Monday, 21 November 2011

Shalat antara Sadar dan Tidak

Pernahkah melakukan shalat tapi pikiran kita melayang kemana-mana?? Hayoo ngaku aja .. :D Namanya manusia gak ada yang sempurna kan? Aku sendiri pernah mengalaminya, lebih tepatnya lumayan sering (astaghfirullah). 

Alhamdulillah, Allah sedikit memberi petunjuk yang benar. Minggu 20 November, ibu mengajak untuk mengikuti pelatihan shalat khusyuk yang ustadznya insyaAllah telah mendapat izin dari Pak Abu Sangkan yang biasanya mengisi kajian dengan tema yang sama yaitu shalat khusyuk.. :)

Inti dari pelatihan itu, saat shalat sudah seharusnya kita merendahkan diri di hadapan Allah, menundukkan hati kita. Karena kita ini makhluk yang rendah di hadapan Allah sehingga sudah sepatutnya kita memiliki sikap rendah diri di hadapan-Nya..
Selain itu, sikap yang harus kita lakukan saat shalat adalah sadar, seperti dalam Q.S. An-Nisa:43 "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, ...."
Janganlah kita melakukan shalat di saat mengantuk, itu salah satu tanda - tanda tidak sadar, selain mabuk yang disebutkan dalam ayat tersebut. Karena saat sadar itu kita berinteraksi dengan Allah melalui bacaan shalat yang kita baca. Saat kesadaran kita hilang, hingga tidak ingat telah melakukan selesai membaca surah, cobalah berhenti sejenak bertuma'ninah kemudian lanjutkan bacaan kembali.

Untuk melakukan tuma'ninah itu juga bukanlah suatu hal yang mudah. Diibaratkan seseorang memancing, orang tersebut tidak akan memperdulikan panas terik matahari tapi tetap sabar dan sadar dengan tujuan memancingnya yaitu mendapatkan ikan..
Begitu juga dengan shalat, saat shalat kita tahu ada yang memanggil tapi kita sadar bahwa kita sedang mencoba berinteraksi mendekatkan diri pada Allah.
Manakah yang didahulukan shalat dulu baru khusyuk atau khusyuk dulu baru shalat?? :)

Karena saat kita shalat itu, jiwa kita yang shalat bukanlah jasad atau mayat tanpa jiwa kita :)

No comments:

Post a Comment