Saturday, 26 February 2011

Lika - Liku


Aktivis, organisasi kampus, kata itu tidak asing lagi bagi para mahasiswa pada umumnya. Menjadi mahasiswa merupakan salah satu jembatan menjadi pemimpin rakyat, menjadi insinyur menjadi direktur, menjadi dokter dan lain sebagainya. Itu sebabnya ada beberapa universitas di Surabaya yang memberikan nilai lebih pada mahasiswa jika bergabung dalam BEM atau organisasi lainnya.  Namun tak jarang terdapat mahasiswa yang memang dari awal sudah menetapkan untuk focus kuliah (Study Orientated). Tapi apakah yang study orientated itu benar – benar menghasilkan penemuan baru, menghasilkan prestasi?
Dalam organisasi, entah itu BEM, himpunan atau UKM, kita akan belajar bekerja sama, mengeluarkan dan mendengarkan pendapat, berlatih menjadi pemimpin, menjadi anggota, berlatih presentasi yang belum tentu di dapat saat hanya belajar biadang akademik saja.
Tak jarang aku mendengar selentingan – selentingan, “Ikut organisasi malah gak ngurusi kuliah, rapat teruus..”. Dari kehidupan kampusku selama satu setengah tahun ini, memang banyak para aktivis yang lebih mementingkan kepentingan organisasi dibandingkan kepentingan kuliah. Pulang malam rapat kepanitiaan demi suksenya acara kampus. Karena tak bisa dipungkiri aku pun seperti itu.
Jika dianalogikan, kita telah jatuh di dalam kolam, sekalian saja berenang karena terlanjur basah. Sebenarnya jika kita ingin menyeimbangkan antara kuliah dengan organisasi pasti bisa sebab kita harus melihat prioritas mana yang lebih penting, bagaimana posisi kita saat itu, apakah benar – benar dibutuhkan.
Saat ini sudah bukan saatnya aktivis, kuliah molor. Banyak kakak kelas angkatan atasku yang dia aktif organisasi dimana-mana namun prestasinya, hmm jangan diragukan lagi IPKnya selalu di atas 3.5, sering mengajari teman – teman lainnya.

Seperti pantun
berakit – rakit ke hulu berenang – renang kemudian
bersakit –sakit dahulu bersenang – senang kemudian

Saat kepengurusan terasa sangat sibuk, bingung melihat keadaan kader –kader kampus namun manfaatnya akan terasa sebab terlihat sekali perbedaan mahasiswa aktif organisasi, mahasiswa yang masih turut mengaktifan kegiatan organisasi kampus atau mahasiswa yang benar – benar tidak ingin ambil pusing dengan kegiatan kampus .
          Sebagian mahasiswa pada awalnya hanya ingin focus pada kuliah (Study Orientated), namun begitu melihat keadaan kampus banyak yang membuatnya berubah pikiran, berubah haluan untuk mengikuti kegiatan kampus.

No comments:

Post a Comment