Tuesday, 16 January 2018

Flu atau Selesma


Menjadi orang tua, banyak hal yang perlu dipelajari dalam pengasuhannya. Ya psikologis, pendidikan, keuangan dan salah satu hal penting lainnya adalah kesehatan jasmani. Rasanya sedih ngelihat anak kurang enak badan tapi harus menguatkan diri juga biar energi positif dan anti panik mengalir menjadi energi kekebalannya.

Flu, penyakit yang sudah tidak asing bagi orang dewasa. Kalau selesma, adakah yang sudah pernah mendengar? Atau masih asing dengan kata itu?

Menurut dr. Arifianto. SpA dalam buku Orang Tua Cermat Anak Sehat, istilah batuk pilek (yang merujuk pada selesma) sering diasosiasikan dengan flu karena gejalanya kurang lebih sama. Padahal virus penyebabnya berbeda.

Perbedaan gejala selesma dan flu:
Selesma
1. Demam lebih ringan atau tanpa demam
2. Jarang disertai sakit kepala
3. Gejala-gejala muncul secara bertahap sampai menggangu
4. Nafsu makan terkadang tetap seperti biasa
5. Jarang disertai nyeri otot dan atau sendi
6. Jarang disertai menggigil
Flu
1. Demam lebih tinggi (di atas 38,5 dc)
2. Diserta sakit kepala
3. Gejala-gejala muncul mendadak dan sangat mengganggu
4. Nafsu makan turun
5. Sering disertai nyeri otot dan atau sendi
6. Sering disertai menggigil

Terkadang sebagai orang tua baru, langsung panik dan khawatir dengan gejala sakit pada anak. Berikut gejala wajar dan yang patut dicurigai untuk segera dibawa ke dokter.
Gejala wajar:

  • Demam 3 hari
  • Nyeri tenggorokan sampai 5 hari
  • Ingus meler dan mampet mencapai 2 minggu
  • Batuk sampai 3 minggu
Gejala yang dicurigai dan mungkin butuh antibiotik:
  • Nyeri atau keluar cairan dari telinga
  • Nyeri di daerah sinus
  • Sesak napas
  • Demam lebih dari 3 hari (tidak disertai gejala lain)
  • Demam kembali muncull setelah bebas demam 24 jam
  • Nyeri tenggorokan lebih dari 5 hari 
  • Ingus meler lebih dari 2 minggu
  • Batuk lebi dari 2 minggu
Bagaimana home treatment yang tepat untuk meredakan gejalanya?
Jika ingus meler, terapi yang tepat adalah mengeluarkan ingus dari hidung (agak sulit dan lebih banyak berontak ketika mengeluarkan ingus di usia Hizbi 8 bulan). Untuk hidung tersumbat bisa dengan uap air panas dengan ditetesi minyak telon dalam ruangan tertutup, jika ada ingus yang mengering dekat lubang hidung, dibersihkan dengan cotton bud. Hizbi sudah di atas 6 bulan, diberikan minum air mineral yang cukup banyak agar lebih mudah meler. Daan, its works Alhamdulillah !

Wednesday, 24 February 2016

Pola Asuh Anak dengan "Working Mom"

Resume Indonesia Morning Show NET TV
Ibu Elly Risman, Psi
Rabu, 24 Februari 2016

Yang hilang dari ibu bekerja adalah:
1.      Attachment (kelengketan). Bukan dari segi fisik melainkan dari jiwa ke jiwa. Dengan kurangnya attachment ini, maka rangsangan ke otak juga berkurang. Saat discan, anak dengan attachment yang cukup akan lebih berwarna dibandingkan yang kurang.
2.      Waktu. Waktu terbagi dua yaitu real time dan moment. Moment anak mulai berjalan, mulai bicara. Ada kebutuhan anak yang tidak dapat dipenuhi oleh ibu di sini.
3.      Komunikasi. Saat anak beranjak dewasa, komunikasi biasanya lebih banyak menggunakan media HP. Tidak ada ekspresi yang bisa ditangkap.

Kita harus menyadari tiga poin yang hilang tersebut. Otak akan bekerja sesuai dengan kebiasaan terbentuk. Pada ibu yang bekerja, dalam otaknya mau tidak mau porsi pikirannya akan lebih didominasi oleh masalah pekerjaan. Akhirnya porsi anak juga akan jadi berkurang secara otomatis. Switching harus didorong oleh kesadaran yang besar, dukungan keluarga, dan upaya dari orang yang bersangkutan.

Bagaimana menyiasatinya?
1.      Attachment. Saat pulang, ambillah jarak antara pekerjaan dengan tanggungjawab sebagai ibu/ayah. Lepaskan semua beban pekerjaan di tempat kerja, entah itu tugas yang masih belum terselesaikan atau kemacetan di jalan yang membuat stres. Kita harus selalu ingat bahwa ketika diamanahi seorang anak, maka kita bertanggung jawab penuh pada Allah. Gunakan waktu untuk lebih banyak mengobrol, memeluk, membaca bahasa tubuh, dan mendengarkan perasaannya. Ini bukan masalah quality time versus quantity time. Tidak akan mungkin ada quality time tanpa ada quantity time.
2.      Komunikasi. Harus pandai membaca bahasa tubuh dan menebak perasaannya agar anak merasakan adanya penerimaan.

