Wednesday, 15 May 2013

Merindukan Embun

Merindukan embun? Ya, sepertinya aku merasakannya. Apakah hanya perasaanku saja semenjak hari itu dan hari terakhir agenda itu mendung mulai sering menyapa setiap pagi berikutnya. Dan hari-hari selanjutnya terasa berbeda semenjak tidak menyandang amanah itu. Tidak lagi menyempatkan diri untuk mengunjungi markas dengan tujuan dan maksud apapun. Terutama setelah jadwal 'melingkar' juga ganti menjadi pagi hingga dzuhur dan dilanjut langsung ke kampus untuk ke lab. Sangat merindukan berkumpul dengan orang-orang hebat yang istiqomah berjuang di jalan Allah selama kuliah. Berada bersama mereka merasakan semangat ruhani tersendiri. Benarlah jika beberapa lirik lagu Opick menyatakan, "Berkumpulah dengan orang soleh.. "
Karena lingkungan secara tidak langsung akan membentuk suatu kepribadian. Seburuk apapun lingkungan itu, pasti ada kumpulan minoritas yang saling menguatkan satu dengan yang lain terutama yang terikat, bertemu dan berpisah karena Allah SWT. 
Seperti yang difirmankan dalam Al Quran surat Al Anfal ayat 63 dengan terjemahan, "dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman) [622]. Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana."
Semoga Allah senantiasa memberi kemudahan dengan apa yang diperjuangkan semata untuk Allah SWT.
Ntah lupa, ini embun kapan:
“Barangkali kita harus selalu berkaca. Bukan untuk mengagumi diri sendiri, karena kita bukanlah Narcissus, yang mati tenggelam karena pesonanya sendiri. Bukan juga untuk menengok masa lalu. Karena pantulan cermin adalah diri kita saat ini. Hanya untuk melihat lebih dalam. Secantik apa perilaku kita, seindah apa senyum kita, dan setebal apa iman kita hari ini,” (Unknown)
Saat itulah bahwa mukmin yang satu adalah cermin bagi mukmin yang lain. Jika melihat cermin kemudian timbul bayangan yang rusak namun bukan bayang-bayang yang dibenahi tapi diri ini yang sedang mengaca padanya.

No comments:

Post a Comment