmah dan inspirasi yang bisa kita ambil jika saling berbicara dari hati ke hati. Ibu mana yang tidak suka flash back keheroikan zaman dulu :)

Alhamdulillah jika kita masih bisa mendengar cerita panjang berepisode-episode hingga tahu perjuangan ibu ketika itu. Alhamdulillah jika ibu masih mau menceritakan sedikit rangkaian cerita pendek ketika kita masih belajar segala hal dari nol. Dan masih patut bersyukur jika ibu hanya memberi sedikit kode tentang kita di masa kecil dulu. Tentu harus kita syukuri bahwa berkat Allah SWT melalui ibu kita dapat menghirup udara ini dengan gratis serta merasakan berbagai pengalaman hidup hingga saat ini. Apapun jawaban ibu atau siapapun yang akhirnya memberi jawaban ketika masa kecil dulu, setidaknya membuka mata hati ini untuk senantiasa bersyukur dengan keadaan yang sekarang.

Lalu, bagaimana bakti kita kepada semua (orang tua) yang berperan penting dalam hidup hingga sekarang? Apakah cukup hanya dengan harta yang kita miliki sekarang, hasil jerih payah kerja kemudian kita berusaha penuhi segala kebutuhan (orang tua)?

Mereka bertanya kepadamu(Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, "Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin dan orang yang dalam perjalanan." Dan kebaikan apa saja yang kami kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui (QS Al Baqarah: 215)

Jika dulu semasa kecil kita menginginkan ada orang tua yang selalu menemani hari-hari kita, menunggu di sekolah atau siap menunggu kedatangan kita di rumah, tentu menjadi hal yang lumrah karena kita merasa sangat butuh perhatian dan kasih sayang hangat dari orang tua terutama ibu. Begitu juga ketika pengambilan raport, kita berharap ibu datang ke sekolah untuk bertemu wali kelas kemudian pulang bersama-sama sambil membicarakan hasil laporan belajar selama beberapa bulan di sekolah. Atau mungkin kita hanya bisa memaklumi kesibukan orang tua yang mempunyai waktu senggang di kala akhir pekan atau libur panjang orang-orang kantoran. Tapi sejatinya hati nurani kita menginginkan perhatian lebih dari orang tua. Sesungguhnya masing-masing orang tua mempunyai cara sendiri untuk menunjukkan rasa kasih sayangnya dan ketika kita dewasa seperti ini diharapkan dapat mengambil segala yang baik untuk menjadi contoh dalam berumah tangga kelak.

Sudah memasuki kepala berapa orang tua kita saat ini? Jika dulu orang tua kita bersedia mengajari segala hal mulai dari nol, apakah kita juga masih bersedia membimbing orang tua yang semakin membutuhkan perhatian dilihat dari banyaknya kerutan di wajah, pudarnya pandangan penglihatan, mulai sering menanyakan suatu hal yang tidak hanya sekali kita jelaskan? Terutama bersediakah kita merawat oranh tua ketika keadaannya lemah dan sakit? Aah, saya terlalu banyak kata-kata tapi saya benar-benar banyak belajar dari saudara yang rela merawat ibu yang sudah tidak bisa berjalan, rela memandikan, rela membersihkan BAB/BAK, setia menemani keluar jalan-jalan, siap sedia mendengarkan cerita yang berulang-ulang dan saya rasa banyak kisah inspiratif yang tidak saya ketahui secara langsung. Subhanallah, semoga Allah SWT selalu memuliakam keluarga yang seperti itu. Aamiin.

Orang tua kita juga sangat memerlukan kehangatan sebagai anak-anak yang telah sukses disekolahkan sejak kanak-kanak. Semoga hati kita masih terpaut kuat dengan orang tua terutama ibu, terlebih jika usia mereka sudah menunjukan telah banyak makan asam garam kehidupan ini. Semoga kita (terlebih peringatan untuk saya sendiri) tidak meninggalkan orang tua seorang diri karena salah satu ridho Allah juga terletak pada ridho orang tua.

Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, "Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil." (QS Al Isra': 23-24)
Yogyakarta, 26 Ramadhan 1435H

Tuesday, 22 July 2014

Seminggu Tebar Pesona

Ketika itu, jika ditanya ingin berada di jenjang mana, saya memang tidak menjawab secara eksplisit. Saya tidak terlalu berharap banyak untuk ditempatkan di jenjang mana pun karena pengalaman terhadap bidang pendidikan ini sangat sedikit. Saya hanya mempunyai firasat kemungkinan ditempatkan di jenjang kelas berapa. Dan sesuai dengan hadist bahwa Allah itu sesuai dengan prasangka hamba-Nya, mungkin karena perasaan saya yang sudah condong pada salah satu jenjang hingga Allah pun memberikan secara nyata pada saya :')

Setelah acara Welcome Parent (WP) yang diadakan tiap jenjang dan jenjang kelas 3 dilakukan tanggal 15 Juni 2014, resmi sehari setelah WP, saya telah masuk ke dalam jenjang baru kelas 1 untuk satu tahun ke depan insya Allah. Dilanjutkan dengan agenda rapat kerja untuk pemaparan program/agenda pembelajaran masing-masing jenjang dengan segala aktifitas afirmasi kelas (menghias kelas) untuk menambah semangat siswa di kelas baru mereka terutama bagi siswa kelas 1.

Masih ada pembekalan juga dari yayasan Ukhuwah Islamiyah untuk para pegawai baru di sekolah ini mulai dari pegawai unit SD, SMP, SMA tak terkecuali security, catering, cleaning service serta bagian BMT. Pembekalan selama 4 hari terhitung dari tanggal 26, 27, 28 dan 30 Juli 2014. Materi yang diawali dengan tema orientasi niat & komitmen, dilanjutkan dengan materi excellence service, standar kualitas guru, kompetensi guru serta pemaparan ketrampilan kurikulum 2013 yang lebih melibatkan keaktifan kami dalam presentasi dan juga mengeluarkan pendapat.

Materi-materi pelatihan itu setidaknya sedikit menyadarkan posisi saya saat ini sebagai seorang pendidik. Dan sedikit memberi suntikan rasa percaya diri saya terhadap gelar Ustadzah yang melekat ketika berada di sekolah. Karena gelar itu cukup berat jika disandingkan dengan nama saya ketika berada di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. Sebab sejatinya saya banyak belajar dari sikap dan segala kebiasaan baik anak-anak di sekolah ini.