> 30 menit sebelum sampai rumah, kita harus fokus. Tinggalkan semua pikiran tentang gadget.
> Camkan dalam hati, ‘anakku sudah menunggu di rumah, anakku yang merupakan titipan dari Allah, anakku bisa saja sewaktu-waktu diambil oleh pemiliknya, saya harus memenuhi atau membayar waktu kala tidak berada di sampingnya.’
> Jika tubuh terlalu lelah sedangkan anak terlalu cranky, beri batasan pada anak, ‘Maaf ya, Nak. Ibu/Ayah capek, kalau kamu begitu terus, ibu/ayah bisa marah, sebentar ya.’ Lalu usahakan untuk cooling down diri sendiri, bisa dengan shalat, mandi, atau hal lainnya. Pikirkan lagi dalam-dalam bahwa hutang waktu pada anak harus dibayar.
> Jika amat terpaksa menggunakan baby sitter, maka camkan dalam hati bahwa dia hanyalah asisten. Kita juga harus telusuri riwayat baby sitter dengan baik. Bagaimana latar belakang keluarganya? Pola asuh ayah dan ibunya? Karena secara langsung akan memengaruhi caranya merawat anak kita. Jangan lupa pula untuk cek HPnya untuk mengetahui adanya pornografi atau tidak. Hal yang terakhir adalah poin yang kerap terlewatkan pada kebanyakan keluarga saat ini.
Wallahu'alam

Dari grup whatsapp

Thursday, 18 February 2016

Dialog Iman

Diskusi Emak Kekinian
15 Februari 2016
Narsum : Poppy Yuditya
Moderator : Rolla Apnoza

☕Judulnya adalah dialog iman. maka pertanyaan berikutnya adalah apakah definisi dialog iman?
kenapa harus mulai dengan definisi?

Karena kita sering salah kaprah masalah definisi. Muslim memiliki standard definisi, yaitu segala sesuatu yang terdefinisikan dari Al Quran atau Hadits.
saat ini kelemahan kita adalah definisi kita tergantung siapa yang bicara. Asal baik, maka definisi bisa diterima begitu saja. Dan ini menyesatkan!
sebelum lebih lanjut bicara soal dialog iman, saya akan menjelaskan sedikit ttg definisi cerdas.
seperti tadi saya bilang, definisi harus diangkat dan diambil dari Quran atau hadits. Karena kita muslim!
Sehingga kita tidak terbawa oleh definisi menyesatkan.

☕Begini bu, untuk banyak orang, cerdas itu kalau dia rangking satu di sekolah.
Cerdas itu kalau IQ, EQ, SQ nya tinggi. Cerdas itu kalau juara olimpiade matematika, IPA, IPS, dan lain-lain
Saya temukan 34 ayat yang mengandung kata cerdas, akal dan sejenisnya.
Ternyata 33 ayat menyimpulkan: cerdas adalah bila seorang hamba berani menerima kebenaran  Risalah tanpa kecuali!
1 ayat mengatakan cerdas diukur dari kemampuan seseorang mencapai usia ar rusyd!Bila seseorang mampu mendapatkan harta yang halal, menyimpan dengan cara yang sesuai syariat, mengeluarkan harta dengan siap bertanggungjawab pada Rabb nya, dan mengelola harta sesuai syariat.
Saya mencari arti kata cerdas dalam Al Quran, dan menemukan fakta mengejutkan! akhirnya saya baru paham kenapa Ibnu Katsir dalam tafsirnya sempat mengatakan bahwa Abu Bakar adalah orang paling cerdas.
Kenapa?
Karena dialah ash-shidiq!
Yang selalu membenarkan risalah Nabiyullah Muhammad Shallahu Alaihi Wassalam.
Maka terjawab juga pertanyaan di kepala saya, kenapa Kafir Quraisy dikatakan Jahiliyyah (bodoh)
padahal mereka jago siasat, jago dagang, jago perang.
Kalau ibu-ibu membaca sirah nabawiyah berkali2, maka ibu2 akan menangkap "otak cemerlang dan luar biasa" dari mereka.
fitnah mereka terhadap Rasul, siasat jahat mereka....tidak mungkin dilakukan oleh orang dengan IQ rendah.
Namun tetap mereka dikatakan BODOH.
Ternyata orang bodoh menurut Quran adalah orang yang tidak mampu menerima kebenaran!
dan Kebenaran itu harus dimulai dari AL Quran dan Hadits.
QS 40:54 salah salah satunya.
Bagi yang belum bisa bahasa Arab, harus baca tafsirnya juga. Jadi ga bergantungan sama terjemah versi Depag.