Saturday, 1 September 2012

Alkisah di Negeri Tanpa Hidung


Di suatu Negeri Antah Berantah, baru saja dihelat acara pengangkatan seorang raja baru. Seorang raja baru ini ternyata memiliki sebuah kelainan yaitu tidak memiliki sebuah hidung.
Suatu ketika, sang raja baru ini mengajak para menteri untuk rapat di sebuah meja bundar. Setelah semua menteri berkumpul, rapat pun dimulai. Namun, di tengah-tengah jalannya rapat, terdengar suara bisik-bisik dan disusul dengan suara cekikikan menahan tawa dari beberapa orang peserta rapat yang tidak lain adalah menteri-menteri sang raja.
Melihat perdana menteri yang ternyata ikut tertawa cekikikan,  dengan tatapan tajam, Sang raja menatap perdana menterinya, “ Ada apa kamu tertawa heh?! Apa yang kamu Tertawakan ??!!”
          Sang menteri dengan wajah tertunduk ketakutan menjawab dengan terbata-bata, “aa,,,,aaa,,,aanuu,,, Tidak raja,, saya tidak menertawakan apa-apa”
          Sang Raja bediri dari tempat duduknya dan bertambah kemarahannya, “BOHONG!! Kamu tadi  menertawakan saya!! Iya kan?!! JAWAB! ”
          “Eh,, eh,, hmm. I….ii…ya maaf raja,," muka menteri makin tertunduk
          “Apa yang kamu tertawakan??!! Heh??!”, sang raja bertanya dengan geram sambil memukul meja.
          Wajah perdana mentri kaget dan menjawab dengan terbata-bata..,,”Hhmm,… anu paduka,, maaf sebelumnya,, Saya tidak tahan.. Eh..  dengan keanehan wajah paduka raja,, eh,, yang tidak memiliki Hidung”, aku sang menteri.
          “Kamu! Berani-beraninya dihadapan raja,,!! Tidak Bisa dimaafkan!!.. kamu telah Menghina SAYA sebagai  Raja!!!!” muka Raja memerah dan matanya hampir keluar dari pelupuknya.
          “Maaf paduka.. Saya tidak bermaksud membuat ….” wajah menteri memelas.
Sang raja tersinggung dan bertambah kemarahannya, “Pengawal!,, Panggil algojo!!, Saya perintahkan untuk memotong hidung seluruh menteri-menteri kurang ajar ini!” perintah sang Raja dengan tegas.
Tim Algojo telah berkumpul di lapangan kerajaan. Dengan memakai baju hitam-hitam dan Pisau ditangan.  Eksekusi pemotongan hidung itu dilaksanakan pada hari itu juga.  Alhasil menteri yang bertugas di lingkungan Kerajaan Antah Berantah tidak ada satupun yang  memiliki hidung.
Suatu hari, salah seorang menteri perdagangan yang kesehariannya membeli barang-barang kebutuhan kerajaan, pergi ke pasar di luar lingkungan istana raja. Di pasar, Sang menteri perdagangan yang dikawal oleh pengawal-pengawalnya ini ditertawakan oleh orang-orang di pasar. Masyarakat sekitar menertawakan wajah menteri yang aneh karena tidak memiliki hidung.
          Sang menteri pun marah dan mengadukan hal tersebut pada raja. Dan meminta pada raja agar Seluruh penduduk negeri antah  berantah harus dipotong hidungnya. Dan permintaan menteri itu ternyata dikabulkan oleh Raja.
**
Di suatu sudut di negeri Antah berantah,  hiduplah sepasang suami istri yang berbahagia. Sepasang suami istri ini sedang bahagia karena baru saja, bayi laki-laki mungil telah hadir di pangkuan mereka.  Berita tentang rencana raja yang akan memotong hidung seluruh rakyatnya hinggap pula di telinga mereka dari bisik-bisik tetangga sekitar.
Namun, sepasang suami istri ini ingin menyelamatkan anak mereka satu-satunya ini dari kedzaliman sang raja. Akhirnya sang anak di titipkan kepada seorang pedagang di Negeri nun Jauh di Seberang. Dan menitipkan sebuah pesan pada pedagang tersebut. Pesan tersebut diberikan pada sang anak apabila sang anak sudah berumur 20 tahun. Karena pergantian raja di negeri antah berantah dilakukan tiap 20 tahun sekali. Dalam Surat itu, kedua suami istri ini berpesan pada sang anak agar mencari Negeri Antah Berantah, Tempat asal ia lahir dan kedua orang tuanya tinggal.
Si anak sudah berumur 20 tahun. Setelah perbekalan dirasa cukup, akhirnya si anak ini berangkat dari Negeri nun Jauh di Seberang untuk mencari suatu negeri yang dimaksud dalam pesan kedua orang tua nya tersebut.
Sesampainya di negeri yang dimaksud, si anak berjalan-jalan di sudut kota dan melihat kejanggalan dari orang-orang di Negeri antah Berantah tersebut. Orang-orang  tersebut tidak ada satupun yang memiliki Hidung.  Karena tidak tahu arah ia memutuskan masuk ke pasar, maka dia bertanya mengenai alamat yang dimaksud oleh kedua orang tuanya.  Sesampainya di pasar yang ramai. Ia merasakan keanehan. Orang-orang di pasar menertawakan nya. Si anak ini makin kebingungan.
Namun, tiba-tiba ada seseorang yang menyeletuk dari keramaian
 “Hey Anak Muda,, Wajahmu aneh sekali.. Benda jelek apa yang bersarang di atas mulutmu itu???!!” disusul dengan Tawa lepas orang-orang di pasar mengejeknya.
**
Naudzubillah min dzalik, marilah kita renungkan bersama..
Kisah diatas adalah ilustrasi bahwa kondisi dunia di saat ini benar-benar layak di tertawakan. Bagaimana tidak?, Orang-orang yang sesuai dengan fitrahnya menjadikan islam sebagai the way of life malah ditertawakan, dipandang sebelah mata. Di sisi lain, kerusakan moral yang telah merajalela telah membutakan mata. Karena sesuatu keburukan itu dilakukan oleh kebanyakan orang, tidak diperbaiki dan dianggap biasa. Namun bagaimanapun, kebenaran tetaplah akan tetap kebenaran. 
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu." QS Fushilat 30

 *From Head of Departement Media JMMI ITS 2011/2012*
Little edited by me

No comments:

Post a Comment