Saturday, 20 July 2013

Tugas Dakwah Pertama

Dakwah itu apa sih? Kenapa harus ada dakwah? Siapa saja orang-orang yang terlibat? Sebagian dari kita mungkin asing dengan hal itu atau mengetahui tapi hanya sebatas pengertiannya saja *kan bisa searching di google*

Pengertian dakwah itu sangatlah luas bukan hanya menyampaikan saja namun tidak ada tidak lanjutnya. Bukan hanya mengajarkan atau mempelajari lingkup agama saja. Bukan hanya orang-orang yang sudah paham tentang agama saja tapi justru tantangannya berada pada orang-orang yang benar-benar belum paham, bukan mengetes.

Pada zaman Rasulullah telah ada perintah atau penugasan untuk dakwah yang pertama. Simak ulasan berikut ini yang saya dapatkan dari kajian Majelis Jejak Nabi di Masjid Al Falah setiap bulan di minggu kedua insyaAllah.
 
Dijelaskan dalam QS Asy Syuara 214-216:

Terdapat dalam surat Asy Syuara 214 bahwa terdapat perintah untuk memberi peringatan kepada orang-orang terdekat, kerabat. Rasul sebagai subjeknya seorang yang memberi peringatan, membawa kabar gembira, membawa pelita cahaya sebagai teladan mendakwahkan kepada istrinya terlebih dahulu, anak-anaknya, sahabat terdekatnya, Bani Hasyim,, Bani Muthalib (Mengapa mereka sebagai pemilik kekerabatan terdekat dengan Rasul? Karena kedua bani tersebut membela Rasul baik sebelum beriman maupun ketika sudah beriman). Namun terkadang di satu sisi terdapat orang-orang yang akrab dengan kita bisa menjadi penentang dakwah kita seperti Abu Lahab di zaman Rasul.

Di dalam surat Asy Syuara ayat 215 diterjemahkan bahwa tundukanlah diri, bersikap rendah hati terhadap orang-orang yang mengikutimu di antara orang-orang yang beriman. Seorang Rasul saja sebagai pembawa cahaya diperintahkan untuk rendah hati, terlebih kita yang hanya sebagai penyambung dari sang penyampai risalah. 
Kesombongan adalah bencana. Orang yang ditimpa kesombongan, tidak pantas dikasihani sedangkan kerendahan hati adalah nikmat yang tidak akan didengki oleh orang yang ditimpa kenikmatan.
Orang yang akan menjadi sayyid adalah orang yang menjadi pelayan bagi orang lain. Pemimpin bukan dilihat dari berapa banyak yang melayani tapi selayaknya adalah berapa banyak orang yang dilayani dengan jabatan itu.

Friday, 19 July 2013

Hitungan Hari

19.07.13

Momen esok hari tanggal 25 Juli 2013 adalah hari yang ditunggu dan dikenang ketika maupun tidak ketika menyandang status sebagai mahasiswa. Do'a, usaha, do'a dan pasrah. Maha Besar Allah yang tidak hanya melihat hasil dari usaha itu semata tapi juga cara berusaha terutama niat untuk berusaha. Karena niat itu merupakan poros atau ukuran segala sesuatunya. Dari niat itu juga yang membedakan manakah kebiasaan dan mana ibadah.

Niat itu juga yang menguatkan agar tetap bertahan dan mendukung satu dengan yang lain untuk berjuang bersama di hari H eksekusi setelah countdown hitungan hari telah habis. Lagi-lagi belum bisa mendeskripsikan perasaan yang lebih hebat dibandingkan beberapa bulan lalu masih dengan kejadian yang hampir sama. 

Tidak akan ada yang bisa menyalahi takdir Allah dalam hitungan hari ini. Meskipun countdown sudah habis nanmun Allah belum memberi keputusan untuk menjalaninya, tidak akan ada yang mampu menyalahi takdir Allah. Sekuat apapun usaha kita, tetap Allah yang memiliki kehendak dan kuasa atas segala yang ada di bumi ini. Segala daya dan upaya dalam melalui hitungan hari ini, tidak akan bisa dilepaskan tanpa ikatan yang kuat dengan Allah SWT. 

Semoga senantiasa dimudahkan dalam segala urusan, tidak ada kata mengeluh lagi. Karena segala ujian ini tidaklah sebanding dengan ujian di zaman Rasul dan sabahat ketika berperang melawan kaum Quraisy. Tidak ada yang pantaskan untuk bergantung kecuali semata kepada Allah kita kembalikan segala urusan setelah kita mencoba menghadapinya. Hitungan hari ini akan berubah menjadi detik pada tanggal 25 Juli 2013.

Sunday, 14 July 2013

Reminder Ramadhan

Don’t let this Ramadan be just a holiday of rituals. Don’t finish reading the Quran without it transforming you. Don’t feed your body at suhoor, but starve your heart of Qiyam. Don’t reduce this downpour of mercy to just a month of sweets and lavish iftars. Seek Him, you will find. Take a sincere step towards change, transformation, redemption. If you do, you will find Him in front of you. Find Him this month. He’s been there all along. Closer than your jugular vein. Look and you’ll find. Walk and you’ll arrive.
- Yasmin Mogahed

Barakallahu Ramadhan

Menjelang pertengahan bulan Juli dan sudah hampir satu minggu berlalunya ramadhan. Subhanallah Allah masih memberi kesempatan untuk bertemu dan menikmati segala berkah yang berlimpah di bulan ramadhan. Di saat setiap orang berlomba-lomba dalam mengejar setiap kebaikan yang tersebar. Memanfaatkan setiap momen untuk mengisi hari-hari ramadhan. Semuanya terasa berbeda karena tidak hanya dinanti oleh umat muslim di Indonesia saja tapi umat muslim di seluruh belahan dunia mengharap keberkahan bulan ramadhan insyaAllah. Meskipun rentang waktu berpuasa di setiap negara berbeda-beda. Namun semua tetap dijalani dengan penuh pengharapan keberkahan dari Allah SWT.

Pernahkah kita terpikiran harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan maksimal jika ingin menyambut tamu istimewa? Begitu juga dengan ramadhan yang bisa kita ibaratkan sebagai tamu istimewa tentunya kita sudah bersiap untuk menyambutnya kan?

Ada hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menyambut datangnya ramadhan supaya ramadhan kita tidak berlalu dengan kesia-siaan, antara lain: