Thursday, 17 May 2012

Hijab! :')


“Bu, nanti aku pingin cantik kayak kakak yang pakai jilbab itu.”
Ibu masih mengingat kata – kata yang keluar dari mulut putri kecilnya saat masih SD dan saat ini ibu berusaha untuk membangkitkan memori ketika aku melontarkan kata – kata itu.
Aku hanya diam, saat ibu memberikan sedikit ‘ceramah’ untuk menutup auratku dengan jilbab. Seminggu lagi adalah pendaftaran masuk SMA, ternyata ayah dan ibuku telah merencanakan membelikanku seragam lengan panjang dan rok panjang. Ibu juga membelikan baju baru kaos panjang, rok dan hem ukuran besar.
“Segitunya ayah sama ibu, aku belum mau pakai jilbab. Aku masih ingin seperti teman – teman lain yang belum pakai jilbab. Tapi aku memang tidak punya alasan kuat untuk menolak memakai jilbab karena aku memang tahu perintah-Nya,” gumamku.
Aku tahu perintah menutup aurat bagi wanita yang sudah baligh hukumnya wajib. Tapi masih ada yang menyelimuti hatiku untuk tidak ingin menggunakannya. Jika bukan karena paksaan orang tua, mungkin sampai saat ini aku tidak malu untuk memperlihatkan rambut dan lekuk tubuhku.
Selain orang tua, kakak laki – lakiku juga mempunyai andil besar dalam pengubahan mode bajuku. Saat SMA kakak aktif di organisasi keislaman, otomatis kakak juga sebagai salah satu pencetus yang menggerakkanku untuk berjilbab.
Ternyata orang tuaku masih memberikan dispensasi tidak berjilbab pada tiga hari MOS SMA. Teman – teman sekelasku MOS, mengenalku sebagai April yang memiliki rambut panjang seperti di iklan ‘cuma pakai shampoo’. Hari pertama masuk kelas setelah MOS, belum banyak teman yang aku kenal sehingga mereka tidak heboh melihat penampilanku yang berbeda dari biasanya. Benar dugaanku, teman – teman SMP heboh dan kaget melihat penampilanku.
“Wah, April tambah cantik. Cocok. .”
“Wih April taubat ya, alhamdulillah.”
            “Kok tiba – tiba pakai jilbab? Sudah sadar nih?”
            “Ini pakai jilbab seterusnya atau cuma waktu sekolah aja?”
            Mereka sudah seperti wartawan yang sedang memburu berita terhangat seorang artis, heboh, berisik, lucu tapi ada yang menyebalkan juga.
            Aku hanya menjawab dengan enteng,”Belum tahu ya, lihat saja nanti. Waktu yang akan menjawab. Doakan yang terbaik, kalian kapan mau nyusul hayo??”
            Beragam pernyataan dan pertanyaan mulai keluar dari mulut masing – masing. Intinya mereka, tunggu waktu yang tepat untuk mengubah diri. Hmm, sepertinya aku telah menemukan waktu itu.
***
           

Thursday, 10 May 2012

The Real Dream :")

Write down your dreams in the paper! Everyday look at that paper and what do you think? What should we do to reach our dreams? Of course with pray, hard work and pray again..  The important think after that is patient.. :)

Allah will not give something we want but Allah will give something we need .. So, if our dreams didn't catch now, lets see in the future what will happen? And we can introspection our self why it happened for us?

But i believe one by one our dream will be reach.

There can be Miracle when you Believe ˆ⌣ˆ

One of my dreams became true! 
I write in my paper, "I must have a short story or more in last year."
I just write that but Allah give me more. My story became the one of short story in a book with the title, "Berjilbab itu Indah." That contest held by Department Keputrian JMMI-ITS..

Subhanallah..




that's reward for me :)

Okey, lets write down our dreams and lets reach our next dream to change our better world! Bismillah!


"dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu maka tidak ada yang tidak dapat menghilangkannya kecuali Dia. dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba - hamba-Nya. Dia Maha Pengampun Maha Penyayang" Q.S Yunus:107

Friday, 4 May 2012

Say it in the best time and moment!

Itu judul yang cocok untuk postingan kali ini. Sebenarnya tidak terlalu suka dengan postingan berisi cinta - cintaan, cerpen cinta - cintaan, tapi kalo sekedarnya saja untuk referensi yang menginspirasi tidak apa. 

Aku tidak tahu, darimana saja potensi timbulnya perasaan itu pada lawan jenis. Dari seringnya berinteraksi kah? dari pandangan pertama kah? atau dari tidak pernah bertemu, dipertemukan hingga akhirnya terjalin perasaan di antara dua insan?

Apakah umur 21 itu masa - masa labil seseorang untuk mulai mencari pasangan hidup? Biarlah itu menjadi target dalam diri masing - masing. Bukankah laki - laki yang baik akan mendapatkan perempuan yang baik - baik? Maka dari itu, jadilah orang baik dan taat beragama jika menginginkan calon yang seperti itu. Lakukan pendekatan yang tidak melanggar syariat agama..

Tidak akan ada api yang berkobar jika tidak ada asap. Jika memang ada sinyal - sinyal yang mulai mencurigakan, cobalah mengingatkannya dengan baik - baik. Karena jodoh tak akan kemana .. :)
Now, your option is LEAVE ME! :)
source:inet

**
Ingatlah kisah Fatimah dan Ali hingga saling mencintai dalam diam jika memang belum saatnya untuk diungkapkan..

Kisah ini diambil dari buku Jalan Cinta Para Pejuang, Salim A.Fillah
chapter aslinya berjudul “Mencintai sejantan ‘Ali”
Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya. Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya.
Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn ’Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya! Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka’bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali. Mengagumkan!

‘Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta. Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.


”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin ’Ali.