Saya tidak sabar menunggu hari Senin tanggal 14 Juli 2014. Hari itu adalah hari pertama saya berdiri di depan kelas murid saya yang asli (karena sebelumnya hanya sebagai guru yang menggantikan cuti dan guru pengganti/observer saja). Antara senang dan gugup, terlebih ada insiden dini hari yang hampir membuat saya kehilangan semangat untuk bertemu mereka. Tapi demi melihat wajah-wajah baru di kelas yang baru mereka tempati, saya tida tega dan akan sangat menyesal jika tidak mendapatkan ruang di hati para muris kesayangan saat hari pertama mereka masuk sekolah. 

Canggung, karena saya masih belum menguasai medan anak-anak seumuran mereka, ditambah dengan kehadiran satu orang anak yang menangis karena tidak mau sekolah. Ooh what should i do? ._.

Ternyata memang tidak seseram yang saya bayangkan. Alhamdulillah hanya satu yang menangis tapi saya berharap mampu menyihir anak-anak untuk tetap memperhatikan saya walaupun dengan tambahan backsound tangisan itu. Syukurlah, jam demi jam saya telah terlalui dengan berbagai aktifitas, ekspresi, perasaan, keramaian hari itu. Harapan saya dan partner wali kelas saya di hari pertama adalah supaya memberikan kesan positif bersekolah untuk hari-hari berikutnya.

Hingga negara api menyerang dan mengubah segalanya. Iyaa. Di hari kedua kami sudah mendapatkan laporan bahwa ada seorang nanda yang dijahili temannya (sedikit usil atau minta perhatian ya). Saya sedih, ketika ditunjukkan oleh wali kelas sebuah tulisan dari wali murid karena nanda tersebut mengatakan, "Gini ya rasanya masuk SD, nggak enak." Walikelas saya langsung menanggapi dan mengonfirmasikan pada dua ananda yang bersangkutan. 

Laporan demi laporan tentang nanda dari teman-teman yang lainnya mulai beragam. Ternyata nanda tersebut cukup mengkhawatirkan, setelah di-cross check ke orang tua adalah karena lingkungan sekolah nanda ketika TK kurang kondusif sehingga nanda bersikap seperti itu yang berbeda dari sekolah TK islam teman-teman lainnya. Itu masih menjadi catatan dan PR bagi kami sebagai team teaching di kelas sebab saat ini masih musim libur semester ditambah libur hari raya Idul Fitri.

Namun secara umum kami tetap melakukan tebar pesona selama seminggu sebagai guru mereka yang siap mendampingi sehari-hari di sekolah. Berbagai kegiatan orientasi sebagai aksi tebar pesona untuk mengenal mereka lebih dekat antara lain diawali dengan ta'aruf, membuat kartu nama, muterin sekolah, toilet training, pengenalan clean up(wudhu), membuat afirmasi ramadhan dan serangkaian acara pondok ramadhan selama 2 hari cukup untuk merefresh mereka yang baru memasuki sekolah baru setelah TK. Berbagai kegiatan pondok ramadhan yang dikemas dalam bentuk perlombaan  diharapkan semakin menambah rasa sportifitas dan semangat berkompetisi.

Selama seminggu itu pula, saya merasa tidak hanya berusaha melakukan tebar pesona kepada anak-anak saja tetapi juga orang tua mereka sebagai wali murid. Karena anak-anak yang terbuka dan mempunyai kemampuan bahasa yang sudah terlihat, secara tidak langsung bercerita kepada orang tuanya tentang kejadian selama di sekolah. Orang tua juga mempunyai cara tersendiri dalam menyikapi setiap persoalan anaknya di sekolah. Saya benar-benar banyak belajar hal baru dalam berinteraksi dengan anak-anak maupun orang tua walau hanya dalam waktu seminggi itu. Semoga saya bisa menjadi pembelajar yang cepat untuk meningkatkan kemampuan saya baik di dalam kelas maupun di luar kelas, baik dengan anak-anak maupun dengan orang tua. Aamiin :')

Wednesday, 16 July 2014

Marhaban Yaa Ramadhan

Ramadhan bulan di antara sebelas bulan lain yang sangat dirindukan oleh umat muslim di seluruh penjuru dunia. Bulan yang penuh dengan keberkahan di setiap detiknya jika diiringi tindakan kebaikan. Tahun ini, saya masih banyak belajar di bulan puasa. Belajar melakukan ibadah puasa dengan tidak hanya menahan lapar dan haus tapi juga menahan mata, mulut serta telinga dari segala marabahaya yang menimbulkan berkurangnya makna dari ibadah puasa.

Setiap ramadhan yang saya lalui secara bertahap untuk semakin memperbaiki diri perlahan untuk mencapai ke-istiqomah-an melakukan di sebelas bulan berikutnya. Ramadhan kali ini jelas berbeda dengan ramadhan tahun lalu yang masih menyandang status mahasiswa tingkat akhir 8 semester. Suasana ramadhan saat ini berbeda setiap harinya dibanding ramadhan tahun lalu yang senantiasa terbayang Tugas Akhir dan kelulusan. Tidak terasa sudah memasuki setengah perjalanan ramadhan yang saya rasa memang berbeda jika dibandingkan dengan melalui hari-hari ramadhan tahun lalu.

Yang paling penting adalah menikmati setiap perjalanan ramadhan ini dengan target-target hebat semata karena Allah dan untuk memperbaiki diri ini secara umum. Ramadhan berkah, hidup penuh hikmah insya Allaah.. 

Saturday, 5 July 2014

Syukur Hari Ini

Allah mempergilirkan siang dan malam. Banyak kejadian silih berganti mengisi hari-hari ini. Kejadian menyenangkan, mengasyikan, menggembirakan hingga wajah ini tak lepas dari topeng kebahagiaan. Mulut yang tak hentinya tersenyum, mata yang senantiasa berbinar, pipi yang terkadang memerah hingga mimik wajah yang tidak bisa menyembunyikan rona bahagia. Apakah masih terbersit di hati untuk memuji asma-Nya di setiap detik kebahagiaan itu?

Sedangkan ketika terjadi suatu peristiwa yang membuat hati ini sedih, kecewa, marah hingga perilaku ini seolah menjadi cermin nyata kemuraman, sesering mungkin senantiasa mengadu, melapor dan mengeluhkan pada Allah Sang Pembolak-balik hati. Benarkah begitu?

Jika kita merasa hidup selalu datar-datar saja, mari tengok ke kanan, kiri, atas maupun bawah. Siapa saja yang ada di sekitar kita? Adakah manfaat kehadiran atau ketidak hadiran kita di tengah-tengah mereka?

