Saturday, 9 February 2013

Turunnya Wahyu Allah SWT

08.02.2013

Kajian yang dimulai pukul 19.15 bertempat di masjid Al Falah Surabaya ini, selalu dinanti tiap bulannya. Tema majelis jejak nabi yang dibawakan oleh Ust. Salim A. Fillah, mengulas kembali jejak kenabian yang masih tersisa dan harus diangkat kembali agar umat islam dapat belajar dari sejarah Rasulullah SAW. Berikut sedikit rangkumannya..

Sebelum diangkat menjadi Rasul, terdapat peristiwa besar yang melibatkan Nabi Muhammad pada saat itu yaitu peletakan hajar aswad. Beliau yang telah diberi gelar Al-Amin oleh masyarakat Quraisy, mendapat kesempatan untuk meletakan kembali hajar aswad. Namun beliau tidak egois dan beliau ingin menyatukan kembali kabilah-kabilah yang berselisih sebelumnya dengan mengajak para kepala kabilah untuk bersama-sama meletakkan hajar aswad dengan sehelai kain panjang. Mereka bersama memegang tepi kain tersebut untuk dibawa ke dekat Ka'bah dan diletakkan oleh Nabi Muhammad.

Setelah kejadian tersebut, Nabi Muhammad semakin sering menyendiri, memikirkan keagungan alam. Tempat penyedirian yang paling beliau suka adalah Gua Hira di Jabal Nur. Saat beliau genap berusia 40 tahun, wahyu pertama kali turun adalah surat Al-Alaq 1-5.

Pengertian wahyu secara istilah adalah bisikan. Wahyu Allah yang turun secara berangsur-angsur itu dikumpulkan oleh para sahabat dalam hafalan maupun tulisan (Subhanallah). Pada zaman khalifah Abu Bakar dan Umar, lembaran ayat-ayat mulai dikumpulkan menjadi Al Qur'anul Karim yang berarti wahyu yang dinisbatkan dari Allah diturunkan pada Rasul dan dapat dijadikan ibadah dengan membacanya.

Terdapat 7 hadist yang disepakati mengenai bagaimana turunnya wahyu Allah:
  1. Mimpi. Bentuk mimpi yang benar.
  2. Bisikan yang jelas dan terang ke dalam Nabi Muhammad SAW. Bukan asal terucap dari hawa nafsu beliau semata.
  3. Suara yang sangat keras seperti gemerincing lonceng.
  4. Malaikat Jibril menampakkan wujud sebagai manusia di sisi Rasulullah.
  5. Malaikat Jibril menampakkan wujud aslinya. Rasulullah melihat malaikat Jibril berada di atas ufuk yang tinggi, mentupi langit dari timur ke barat. (Subhanallah)
  6. Malaikat Jibril tidak menampakkan wujudnya hanya dalam bentuk suara.
  7. Allah menyampaikan wahyu dari balik hijab kepada Rasulullah.
  8. Pendapat kedelapan merupakan ikhtilaf, ada yang menyatakan bahwa Rasulullah mendapatkan wahyu secara langsung dari Allah tanpa hijab saat Mi'raj.
Turunnya wahyu Allah untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia agar diyakini, dibaca, dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Begitu besar pahala bagi orang yang fasih membacanya dan masih terhitung pahala bagi orang yang terbata dalam membacanya.

Kita yakini bahwa Rasulullah itu nabi akhir zaman yang diturunkan untuk seluruh umat di dunia. Dan memiliki perbedaan sasaran dakwah dengan Nabi ataupun Rasul yang lain. Jumlah  nabi secara keseluruhan adalah 124.000 dengan jumlah Rasul 313. Namun yang disebutkan dalam Al Qur'an dan wajib kita yakini berjumlah 25 orang (hafal tidak? ^^). Terdapat 5 orang yang disebut sebagai ulul azmi yaitu Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad. Gelar uswatun hasanah untuk Nabi Ibrahim dan Muhammad.

*Sedikit berbagi, bahwa Allah akan melakukan penjagaan kepada hambanya dalam hal yang tidak diduga. Dari kejadian yang tidak terduga tersebut agar hati kita lebih terbuka untuk introspeksi diri. Seperti kisah Rasul yang auratnya akan tersingkap namun dijaga oleh dengan selalu terjatuh sebanyak tiga kali. "Barang siapa menjaga auratnya dalam sadar, maka Allah akan menjaga auratnya diketidak sadarannya."

1 comment: