Friday, 26 April 2013

Antara Kepo dan Perhatian

Kepo dari mana asal kata itu, aku pun tidak tahu hingga seiring berjalannya waktu akhirnya aku mulai mengetahui maksud dari kata kepo. Ada yang bilang bahwa kepo itu salah satu bahasa gaul *aku gaulnya telat berarti.

Semenjak itu kata-kata tersebut sering disebut banyak orang dan kadang juga sering disalah artikan. Orang yang perhatian dengan hal-hal kecil dianggap kepo. Tau kan yang dimaksud kepo?

Tapi ternyata, aku bukan tipe dari kedua hal tersebut. Bisa dibilang kurang memenuhi keduanya jika ada kuisioner kata mana yang pantas aku sandang. Hal itu sempat membuatku harus introspeksi diri untuk mengenalmu lebih, ya lebih, ya kamu. Maafkan aku, jika aku kurang meresapi makna keluarga denganmu dan mereka. Maaf.

Mungkin kamu dan mereka tidak tahu bahwa aku harap-harap cemas jika tidak ada satu pun yang sms aku! Itulah salah satu alasan untuk mempertahankan usaha itu agar kamu pun tetap bertanya kepadaku tentang suatu hal yang sangat kamu butuhkan.

Random!

Aku tidak sanggup untuk menuangkannya dalam tulisan. Kekecewaan ini semoga menjadi introspeksi diri agar belajar sensitif dengan keadaan sekitar. Maaf.

Tuesday, 16 April 2013

Biografi

Menurut wikipedia, biografi adalah kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang yang lebih dari sekedar tanggal lahir, data-data pekerjaan, kuliah tetapi menghadirkan perasaan tokoh dalam bigrafi tersebut. Salah satu biografi yang kisahnya tidak lekang oleh zaman adalah biografi Rasulullah SAW yang telah masuk sebagai orang pertama dalam buku "100 Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sejarah Dunia" karya Michael H. Hart. Subhanallah, Nabi Muhammad SAW layak sebagai panutan hingga akhir zaman. Jika kita benar-benar mencermati cerita Rasulullah SAW sejak akan dilahirkan hingga meninggal dunia.

Jika ingin menulis biografi seseorang membutuhkan riset khusus untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Namun jika biografi yang ditulis merupakan biografi diri sendiri, lain lagi ceritanya dan takut penulisannya lebih subyektif daripada obyektif. Tidak ada salahnya mencoba menulis otobiografi dapat digunakan sebagai cerminan diri sejak kecil hingga saat ini. Semangat menulis!

Sunday, 7 April 2013

Beda Ahlussunnah dan Syi'ah ?

Gedung Pasca Sarjana ITS lantai 3 menjadi sasaran para mahasiswa muslim tidak hanya berasal dari ITS tetapi juga dari berbagai kampus di Surabaya. Mereka datang untuk menggali ilmu pada rangkaian acara Gmail 2013 yang terakhir yaitu Seminar Akbar (SEMARAK) Jurnal Islamia  hari Sabtu (06/04). Dengan pembicara Ustad Hamid Fahmi Zarkasyi, K.H Moh Idrus Ramli dan Henri Shalahuddin membedah tentang Ahlussunnah dan Syiah, Beda aqidah, syariah / politik?

Diawali dengan pemaparan oleh Ustad Hamid (Pimred Islamia) bahwa Islam memang harus diyakini kebenarannya tanpa boleh diragukan. Namun saat ini terdapat kelompok-kelompok yang saling menyalahkan satu dengan yang lain sesama Islam sendiri akibatnya banyak yang meragukan keislamannya sendiri. Perbedaan yang dipermasalahkan terdiri dari 3 macam antara lain perbedaan salah – benar biasanya persoalan agama yang dasar, perbedaan aqidah dengan lebih dominan ke musyrik serta perbedaan yang saling mengkafirkan dengan mempermasalahkan ijtihad. Namun jika berbicara perbedaan Ahlussunnah dengan Syi’ah ini bukan perbedaan biasa karena perbedaannya di samping dalam Furuu’ juga dalam Ushuul. Perbedaan antara Ahlussunnah dengan Syiah sulit untuk didamaikan sebab lebih baik kita bersatu melawan musuh daripada melawan perbedaan aqidah. Awal munculnya Syi’ah terjadi pada zaman sahabat karena Ali bin Abi Thalib tidak dipilih sebagai khalifah pertama dan orang-orang Syi’ah menganggap jika kita (Ahlussunnah) mempercayai khalifah lain sudah termasuk syirik. Itu jelas perbedaan pandangan yang salah.
Orang-orang Syi’ah juga menggunakan strategi untuk merekrut muslim lain menjadi pengikutnya dengan menawarkan beasiswa kuliah ke luar negeri gratis dengan tidak mencantumkan kata-kata Syi’ah dalam publikasinya. Menurut Pak Henry yang merupakan dosen STID UHAMKA Jakarta bahwa hal itu dapat menjadi kewaspadaan bersama bagi masyarakat muslim yang belum mengetahui terutama lembaga-lembaga Islam maupun majelis taklim Syiah yang menyebar di Indonesia. Pusat kebudayaan dan penelitian Syi’ah dengan buku-buku yang lengkap ada di Iranian Corner. Perlu kita ketahui bahwa kitab-kitab mereka berbeda bahkan sesuai dengan pengakuan sebagian ulama besar Syi’ah bahwa isi Al Qur’an mereka berbeda dengan kita (Ahlussunnah). Mereka pun mempunyai ritual sendiri dalam menghormati orang yang sudah meninggal dengan cara sujud / shalat pada kuburan maupun gambar orang-orang yang dikultuskan dengan menganggap tawasul kepada Allah. Segala ritual dan akidah penistaan serta mengkafirkan orang lain tersebut sangat menyimpang dari ajaran islam namun kita perlu mengetahui juga agar dapat menjaga diri dari penyimpangan akidah tersebut. Mengutip dari pernyataan Imam Ghazali  bahwa mengenali kejahatan bukan untuk berbuat jahat namun untuk menjaga agar tidak terjerumus permasalahan kejahatan tersebut.