Masih pantaskah kita mengeluh dengan segala nikmat yang telah Allah berikan setiap detik nafas kehidupan ini. Terkadang kita merasa bisa hidup tanpa bantuan orang lain karena telah menyelesaikan segala pekerjaan sendiri tanpa butuh kehadiran orang lain. Namun sudahkah melihat lebih dalam kerendahan diri ini yang butuh penilaian atas hasil kerja yang kita lakukan. 

Syukur hari ini ketika masih ada orang di sekitar kita yang memberi masukan dan kritik membangun bukan menjatuhkan. Syukur hari ini ketika masih ada orang-orang saling memaafkan, saling mengingatkan kebaikan berada di lingkaran kehidupan kita. Banyak pelajaran yang dapat kita peroleh dari kata syukur sehingga menjadikan diri ini untuk selalu ingat bahwa tanpa Allah SWT, kita bukanlah manusia yang berharga.

Hingga orang-orang di sekitar kita yang telah mengisi interaksi hari-hari ini tiba-tiba meninggalkan kita, apa yang kita rasakan? Sebaik atau seburuk apapun sikap mereka pasti kita akan merasa kehilangan secara tidak langsung dan setiap kejadian itu akan menghasilkan nilai hidup tersendiri tentang syukur berinteraksi dengan orang-orang di sekiling kita setiap harinya. 


Tuesday, 17 June 2014

Pelajaran Ketiga: Kelas 3

Masing-masing dari kita mempunyai orang yang berjasa dalam hidup. Jika ditanya siapa orang itu, setiap orang pasti memiliki jawaban yang berbeda. Tentu saja, karena kebiasaan kehidupan kita juga tidak sama. Tentang siapa orang yang dekat dengan kita setiap hari, tentang bagaimana keseharian kita, bagaimana peran orang di sekitar kita membangun jati diri kita.

Jika kita yang sudah memasuki usia dua puluhan tahun atau tiga puluhan tahun, sudah memiliki anak atau sedang menyusun rencana pernikahan maka kita pun harus siap untuk menjadi ayah atau ibu bagi anak-anak. Kata ayah atau ibu bukan hanya sekedar panggilan saja tapi kita harus menjiwai bagaimana menjadi seorang ibu atau ayah bagi anak-anak kita (nantinya). 

Menurut Ali bin Abi Thalib Ra. ada tiga pengelompokkan dalam cara memperlakukan anak:
  • Kelompok 7 tahun pertama (usia 0-7 tahun), perlakukan anak sebagai raja.
  • Kelompok 7 tahun kedua (usia 8-14 tahun), perlakukan anak sebagai tawanan.
  • Kelompok 7 tahun ketiga (usia 15-21 tahun), perlakukan anak sebagai sahabat.
Ketika saya diberi jadwal observasi ke beberapa jenjang kelas, saya mulai memperhatikan bagaimana manajemen kelas di masing-masing jenjang. Jenjang kelas 3 memiliki pengondisian kelas yang berbeda ketika mereka di kelas 2 atau malah di kelas 1. Rata-rata umur siswa kelas 3 adalah 8 tahun dan merujuk kepada pengelompokan umur di atas bahwa ketika umur 8-14 tahun saatnya memperlakukan anak sebagai tawanan dalam artian menjaga perilaku mereka dengan kedisiplinan dan tanggung jawab. Penekanan untuk memberi arahan kepada mereka siswa kelas 3 harus sedikit kuat / tegas supaya mereka juga tidak bertindak semena-mena di umur-umur berikutnya. Nalar pemikiran mereka sudah jalan dan sesungguhnya jika diarahkan secara tepat, mereka sudah bisa membedakan mana sikap yang baik dan buruk.

Mereka yang sudah mulai paham istilah-istilah kata, mereka yang harus tuntas perkalian, mereka yang harus belajar tanggung jawab sesungguhnya, mereka yang harus banyak belajar tentang kejujuran, Mereka yang sudah menguasai musyawarah. Mereka yang seharusnya sudah paham tentang sholih mendengar dan santun berbicara. Semua itu tidaklah mudah tanpa adanya contoh dari guru masing-masing dan tentu saja pendampingan orang tua di rumah. Jika keduanya berjalan bekerja sama beriringan tidak akan sia-sia hasil dari memperlakukan anak sebagai tawanan.

Saya senang bisa berinteraksi serta belajar banyak hal dari anak kelas 3. Alhamdulillah bisa melihat hasil dari melatih anak kelas 3 untuk bernyanyi di acara Welcome Parent walau dengan sedikit kekhawatiran, anak-anak sudah menampilkan yang terbaik dan mau berlatih dengan maksimal meskipun dengan sedikit paksaan yang tidak berart :v

Monday, 16 June 2014

Andaikan Aku Punya Sayap

Satu .. satu ..
Daun - daun ..
Berguguran tinggalkan tangkainya ..

Satu .. satu ..
Burung kecil ..
Beterbangan tinggalkan sarangnya ..
Jauh jauh tinggi ke langit yang biru ..

Andaikan aku punya sayap, ku kan terbang jauh
Mengelilingi angkasa
Kan kuajak ayah bundaku
Terbang bersamaku, melihat indahnya dunia


Lagu anak-anak yang cukup fenomenal di zaman saya ketika itu (berasa tua sekali ya), mulai dipopulerkan oleh beberapa artis cilik dari ajang menyanyi di televisi swasta. Lagu-lagu seperti ini memang pantas mewarnai auditori anak-anak dibandingkan lagu-lagu dewasa --"

Saya berhasil melatih mereka (anak-anak kelas 3 sejumlah 13) untuk menyanyikan lagu ini :D
Teman-temannya yang lain pun menyukai lagu dengan lirik sederhana, mudah dihafalkan dan easy for listening

Saturday, 7 June 2014

Tanpa Status

Hingga detik ini pun, alhamdulillah dengan seizin Allah masih dapat menikmati takdir untuk menulis seperti malam ini. Suara makhluk-makhluk kecil penjaga malam masih saling bersahutan satu dengan yang lain, menambah ketenangan malam ini.

Suasana malam ini sama seperti suasana kemarin malam. Tidak berbeda dengan suasana malam di bulan kemarin ataupun tahun lalu. Hanya saja perjalanan waktu yang menjadikan setiap cerita di penghujung malam menjadi berbeda.

Suasana hati malam-malam ini pun sudah berada pada tingkat yang berbeda. Statusnya sudah mulai siaga. Siaga apa? Siaga menghadapi tantangan masa depan, siaga bekerja, siaga kuliah lagi dan siaga menikah *eh.
Jadi beginilah rasanya menjadi seorang warga negara Indonesia yang tanpa status pekerjaan. Pelajar / mahasiswa bukan, pekerja juga bukan. Semoga bisa segera mengakhiri masa-masa tanpa status yang jelas. Segera menjadi manfaat untuk orang lain, bukan wisudawan yang masih menikmati masa kejayaan ketika mahasiswa.

30.09.2013

**repost. Ini ceritanya lagi bersih-bersih blog yang zaman dahulu kala ketika beberapa hari setelah kelulusan dan alhamdulillah saya memiliki sedikit kesibukan dalam keseharian saya saat ini pasca dua bulan wisuda di PENS - ITS.

Wednesday, 28 May 2014

Ketepatan Hati

Aku mencoba melangkah
Langkah ragu karena ketidaktahuanku
Langkah yang ku tapaki perlahan
Hingga aku yakin ada petunjuk jalan dalam perhentian langkahku

Jika kau percaya adanya Tuhan
Sudah seharusnya kau percaya bahwa Tuhan tidak pernah tidur
Tuhan yang Maha Tahu
Tuhan yang Maha Satu
Tuhan yang Maha Berkehendak
Berkehendak mengatur semua skenario hidup

Yakinlah di setiap langkah kehidupan ini akan ada banyak cerita
Hentikan langkah ini jika keluar dari jalur rambu-rambu agama
Berikan aku peringatan halus
Karena belum tentu aku bisa menerima dan memahami ujian peringatan lewat sidang di dunia fana ini

Hilangkan keraguanku untuk selalu mematuhi perintah-Mu
Aku hanya manusia lemah di hadapan-Mu
Tanpa bantuan orang lain, kemauan dan hidayah dari-Mu tidak akan mengubah diri kami
Karena Tuhan pemilik hati, siap membolak-balikan hatiku
Ya Tuhan, berikan aku keyakinan agar setiap langkah di jalan-Mu, aku dapat menetapkan hati untuk selalu bersyukur atas nikmat-Mu

Aku percaya adanya Qada' dan Qadar
Aku percaya bahwa Tuhan sesuai dengan prasangka hamba-Nya
Dan aku percaya bahwa Tuhan tidak akan mengubah nasib jika aku tidak berusaha mengubah
Semoga engkau menetapkan hati ini dengan orang-orang tepat untuk senantiasa mengingat-Mu dalam doa dan dzikir




Monday, 26 May 2014

99 Cahaya di Langit Eropa

"Sekarang ini anak-anak makin melupakan sejarah agama. Aku ingin suatu saat nanti, dari awal kedatangan di dunia ini seluruh dunia tahu tiada kebanggaan yang berarti kecuali menjadi muslim. Aku ingin mereka lahir sebagai muslim karena mereka memahami, meresapi, mengenal, menyentuh, merasakan dan mencintai Islam, bukan karena paksaan orang lain. Dan aku ingin mereka tahu bahwa dalam setiap waktu dalam masa depan mereka, mereka akan menemui orang-orang yang berbeda dalam hal kepercayaan, bahasa dan bangsa. Aku akan mengajarkan pada mereka bahwa perbedaan  terjadi bukan karena Tuhan tidak bisa menjadikan kita tercipta sama. Menciptakan manusia homogen itu bukan perkara sulit untukNya. Itu semua terjadi justru karena Tuhan Maha Tahu, jika kita semua sama, tidak ada lagi keindahan hidup bagi manusia. Jadi nikmatilah perbedaan itu" ujar Fatma begitu mantap.

Berikut salah satu cuplikan cerita yang ada di buku novel 99 Cahaya di Langit Eropa. Buku itu memberi penjelasan yang hampir detail sejarah-sejarah Islam di Eropa ketika zamannya namun dikemas dalam suatu dialog percakapan. Karena terkadang, mindset orang-orang terutama pemuda akan malas jika membaca SEJARAH jadi sang pengarang, Hanum Salsabila memberikan kesan tersendiri dalam mengenal sejarah Islam dan memberikan insipirasi dalam melakukan suatu perjalanan travelling kemanapun itu. Agar travelling bukanlah hanya sekedar travelling tapi juga mengambil segala hikmah perjalanannya.

"Mezquita - Al Hambra - Hagia Shopia - Kahlenberg - Blue Mosque - Alcazaba - Masjid Paris - Louvre - Museum Kota Wina "
"Paris - Vienna - Cordoba - Granada - Istanbul - Constatinople"

Beberapa nama tempat dan kota yang bersejarah itu sering disebut dan diceritakan di dalam novel. Ketika pembahasan mengenai Andalusia yang dalam sejarah islam bahwa kita kalah dengan kaum non muslim ketika itu setelah kita berhasil menguasainya. Namun segala sejarah kekalahan itu bukan hanya untuk disesalkan saja tetapi juga sebagai pelajaran untuk kita bagaimana belajar dai kemenangan dan kekalahan kaum muslimin.

Dalam novel tersebut juga lebih menyuarakan agar kita menjadi seorang agen muslim yang baik. Dikisahkan dalam cerita, ada tokoh yang bernama Fatma sebagai teman Hanum yang mentraktir makan empat orang non muslim karena mereka telah menjelek-jelekan bangsa Turki. Jadi, agen muslim yang baik adalah mampu memberikan sesuatu hal dalam kebaikan meskipun sebenarnya kita merasa sakit hati jika agama kepercayaan kita sedang dilecehkan. Semoga itu bisa menginspirasi kita semua dan kemana pun kaki ini melangkah semoga senantiasa berada pada jalur islam yang diridohi Allah. Aamiin.


Monday, 12 May 2014

Nasihat Seorang Arab Kepada Putranya

Wahai putraku ..
Agar engkau menjadi seorang raja yang berwibawa di hadapan manusia..
Janganlah berbicara dalam berbagai urusan kecuali setelah mengecek kebenaran sumbernya
Dan jika seseorang datang membawa berita, cari bukti kebenarannya sebelum dengan berani engkau berbicara

Hati-hati dengan isu .. jangan percayai setiap yang dikatakan,
jangan pula percaya sesuatu yang setengah engkau lihat
Dan jangan engkau mendapatkan cobaan berupa musuh..
Hadapi dengan berbuat kebaikan kepadanya..
Tolak dengan cara yang lebih baik, niscaya permusuhan itu berubah menjadi cinta kasih

Jika engkau hendak mengungkap kejujuran orang, ajaklah ia pergi bersama..
Dalam bepergian itu jati diri manusia terungkap.. penampilan lahiriahnya akan luntur dan jati dirinya akan tersingkap!
Dan "bepergian itu disebut safar karena berfungsi mengungkap akhlak dan tabiat."

Jika engkau diserang banyak orang sementara engkau berada di atas kebenaran.. atau jika engkau diserang dengan kritikan-kritikan buruk .. bergembiralah ..
Sebab meraka sebenarnya sedang berkata: "Engkau orang yang sukses dan berpengaruh," sebab anjing yang mati tidak akan ditendang dan tidak dilempar kecuali pohon yang berbuah

Wahai putraku ..
Jika engkau hendak mengkritik, biasakan untuk melihat dengan tawon lebah .. dan jangan memandang orang lain dengan mata lalat, sebab engkau akan terjatuh kepada perkara yang busuk!

Tidurlah lebih awal wahai puteraku agar bisa bangun lebih awal..
Sebab keberkahan ada di pagi hari dan saya khawatir kehilangan kesempatan mendapatkan rezeki Allah yang Maha Penyayang disebabakan engkau bergadang di malam hari sehingga tidak bisa bangun pagi!

Akan aku ceritakan kepadamu kisah seekor kambing dan serigala, supaya engkau aman dari orang yang berbuat makar
Dana saat seseorang memberikan tsiqah-nya kepadamu, jangan sampai engkau mengkhianatinya!

Akan aku ajak engkau ke sarang singa .. akan aku ajarkan bahwa singa itu tidak menjadi raja hutan dikarenakan aumannya!
Akan tetapi  karena ia berjiwa tinggi!
Tidak mau memakan hasil buruan binatang lain betapa pun ia lapar dan perutnya melilit-lilit..
Jangan mencuri jerih payah orang lain.. sebab engkau menjadi keji!

Akan aku ajak engkau menemui bunglon .. agar engkau menyaksikan sendiri tipu dayanya!
Bunglon menguabh warna dirinya sesuai dengan tempat ia berada..agar engkau mengetahui  bahwa yang seperti bunglon itu banyak dan berulang-ulang!
Dan bahwasanya ada orang-orang munafik.. banyak pula manusia yang berganti-ganti pakaian dan berlindung di balik alasan "ingin berbuat baik."

Wahai putraku..
Biasakan engkau bersyukur kepada Allah!
Cukuplah menjadi alasan untuk bersyukur kepada-Nya bahwa engkau dapat berjalan, mendengar dan melihat!
Bersykurlah kepada Allah dan syukuri pula manusia..
Sebab Allah akan menambah orang-orang yang bersyukur
Dan manusia senang saat mendapati seseorang yang diberi sesuatu lalu orang itu menghargainya!

Friday, 9 May 2014

Sabar

Sabar
Katanya mudah
Namun bisa kah melakukannya dengan mudah

Sabar
Lima alfabet yang pendek
Sependek itu juga kah kesabaranku

Sabar
Nasihat yang sering kudengar
Sering juga aku abaikan

Sabar
Berapa lama aku bersabar
Sesabar aku menunggu waktu di kala luang
Sesabar aku menunggu yang lain di kala butuh

Sabar
Kata yang maknanya luar biasa 
Sesabar ibu yang mendidik dengan luar biasa

Sabar
Perulangan kata yang sering kutemui dalam Al Quran
Berulang kali aku melatih sabarku

Sabar
Waktu yang bisa menjawabnya
Ketika aku berhadapan denganmu
Maafkan aku, Nak
Yang menganggap sabar semudah aku mengejanya

Seorang anak hingga usia 7-8 tahun memang harus membutuhkan perhatian khusus ditambah dengan kesabaran yang ekstra. Karena usia-usia seperti mereka sangatlah mudah mengingat ke dalam memori jangka panjang / alam bawah sadar mereka. Usia mereka yang sangat produktif dan aktif terkadang membuat orang lain menjadi mudah marah, emosi dan sangat tidak sabar. Saya selalu akan merasa bersalah, jika sudah memerintah dengan sedikit paksaan padahal saya juga mengerti bahwa mereka terkadang belum mempunyai keberanian dalam melakukan sesuatu. Hingga mungkin saya sendiri baru menyadari bahwa di situlah letak kesalahan saya, belum mendidik secara bertahap dan halus supaya menjadikan mereka tidak menjadi generasi yang tanpa kepercayaan diri. 

Mari menjadi pendidik yang tidak hanya sekedar melakukan kewajiban mengajar saja tapi juga kewajiban mendidika moral mereka dengan senantiasa belajar memperbaiki diri kita. Seperti cermin, anggaplah bahwa anak didik yang di depan kita adalah diri kita sendiri maka tegakah kita memperlakukan di luar batas kemampuan dan pemikiran mereka.

Thursday, 8 May 2014

One Day One Juz

Istilah yang sedang ramai disiarkan di dunia nyata maupun melalui jalur dunia maya. Ketika suatu hal baru itu muncul, biasanya menimbulkan pro dan kontra yang dihasilkan. One Day One Juz (ODOJ), istilah sederhana namun maknanya membuat orang menjadi tertantang melakukannya. Yap, satu hari satu juz yaitu menghabiskan membaca Al Quran atau tilawah 1 juz per hari. 

Konsistensi membaca Al Qur'an setiap hari memang membutuhkan latihan. Apalagi yang belum terbiasa untuk membaca setiap hari kemudian seakan dipaksakan menjadi satu juz dalam sehari. Terasa bersemangat di awal namun bisa berguguran kembali jika niat untuk melakukannya belum terbangun dengan baik. 

Jika merasa belum mampu membacasatu juz dalam sehari, boleh diawali dengan setengah juz sehari namun diberi tenggat waktu hingga target minimal satu juz dalam sehari bisa tercapai. Syukur alhamdulillah, apabila ditambah dengan membaca terjemahan hingga kita dapat merenungi *SelfReminder* dan tidak lupa untuk menambah hafalan bacaan Al Qur'an. Malu jika dibandingkan dengan anak kecil SD kelas 1 yang sudah berhasil menghafalkan juz 30 jika dibandingkan umur saya yang beberapa tahun lagi mencapai seperempat abad T.T

Aktivitas yang baik jika dilakukan secara berulang-ulang selama minimal 1 bulan saja, InsyaAllah akan menjadi suatu kebiasaan baik yang jika ditinggalkan mengakibatkan ada sesuatu yang hilang. Segala sesuatunya tetap harus diawali dengan niat yang ikhlas beribadah untuk mendekatkan diri kita pada Allah. Karena salah satu yang dapat menjaga akhlak kita itu juga dari seberapa intensif interaksi kita dengan Al Qur'an.

