Sunday, 18 August 2013

Perumpamaan Tulang Rusuk

Dalam buku Tanya-Jawab, Prof.Dr.HAMKA menjawab sebuah pertanyaan tentang apakah benar perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki (adam) :
Tidak ditemukan satupun ayat dalam Quran yang mulia bahwa perempuan diciptakan dari tulang rusuk seperti yang kita yakini selama ini. Tidak pula Al Quran mencerita tentang nabi Adam yang tidur kemudian dicabut satu rusuknya untuk kemudian dijadikan Siti Hawa. Dan hadist yang sahih untuk menjadi pegangan kepercayaan tersebut pun tidak ada.

Adapun Al Quran mengatakan demikian :
Wahai manusia, taqwalah kamu kepada Tuhan kamu yang telah menjadikan kamu dari diri yang satu dan dijadikan pula dari padanya istrinya dan diperkembangkan daripada keduanya laki-laki dan perempuan yang banyak ( An Nisaa : 1 )
Tidak disebutkan bahwa perempuan diciptakan dari rusuk, adapun Al Quran dalam ayat ini menerangkan bahwa seluruh manusia adalah nafsin wahidatin, berasal dari diri yang satu. Artinya laki-laki dan perempuan itu pada hakikatnya berasal dari satu asal. Pada permulaan embrio pun tidak diketahui janin itu laki-laki atau perempuan, kerumitan penentuan jenis kelamin setelah beberapa bulan dalam kandungan melalui sistem kromosom XY dan XX pun menjadi sebuah pengakuan betapa Maha Suci Allah atas segala ilmu.

Dalam diri laki-laki ada unsur perempuan, dalam diri perempuan pun ada unsur laki-laki. Praktik operasi jenis kelamin yang dilakukan saat ini menunjukkan secara nyata adanya unsur-unsur itu. Pemisahan laki-laki dan perempuan dalam islam diperjelas dengan aturan dan syariat. Ayat yang menjelaskan kejadian manusia dari sejak dia mani-nuthfath-‘alaqah-mudh ghah sampai lahir ke dunia pun telah ditemukan dalam Al Quran dan sudah jelas, tidak ada yang menjelaskan bahwa Perempuan berasal dari tulang rusuk.

Akan tetapi ada dalam hadist Rasulullah yang menyebutkan pencipataan perempuan dari tulang rusuk.
Dari Abu Hurairah r.a berkata dia, berkata Rasulullah SAW,"Perlakukanlah perempuan dengan sebaik-baiknya. Karena sesungguhnya perempuan itu dijadikan daripada tulang rusuk, dan sesungguhnya yang sebengkok-bengkoknya tulangrusuk ialah bagian atasnya. Maka jika engkau mencoba meluruskannya, patahlah dia. Dan jika engkau biarkan saja, tetaplah dia pada bengkoknya. Maka perlakukanlah perempuan sebaik-baiknya. (HR Bukhari - Muslim)

Namun hadist ini didukung dengan dengan pernyataan yang lebih jelas bahwa tulang rusuk adalah sebuah perumpamaan.
Perempuan seumpama tulang rusuk, jika engkau luruskan dia, niscaya engkau mematahkannya. Dan jika engkau bersenang-senang dengannya, namun padanya selalu ada kebengkokan. (HR Bukhari-Muslim)

Perumpaan perumpaan seperti itu digunakan untuk menjelaskan perempuan dengan halus. Dan perumpaan tulang rusuk memang sangatlah tepat. Yang perlu kita pahami sejak awal, bahwa bukan dari tulang rusuklah perempuan diciptakan.
Akan tetapi hal ini bukanlah sebuah hal yang pokok dalam aqidah. Hamka menjelaskan pendapatnya bahwa tidak akan menjadi kafir atau fasik apabila kita berpendapat perempuan terjadi dari tulang rusuk laki-laki.
Maha Suci Allah atas segala ciptaan-Nya.

sumber: Tanya-Jawab , Prof.Dr.Hamka. From http://kurniawangunadi.tumblr.com

No comments:

Post a Comment