Friday, 28 September 2012

107!

22-24 September 2012 membuatku merinding setiap melewati gedung graha ITS. Perayaan yang dinantikan setiap mahasiswa yang akan terjun ke dunia nyata. Lalu lalang kendaraan yang merayap karena dialihkan dari jalur yang sebenarnya. Panji himpunan yang dikibarkan, sekumpulan mahasiswa dengan seragam jurusannya hingga para jasa tukang foto siap menyambut para wisudawan / wisudawati 105 yang dinyatakan lulus.

Bukan arak-arakan mahasiswanya yang membuatku merinding tapi melihat para lulusan itu menyadarkanku bahwa aku harus segera menyelesaikan tugas akhir ini. 105 secara tidak langsung memotivasiku untuk segera menyusul di 107. Aamiin..

Bukan berarti kuliah jalan, dakwah berhenti di tahun keempat. Sampai di situ saja keberanianku? Kegiatan yang hanya dilakukan secara stagnan terus menerus akan mengakibatkan kebosanan. Apakah kemudian dakwah hanya dilakukan untuk sampingan? Bismillah, semoga Allah selalu membimbingku ke jalan yang benar dan diberi kemudahan setiap melewati tantangan.. Karena hanya Allah yang mengetahui apakah aku menjalaninya dengan ikhlas atau tidak.

Saatnya mendesain masa depan, yang paling penting saat ini adalah mendesain sistem tugas akhir yang harus sanggup aku katakan "loading 70%" hingga bulan Januari 2013 untuk mengantongi tiket wisuda 107. Aamiin..

- ADT
- ITCE D4 angkt 2009
- KID UKKI angkt 2009
- KSB JMMI angkt2009
- PENS angkt 2009
- ITS D1, D3, D4, S1, S2 ke 107 

* ingat QS. Muhammad: 7
* ingat QS. Al Insyirah: 5-6

Saturday, 15 September 2012

Terima Kasih Guruku

pagiku cerahku matahari bersinar
kugendong tas merahku di pundak
slamat pagi semua ku nantikan dirimu
di depan kelasmu menantikan kami

guruku tersayang guruku tercinta
tanpamu apa jadinya aku
tak bisa baca tulis mengerti banyak hal
guruku terima kasih ku

nyatanya diriku kadang buatmu marah
namun segala maaf kau berikan

reff:
guruku tersayang guruku tercinta
tanpamu apa jadinya aku
tak bisa baca tulis mengerti banyak hal
guruku terima kasihku

- Putri, Ubas, Rani, Anita (AFI Junior) -

Indonesiaku Tersenyum

Sadarlah kawan kita punya sebuah mimpi
Mencari arti di dalam sebuah hasrat muda
Yakinkanlah aku dan dirimu untuk menggapai semua
Satukanlah cinta untuk menoreh cerita
Kita satu berjalan dalam satu asa
Bersama dengan karya melukiskan kisah yang ada
Marilah bersatu mewujudkan cita-cita bangsa
Hanya untuk Indonesiaku tersenyum
Takkan mungkin kutinggalkan semua harapan yang ada
Takkan bisa kulakukan semua tanpamu
Bersama..
Kita satu berjalan dalam satu asa
Bersama dengan karya melukiskan kisah yang ada
Marilah bersatu mewujudkan cita-cita bangsa
Hanya untuk Indonesiaku tersenyum

-Fruit n' Salad-

 

Saturday, 8 September 2012

Aturan Sukses

Tidak bisa dipungkiri, kebutuhan dunia memang harus dipenuhi selain memantaskan diri untuk bekal di akhirat. Umat islam pun diwajibkan untuk kaya supaya bisa membantu yang membutuhkan. Proses memperkaya diri tidaklah instant, tiba-tiba uang ada di hadapan kita saat bangun tidur, tiba-tiba semua kebutuhan hidup beres dengan sekali usap pada lampu aladin.

Open our eyes! Open our brain!
Begitu banyak hal di lingkungan kita yang dapat dijadikan sumber rezeki tinggal bagaimana kita mengambil tindakan selanjutnya. Wirausaha..