Bisa dibayangkan, betapa berkahnya negeri ini jika para pengusaha muslim yang berkembang setiap malam hari dapat menyelesaikan bacaan Al Qur'an satu juz. Betapa santunnya negeri ini, jika para muslim pemegang pemerintahan mengisi waktu luangnya dengan menghabiskan bacaan Al Qur'an satu juz dalam sehari. Betapa kokohnya negeri ini jika para pemuda muslim bersedia mendahulukan tilawah minimal satu juz setiap hari.

Alhamdulillah, ada suatu gerakan yang dimulai dari komunitas kecil untuk membuat suatu sarana yang memudahkan setiap muslim/muslimah membiasakan membaca Al Qur'an satu juz dalam sehari. Komunitas ODOJ yang memanfaatkan teknologi melalui media whatsapp atau blackberry mesengger.

Subhanallah, Grand Launching One Day One Juz yang terlaksana pada 5 Mei 2014 mendapatkan apresiasi sangat besar dari muslim/muslimah di Indonesia sebagian besar hingga mendapatkan rekor dunia untuk komunitas dengan anggota terbanyak. Semoga para anggota aktif ODOJ tersebut senantiasa mendapatkan kemudahan disebabkan sering berinteraksi dengan Al Qur'an. Aamiin.

Dan yang masih menjadi PR adalah bagaimana implementasi bacaan One Day One Juz dalam kehidupan keseharian? Semoga kita senantiasa istiqomah berada di jalan kebenaran yang penuh rintangan baik dari diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Friday, 18 April 2014

Cinta Tanpa Definisi

Seperti angin membadai. Kau tak melihatnya. Kau merasakannya. Merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun. Atau merangsang amuk gelombang di laut lepas. Atau meluluhlantakkan bangunan-bangunan angkuh di pusat kota metropolitan. Begitulah cinta. Ia ditakdirkan jadi kata tanpa benda. Tak terlihat. Hanya terasa. Tapi dahsyat.

Seperti banjir menderas. Kau tak kuasa mencegahnya. Kau hanya bisa ternganga ketika ia meluapi sungai-sungai, menjamah seluruh permukaan bumi, menyeret semua benda angkuh yang bertahan di hadapannya. Dalam sekejap ia menguasai bumi dan merengkuhnya dalam kelembutannya. Setelah itu ia kembali tenang: seperti seekor harimau kenyang yang terlelap tenang. Demikianlah cinta. Ia ditakdirkan jadi makna paling santun yang menyimpan kekuasaan besar.

Seperti api menyala-nyala. Kau tak kuat melawannya. Kau hanya bisa menari di sekitarnya saat ia mengunggun. Atau berteduh saat matahari membakar kulit bumi. Atau meraung saat lidahnya melahap rumah-rumah, kota-kota, hutan-hutan. Dan seketika semua jadi abu. Semua jadi tiada. Seperti itulah cinta. Ia ditakdirkan jadi kekuatan angkara murka yang mengawal dan melindungi kebaikan.

Cinta adalah kata tanpa benda, nama untuk beragam perasaan, muara bagi ribuan makna, wakil dari kekuatan tak terkira. Ia jelas, sejelas matahari. Mungkin sebab itu Eric Fromm ~dalam The Art of Loving~ tidak tertarik ~atau juga tidak sanggup~ mendefinisikannya. Atau memang cinta sendiri yang tidak perlu definisi bagi dirinya.

Euforia April 2014

Selamat Datang bulan April!

Ah seakan mengatakan selamat datang pada diriku sendiri. Bulan yang paling aku nantikan setiap tahun karena aku menyadari bahwa kesempatan hidupku semakin berkurang dan semakin bersyukur karena Allah memberi setiap kesempatan hidup hingga saat ini.

Tahun ini aku sudah membayangkan perbedaan euforia bulan April jika dibandingkan 4 tahun sebelumnya bersama ADT. Berbeda karena sudah melepaskan status mahasiswa dan di bulan April 2014 seakan membuka kedok siapa kita sesungguhnya (yang akan terdeteksi setiap 5 tahun sekali). Aku merasa sedikit terhibur karena ada yang memulai mengucapkan selamat kepadaku, berarti masih ada orang-orang yang mengingatku. Terima kasih Ibu, Bapak, Saudara-saudaraku, seorang teman yang jauh di sana dan tentunya ADT :')

Tapi kejadian itu juga menamparku bahwa aku bukan siapa-siapa untuk selalu diingat tentang segala hal pribadiku. Dan mengapa aku sibuk memikirkan berapa orang yang memberi ucapan selamat padaku dibandingkan memikirkan berapa banyak orang yang sudah aku bantu setiap hari, berapa banyak orang yang sudah aku repotkan dan aku sakiti hatinya secara sengaja maupun tidak sengaja setiap harinya. Aku juga jarang mengingat hal pribadi teman-teman lalu apakah aku pantas mengharapkan sesuatu hal yang lebih? Tentu saja tidak, karena itu sebanding dengan sikapku.

Semakin dewasa seharusnya semakin mendewasakan pikiranku juga bahwa aku harus mencapai target-target kebaikan lebih banyak dan lebih baik lagi. Target-target kehidupan yang lebih bermanfaat lagi bagi orang lain, bukan saatnya untuk hanya memikirkan diri sendiri atau kepentingan pribadi seperti sebagian anak ABG. Jika ditelusuri lagi setiap tingkah dan sikapku, aku menjadi malu sendiri karena masih belum bisa mencapai targetan kecil sehari-hari. Dan sungguh hari-hari di bulan April ini semakin membuatku untuk intropeksi diri terhadap segala hal yang telah aku lakukan sebelumnya maupun segala impian target yang terpampang di depan.

Sunday, 30 March 2014

Teman Lama

Mungkin kau mempunyai arti sendiri dengan kata "teman lama". Apakah karena kita memiliki waktu intensitas yang sangat lama dalam berteman atau waktu yang sangat lama di kala itu yang telah merekam setiap kejadian kekanak-kanakan kita ketika dulu dan memori kita mencoba mengingatnya. Dulu? Sekarang pun aku merasa tetap kekanak-kanakan jika kita bertemu. Karena sikap itu tetap melekat jika aku, kau dan kita mulai asyik bercerita keadaan sekarang meskipun saat ini memiliki situasi dan orang-orang yang sangat berbeda jauh dengan kita yang dulu.

Jarak memang membatasi aku, kau dan kita kecuali yang memang perkecualian :). Namun intensitas komunikasi kita tidak berubah malah lebih sering dibandingkan ketika menghabiskan waktu hampir setiap hari di kelas, kantin, hall d4, parkiran, kamar mandi tidak terkecuali di depan ataupun di dalam musholla.

