Tuesday, 13 December 2011

Ikatlah Ilmu dengan Menulis

Bismillahirahmanirahim
Mengapa saya memilih deskripsi judul seperti itu? Karena dengan menulis, kita akan mengekspresikan diri untuk semakin melekatkan ilmu yang kita dapat. Proses menulis secara tidak langsung merupakan proses belajar mengingatkan. Maka dari itu pentingnya merangkum sebelum ujian *bukan untuk contekan lhoo* supaya yang akan kita pelajari urutannya jelas dan singkat.

Kumpulan mushaf yang dihafalkan para sahabat Rasulullah saja butuh untuk dituliskan di atas kulit unta, batu, pelepah atau apapun yang dapat mendokumentasikan setiap firman Allah SWT yang turun kepada Nabi Muhammad.

Selain mempermudah dalam proses belajar, menulis juga mewakili bagaimana perasaan kita. Saat kita menulis diary harian, menulis puisi, menulis coret-coretan perasaan kita yang tidak jelas atau mungkin update status facebook pun bagian dari proses menulis yang mencurahkan perasaan kita :)
Karena menulis dapat menjadi suatu terapi untuk menghilangkan perasaan gundah gulana, gelisah, galau atau energi negatif yang akan menghasilkan suatu energi positif setelah menulis itu. Mungkin saja puisi curahan hati kita dikirim ke suatu media dan di-publish? :)
Daripada melampiaskan dengan kemarahan bukan? Karena media menginginkan suatu tulisan yang menggugah, menarik, unik dan jujur.

Bukan hanya puisi atau cerpen, kita juga dapat menulisnya dalam bentuk essay, kritikan yang membangun, ide-ide atau apapun yang ada dalam pikiran kita selama kita belum dapat menyampaikan langsung pada orang yang bersangkutan, tulislah!
Dengan menulis, kita tidak akan mudah melupakan sesuatu karena memori otak kita yang terbatas.. :)


"Read a lot, write a lot. Have fun :)

Saturday, 10 December 2011

SPEAK UP!

Sudah bukan zamannya lagi anak teknik gak bisa bicara di depan umum, sudah bukan zamannya lagi anak teknik gak berani tampil di depan umum! Itulah pesan yang saya tangkap dari kegiatan Public Speaking Training pada 26 - 27 November 2011 di PENS.
Karena mau tidak mau setelah lulus pasti kita akan terjun ke dunia sosial, dunia penuh persaingan dengan orang - orang yang bisa membawakan dirinya tampil di depan umum. Jangankan setelah kuliah, kalo mau lulus hadapi dulu itu presentasi di depan dosen penguji Tugas Akhir! Bismillah :)

Presentasi di depan banyak orang atau hanya sedikit itu memerlukan teknik-teknik yang benar. .
Untuk membawakan materi juga perlu diperhatikan, apakah dengan cara membaca, menghafal atau hanya membaca catatan kecil untuk mengingat kemudian dikembangkan..
Selain cara penyampaian, kita juga perlu diperhatikan bagaimana melihat atu fokus ke lawan bicara dari kemampuan 'eye contact' kita. Susah memang jika kita harap menatap mata lawan bicara kita, namun hal itu dapat disiasati dengan melihat area mata, mulai dari kening, tepi-tepi mata hingga dekat hidung. Jangan sampai kebablasan apalagi bukan muhrim :)

Bahasa tubuh juga penting, secara tidak sengaja badan kita jinjit, tangan kita terlalu berlebihan untuk bergerak, bibir kita selalu dibasahi. Itu semua akan terjadi saat kita grogi berbicara di depan.

Interaksi dengan pendengar / lawan bicara kita perlu dilibatkan juga untuk mengurangi rasa bosan pendengar. Bisa dengan bertanya meminta pendapat ataupun kita mencoba mencairkan suasana sesuai kemampuan kita dalam menghibur dan porsi yang dibutuhkan pendengar.

Ini yang paling susah, saat grogi muncul, coba ambil nafas dan hembuskan, mulai bicara secara tenang serta bayangkan hal- hal yang menyenangkan dan yang kita sukai  terhadap para pendengar di depan kita. Coba mengambil satu titik fokus yang seolah-olah kita menjangkau penglihatan pendengar kita.

Tidak mudah mempraktekannya jika kita tidak banyak latihan presentasi di depan orang banyak. Sebelum memulainya kita juga bisa mempraktekan sendiri di depan kaca, bagaimana ekspresi kita saat menyampaikan materi.

Perlunya 'ice breaking' seperti games, video-video serta kata-kata motivasi untuk mencairkan suasana dalam ruangan.. :)

Jangan terpaku pada sebuah kekurangan yang ada
Waktu masih berjalan, raga masih kuat, senyuman masih bisa dipaparkan
Keberhasilan menanti kita
Tidak ada kata tidak untuk sebuah kesuksesan