Tahapan yang bisa kita lakukan antara lain:
  1. Niat. 
  2. Action 

Simpel kalau memang ingin mencoba dan kita bisa membuat aturan agar tetap berada di koridor itu antara lain:
  1. Usaha harus sukses.
  2. Jika usaha belum sukses, kembali ke peraturan pertama.
  3. Jika masih belum sukses, saatnya merenung.

Friday, 7 September 2012

Untukku Agamaku

"Wahai manusia! Sungguh Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh yang mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh Allah Maha Mengetahui. Maha teliti" [QS. Al-Hujurat:13]

Karena hal itu sudah jelas, tak perlu melakukan permisalan jika semua status agama yang dimiliki dilepas, kita ini punya pemikiran sama. Waduh pendapat apalagi itu -.-

Sudah dijelaskan pula di surat Al-Kafirun ayat 6 bahwa untukmu agamu dan untukku agamaku. Tidak bisa menyama ratakan mengenai agama, nanti malah mengarah ke komunisme.

Tugas seorang muslim/muslimah untuk mengingatkan. Cukup. Untuk treatment selanjutnya itu skenario Allah, apakah dibukakan pintu hatinya atau tidak.

Wallahu'alam

Saturday, 1 September 2012

Alkisah di Negeri Tanpa Hidung


Di suatu Negeri Antah Berantah, baru saja dihelat acara pengangkatan seorang raja baru. Seorang raja baru ini ternyata memiliki sebuah kelainan yaitu tidak memiliki sebuah hidung.
Suatu ketika, sang raja baru ini mengajak para menteri untuk rapat di sebuah meja bundar. Setelah semua menteri berkumpul, rapat pun dimulai. Namun, di tengah-tengah jalannya rapat, terdengar suara bisik-bisik dan disusul dengan suara cekikikan menahan tawa dari beberapa orang peserta rapat yang tidak lain adalah menteri-menteri sang raja.
Melihat perdana menteri yang ternyata ikut tertawa cekikikan,  dengan tatapan tajam, Sang raja menatap perdana menterinya, “ Ada apa kamu tertawa heh?! Apa yang kamu Tertawakan ??!!”
          Sang menteri dengan wajah tertunduk ketakutan menjawab dengan terbata-bata, “aa,,,,aaa,,,aanuu,,, Tidak raja,, saya tidak menertawakan apa-apa”
          Sang Raja bediri dari tempat duduknya dan bertambah kemarahannya, “BOHONG!! Kamu tadi  menertawakan saya!! Iya kan?!! JAWAB! ”
          “Eh,, eh,, hmm. I….ii…ya maaf raja,," muka menteri makin tertunduk
          “Apa yang kamu tertawakan??!! Heh??!”, sang raja bertanya dengan geram sambil memukul meja.
          Wajah perdana mentri kaget dan menjawab dengan terbata-bata..,,”Hhmm,… anu paduka,, maaf sebelumnya,, Saya tidak tahan.. Eh..  dengan keanehan wajah paduka raja,, eh,, yang tidak memiliki Hidung”, aku sang menteri.
          “Kamu! Berani-beraninya dihadapan raja,,!! Tidak Bisa dimaafkan!!.. kamu telah Menghina SAYA sebagai  Raja!!!!” muka Raja memerah dan matanya hampir keluar dari pelupuknya.
          “Maaf paduka.. Saya tidak bermaksud membuat ….” wajah menteri memelas.
Sang raja tersinggung dan bertambah kemarahannya, “Pengawal!,, Panggil algojo!!, Saya perintahkan untuk memotong hidung seluruh menteri-menteri kurang ajar ini!” perintah sang Raja dengan tegas.
Tim Algojo telah berkumpul di lapangan kerajaan. Dengan memakai baju hitam-hitam dan Pisau ditangan.  Eksekusi pemotongan hidung itu dilaksanakan pada hari itu juga.  Alhasil menteri yang bertugas di lingkungan Kerajaan Antah Berantah tidak ada satupun yang  memiliki hidung.