Selalu ada saja kejadian kecil yang mampu melesatkan pikiranku untuk menghubungkan memori kejadian denganmu ketika itu. Karena hampir setiap hari aku, kamu dan kita menghabiskan waktu bersama seharian sampai sore mungkin ada tambahan kegiatan lain yang menyebabkan intensitas kebersamaan kita semakin banyak. Tentu saja setiap kejadian itu sedikit sulit untuk dilupakan begitu saja, terutama satu tahun terakhir menjelang perpisahan kita, intensitas kita semakin sering meskipun aku juga sering menghilang sendiri karena ke-sok sibuk-an *kalian bilang seperti itu*.

Aku juga sering merasa bersalah jika ternyata waktu kebersamaan kita yang cukup lama itu malah membuatku semakin lama untuk berusaha mengenalmu. Aku cukup sedih ketika aku tidak terlalu paham seluk beluk keluargamu padahal kau dengan detail dapat menceritakan segala tentangku, teman lama yang macam apa aku ini ya. Maafkan aku. Meskipun terkadang akau pernah merasa sakit hati dengan perkataanmu yang aku sangat tahu bahwa kamu tidak sungguh-sungguh membenciku ketika itu.

Aku, kamu dan kita telah terpisahkan oleh jarak dan waktu sekarang ini. Tapi sepertinya aku tidak merasakan jauh dengan kalian karena alat komunikasi yang semakin canggih tetapi tetap saja aku merasa pasti tertinggal suatu hal tentang pribadimu jika tidak ada yang memancing membuatku penasaran untuk segera bertanya detailnya padamu.

Aku, kamu dan kita memang teman lama tetapi kebersaaman kita tidak akan kadaluarsa insyaAllah jika kita berada dalam paham agama yang sama dan tetap bersemangat membuat jejak-jejak baru dalam setiap kebaikan.

#Apapun Yang Terjadi Kalian Tetap Mengasyikkan

Pelajaran Kedua: Kelas 4

Proses magang atau on job training digunakan sebagai proses pembelajaran bagi orang-orang yang baru memasuki lingkungan pekerjaan yang setiap perusahan atau bidang pekerjaan punya masa magang yang berbeda. Begitu juga dengan tempat saya mengabdikan diri (Insya Allah). Sedang menjalani proses magang mulai bulan Februari 2014. Di pertengahan bulan itu, saya diminta tolong untuk bertugas di jenjang kelas 4 kurang lebih selama satu minggu.

Jika saya sudah terbiasa dengan kondisi siswa kelas dua dan pernah mencoba bagaimana memegang pengelolaan kelas satu, ketika berada di kelas empat sempat ada perasaan ragu dan tidak percaya diri untuk berdiri di depan mereka karena saya tahu pemikiran mereka pasti sedikit lebih matang dibandingkan adik-adik di jenjang kelas bawah. Perasaan canggung itu sangat jelas sekali dan sesungguhnya saya takut menghadapi anak-anak kecil itu *konyol* takut kalau tidak bisa mengambil hati mereka di awal pertemuan. Meskipun ada yang memberi masukan untuk banyak memberikan ice breaking untuk anak,tambah membuat semakin bingung karena ilmu tentang hal sederhana seperti itu pun masih kurang.

Akhirnya saya punya inisiatif untuk ke perpustakaan sekolah mencari bacaan yang berhubungan dengan kegiatan yang menunjang ilmu saya sehari-hari di sekolah. Yaitu ice breaking.

Selain itu mencoba kedekatan dengan mereka melalui saling bercerita, itu menjadi salah satu hal efektif karena rata-rata dari mereka memang ingin mendapatkan perhatian (untuk murid putri). Jika murid putra memang sepertinya perlu diberikan ketegasan terutama untuk anak-anak yang sangat ingin mendapat "perhatian". Namun saya sendiri belum berani untuk bertindak terlalu tegas karena saya masih belum berpengalaman dan saya takut jika tindakan saya disalah artikan anak-anak padahal saya hanya guru baru yang sedang melakukan magang.

Tingkat pengelolaan kelas dalam satu jenjang kelas 4 pun berbeda antara satu dengan yang lain. Dan saya mendapatkan banyak pelajaran ketika melakukan observasi atau melihat guru-guru mereka yang sesungguhnya mengajar mereka. Ini masih proses pembelajaran yang akan saya nikmati untuk mengembangkan kemampuan saya yang sangat berbeda dengan sistem kuliah sehari-hari dengan sangat sering berhadapan dengan komputer.

Sunday, 2 March 2014

Panjenengan Kapan?

X: Kalo panjenengan kapan?
Y: Belum, Ustadz. Belum.
X: Belum gimana?
Y: Belum mikir. 
X: Ooh.

Bahasan yang berat tapi kalau dibuat bercandaan, sepertinya tidak akan ada habisnya. Apalagi menyangkut tentang bersatunya dua insan manusia untuk menggenapkan separuh agama islam dalam pernikahan. 

"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan Dia menjadikan di antaramu rasa dan kasih sayang. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir." [QS. Ar-Rum: 21]

Perbincangan singkat di atas sebenarnya agak sensitif. Bukan berarti saya belum memikirkan sama sekali tapi saya selalu bingung memberikan jawaban diplomatis mengenai hal tersebut. Saya percaya bahwa "tanda-tanda" itu akan datang. Biarkan Allah yang menetapkan skenario selanjutnya supaya ketika saya ditanya kapan, akan saya jawab insyaAllah segera, mohon doanya :3

Mama Bunda Umi Apapun Namanya

Melihat paras nan teduh
Suara sejuknya
Tegarkan diriku
Betapa suka jiwa nanda
Ceria hatiku bersamanya

Mencium Aroma Lezat
Terbayang masakan tercipta nikmat
Betapa suka jiwa nanda
Ceria hatiku bersamanya...

Bersama seorang wanita
Yang telah melahirkan nanda
Bersama seorang mama...
bunda...
ummi apapun namanya

Bersyukur kepada Allah
Bibir ini mengucap Hamdallah
Cintanya...
kasihnya...
semuanya
Dia beri dengan tulus

Walaupun terkadang Ummi alpa
Kadang dia juga suka marah-marah
Tapi ummi tetap yang terbaik bagi nanda
Selamanya....

*pertama denger nasyid The CS ini langsung pengin download. Liriknya sangat menyentuh dan langsung jadi terharu.

