Saturday, 16 June 2012

Sistem Pengenalan Logo

"Menjelang UTS atau UAS, dosen sering melakukan serangan tembakan tugas yang bertubi - tubi. Karena memang seperti itulah seni akademik seorang mahasiswa yang akan  dirindukan jika telah melepaskan status mahasiswa. Inilah tugas image proccesing atau biasa didengungkan dengan sebutan pengolah citra."


Dapatkan tepi gambar menggunakan deteksi tepi dengan menenentukan skala (panjang) fitur, misalkan
gambar ukuran 300x200 menjadi 30x20 maka setiap 10x10 menjadi 1 nilai biner. Setiap sel (sx x sy) akan bernilai 1 bila ada garis tepi dan akan bernilai 0 bila tidak ada garis tepi..


Secara umum, pemrosesan citra secara morfologi dilakukan dengan cara mem-passing sebuah structuring element terhadap sebuah citra dengan cara yang hampir sama dengan konvolusi. Structuring element dapat diibaratkan dengan mask pada pemrosesan citra biasa (bukan secara morfologi)
Beberapa operasi morfologi yang dapat kita lakukan adalah:
Dilasi, Erosi
Opening, Closing
Thinning, shrinking, pruning, thickening, skeletonizing dll
Cropping:pemotongan bagian tertentu dari gambar,menjadi matrik baru yang independen.
Ini contoh diagram singkat pengenalan logo. Input data test sebuah logo dengan output akan menghasilkan beberapa logo yang mendekati logo pada data test.









No comments:

Post a Comment