Friday, 7 February 2014

Pelajaran Pertama: Kelas 1

Awalnya memang tidak sengaja untuk menceburkan diri di dunia pendidikan anak-anak seperti ini. Tapi yang aku tahu bahwa langkah awal akan menjadi penentu tujuan langkah berikutnya. Dan itulah yang terjadi padaku. Aku tidak bisa menolak sebagian besar pikiran dan perasaan yang mencondongkan untuk tetap berada di sekolah islam terpadu tersebut. Bisa dibilang jatuh hati pada pandangan pertama tapi pandangan pertama itu belum menggerakkanku. Hingga pada pandangan berikutnya aku memutuskan untuk bergabung lebih lanjut di dunia pendidikan anak. Padahal latar belakang pendidikan saya tidak memiliki hubungan ><

Kontrak awal memang berada di kelas 2, namun ketika kontrak itu berakhir dan aku ingin melanjutkan lagi. Tidak menjadi masalah, karena insyaAllah akan ada guru-guru yang cuti atau tidak masuk dan membutuhkan pengganti guru untuk mengajar. Istilahnya adalah saya diberi kesempatan untuk belajar di jenjang berapapun.
Ketika diminta untuk menggantikan guru kelas 1 yang sedang sakit tentu aku tidak sabar bertemu dengan murid-murid kelas satu yang imut, sholih dan sholihah. Subhanallah bergabung dengan guru-guru kelas 1 yang serba super. Super sabar, super kreatif, super pintar dan kesuperan lainnya dalam menghadapi kelas 1.

Perbedaan mengajar di kelas 1 dan  adalah mereka adik kelas 1 lebih penurut dalam diatur jika dibandingkan dengan anak kelas 2 secara umum. Adik kelas 1 juga lebih antusias menerima pelajaran secara keseluruhan. Saya hanya baru bergabung sehari dengan pejuang kecil penuh semangat dan saya yakin perjuangan guru-guru kelas 1 sungguh luar biasa dalam proses belajar mengajar di sekolah dasar islam terpadu Al Uswah yang berusaha mencetak generasi rabbani melalui character building.

Sunday, 2 February 2014

Can - to the - Tik

Oh My -to the- God
Hellloooow
Apaa ciyuuss??

Dan sederet kata-kata lain yang tidak baku dan serba tidak praktis telah beredar luas di kalangan masyarakat pada zaman ini. Budaya yang disebut alay mulai muncul akhir-akhir ini. Saya tidak begitu paham, bagaimana budaya bahasa alay tersebut lahir. Tapi perkembangannya begitu cepat dan menjalar ke area mana saja terlebih para anak muda yang sedang ingin diakui jati dirinya. Apalagi sampai ada yag mengatakan bahwa jika tidak alay, maka tidak gaul. Jadi yang saya pahami ketika beberapa tahun silam adalah bahasa alay memiliki target anak remaja ataupun dewasa.

Dampak bahasa alay begitu hebat, ditambah majunya teknologi yang membantu pertumbuhan dan perkembangan bahasa alay secara cepat. Dan ternyata, tidak hanya berdampak pada remaja atau dewasa saja, ada ibu-ibu juga yang tertular dan yang paling sedih adalah anak-anak kecil terutama perempuan terkena virus bahasa alay. T.T

Sedih ketika mendengar murid-murid kelas 2 SD menirukan gaya-gaya alay anak sekolahan sinetron. Mereka yang masih polos, terkadang belum bisa membedakan mana yang patut ditiru atau tidak kemudian menelan mentah-mentah segala hal yang ditayangkan sinetron alay akan menjadi korban pencucian otak secara dini oleh sinetron alay.

Sepertinya media televisi mempunyai peran penting dalam setiap keluarga. Orang tua dan keluarga harus membuat aturan bijak dalam menyikapi setiap tayangan televisi untuk anak. Karena sebagian sinetron yang tayang saat ini adegannya berlebihan jika berkisah seputar anak sekolahan ataupun kehidupan sehari-hari suatu keluarga dengan tetangga.

Senantiasa memperhatikan pergaulan anak juga sangat penting, terlepas dari tempat belajar di sekolah sehari-hari. Seorang guru yang melihat tingkah anak-anak menirukan gaya sinetron alay hanya bisa mengingatkan saja karena yang bisa mengubah menjadi kebiasaan lebih baik adalah peran orang tua yang paling utama.

Naudzubillah, jika anak-anak kita nanti *berasa saya sudah punya anak ><* besar dan dewasa dari sinetron alay. Tidak serius bekerja, belajar atau berdedikasi apalagi beribadah.

Sunday, 12 January 2014

Tulisan: Menjadi Seseorang

Berapa umurmu sekarang. Umur kita semua yang sedang membaca satu halaman tulisan ini? Mungkin 19, mungkin 24, atau 25. Saat ini, apa yang kita pikirkan tentang masa depan bermacam-macam. Berbeda setiap orang. Berbeda setiap waktu.
Kelak, 5 sampai 10 tahun lagi. Ketika saat ini kita semua hanya saling tahu atau sekedar tahu melalui dunia maya. Beberapa diantara kita mungkin akan ada yang tengah sibuk memikirkan strategi terbaik dalam sebuah permasalahan bangsa. Sibuk di rumah sakit melayani pasien-pasiennya. Sibuk berkeliling negara. Mengajar di sebuah sekolah yang penuh dengan anak-anak. Atau sedang sibuk dirumah mengajarkan anak-anak membaca.
Masa depan adalah milik kita semua. Kita akan menggantikan generasi yang besok akan lengser dari kursi direktur BUMN, lengser dari posisi-posisi strategis di berbagai lini. Mengisi kekosongan guru di sekolah-sekolah. Mengisi berbagai macam kehidupan.
Jika saat ini kita hanya saling tahu atau sekedar tahu melalui dunia maya. Mungkin, orang yang saat ini kamu baca setiap hari tulisannya kelak akan menghilang-tiada. Atau sebaliknya, menjadi seseorang yang namanya tersiar dimana-mana. Atau bisa jadi menjadi teman dekat, bahkan bisa jadi teman hidup.
Kelak, setiap dari kita akan menjadi seseorang. Seseorang yang bergerak dalam garis hidupnya masing-masing. Membangun negara terkecil berupa keluarga. Menjadi baik atau buruk masa depan pun berada di tangan kita masing-masing. Ditangan laki-laki yang kelak akan menjadi ayah dan kepala rumah tangga. Apakah dari tangannya tercurah harta yang halal atau haram. Apakah dalam memimpin negara terkecil berlaku adil. Ditangan perempuan yang akan menjadi ibu dan pendamping laki-laki. Apakah ditangannya akan menjadi semakin hebat generasi berikutnya. Anak-anak yang akan dilahirkannya.