Posts

Emotional Healing Therapy [Review]

Image
Ada buku menarik karya teh @irmasoulhealer, judulnya Emotional Healing Therapy. Dari judulnya sudah bisa mengambil hati untuk yang ingin berkenalan si emosi dengan baik dan benar.

Untuk kategori non fiksi, bukunya termasuk ringan karena tidak sampai 200 halaman. Namun tebal atau tipisnya buku, juga bukan faktor utama pencapaian menyelesaikannya tapi kembali ke niat awal tujuan membaca. Buku ini juga based on true story teh Irma dan client-clientnya, insyaAllah lebih mengena ketika membacanya. Karena bisa jadi akan menemukan Aha momen! Mungkin mirip dengan kejadian yang pernah atau sedang dialami.
Siapa yang belum kenal emosi? Tapi yakin sudah kenal? Terus bagaimana cara memaknai emosi saat datang? Bagaimana juga respon yang tepat dengan hadirnya emosi tersebut?
Pengenalan awal emosi ini di buku ini adalah tentang keadaan mental dan fisiologis yang berhubungan dengan beragam perasaan, pikiran dan perilaku. Bisa karena suasana hati, tempramen atau kepribadian masing-masing. Apakah emosi i…

Memaksimalkan Anak Tetap Bersinar

Saya percaya, setiap anak yang dilahirkan dari rahim ibunya, Bagaimana pun kondisinya, dia adalah masterpiece karya agung Tuhannya, Sebab Allah Ta’ala, tidak pernah membuat produk-produk gagal. Hanya kesabaran orangtualah yang diuji. -Munif Chatib
Nasihat dari Munif Chatib, seorang konsultan dan trainer pendidikan, mengingatkan semua orang tua untuk bersyukur dengan segala kelebihan dan kekurangan anak. Adakah orang tua yang tidak senang dengan kelebihan anak? Dari pertama melihat parasnya, semakin besar menunjukkan akademis yang bagus dan lain sebagainya. Tapi bagaimana jika orang tua melihat ada kekurangan pada sang anak? Apakah akan mengutuk, menyesal atau membencinya? Biarkan naluri dan nalar sebagai orang tua yang menjawabnya. Melalui tulisan ini, semoga para orang tua dapat lebih bijak dalam menyikapi setiap kelebihan dan kekurangan anak karena mereka adalah bintang yang istimewa. Supaya bintang sang anak bersinar butuh interaksi dalam hal ini adalah komunikasi yang saling menguatkan…

Cara Asyik Membangun Kebiasaan Menulis

Image
Setiap orang biasanya punya aktivitas atau kegiatan yang menurutnya “aku banget.” Lalu apakah ada yang memilih kegiatan itu berupa menulis? Kalau kamu sudah memilihnya, selamat. Kamu sudah menjaga kewarasan pikiran untuk senantiasa mengasah daya nalar, kekuatan ingatan dan konsentrasi. Tapi kalau kamu merasa belum tertarik dengan menulis atau baru melihat ketertarikan  dalam dunia tulis menulis, selamat juga.  Semoga dengan membaca tulisan ini, semakin mencerahkan pandangan dan membuatmu ingin senantiasa mengabadikan momen melalui tulisan. Dan untukmu yang sudah membangun kecintaan di bidang kepenulisan, semoga coretan saya  ini menjadi sebuah sarana referesh diri agar lebih bersemangat menulis.

Menurut Stephen Guise, seorang penulis bestseller internasional, Menulis adalah cara yang menarik untuk mengeksplorasi pikiran. Ketika kamu menuangkan pikiran ke dalam tulisan, kamu dapat menganalisis pikiranmu secara lebih objektif dan belajar dari pikiranmu sendiri. Orang lain juga dapat bel…

Ujian untuk Anak atau Orang Tua

Hampir semua sekolah mengadakan ujian sebagai salah satu indikator nilai yang akan ditulis di raport. Begitu juga dengan sekolah tempat saya mengajar saat itu di Surabaya. Ujian akhir semester anak didik kelas satu yang dilakukan selama satu minggu, dipersiapkan dengan diberi soal-soal pengayaan dan pre test yang sesungguhnya memiliki kesamaan dengan soal ujian akhir. Dalam persiapannya, para guru juga senantiasa mengingatkan, melakukan briefing dan role playing pelaksanaan ujian. Selain itu, meminta kerja sama orang tua untuk memberi dukungan dan memastikan fisik putra putri mereka agar siap melaksanakan ujian.
Memasuki hari ketiga ujian yaitu matematika. Mata pelajaran yang katanya sulit dan dianggap sebagai momok bagi setiap anak. Sehingga menjelang ujian yang dilakukan setelah istirahat, anak-anak ada yang membuka buku, menulis atau sekedar bermain di dalam kelas saja. 
Begitu jam istirahat berakhir, anak-anak melakuan persiapan untuk mengerjakaan soal berhitung. Lima menit berla…

Jarak antara Kami

Image
Wonderful family menjadi harapan bagi setiap keluarga yang menjalani rumah tangga. Merangkai setiap bagian demi bagian rasa dari kehidupan untuk mempertahankan kekokohan keluarga baik secara fisik atau batin. Berawal dari menjalin interaksi bersama yang sehat antara suami dan istri, hingga sang anak dapat merasakan nikmatnya berkomunikasi dengan orang tua. Tapi bagaimana dengan pasangan suami istri yang tidak tinggal bersama dalam berumahtangga? Ada jarak pemisah fisik di antara keduanya selama beberapa waktu, bukan karena suatu konflik. Hal itu sering disebut dengan Long Distance Marriage (LDM).
Istilah lain LDM yang digunakan Rhodes (2002) yaitu dual career dual residence (DCDR), didefinisikan sebagai individu-individu yang menikah, dengan atau tanpa anak, yang suka rela mempertahankan kelangsungan hidup pada dua tempat yang berjauhan, dengan maksud untuk mempertahankan pernikahan dan keduanya berkomitmen terhadap karir mereka.



Dari awal menikah, sudah merasakan LDM ketika kami bera…

Maksimalkan Perhatian Positif, Minimalkan Perhatian Negatif

Jam pelajaran sudah usai tapi saat itu saya masih belum beranjak dari kelas. Membereskan segala pernak pernik dokumen di meja sambil menemani anak-anak melakukan piket sepulang sekolah. Tiba-tiba seorang siswa yang piket memberitahu bahwa ada seseorang yang mencari saya. Ketika melihat sosoknya membuat saya berpikir antara yakin dan tidak yakin, ini wali murid siapa karena belum pernah bertatap muka sebelumnya. Ternyata itu adalah wali murid dari Inats yang mengadu kesal kalau sang anak belum mau pulang. Wali murid (pengasuh) mengenalkan dirinya bernama Rahma.
Seketika saya berpikir, “Lha kenapa kok nggak dibujuk sendiri kan dekat sama Mbaknya, setiap hari bertemu.”
Sambil mencari si anak, saya pun bertemu guru lain mengadukan hal yang sama bahwa Inats belum mau pulang meskipun sudah dijemput, malah terkesan menghindar. Saya masih bertanya-tanya dalam hati, apa yang terjadi dengannya karena tidak biasanya seperti ini.
Melihat Inats di sudut suatu tempat yang masih asyik membuka-buka hal…

Coaching, Komunikasi yang Mencerahkan

Image
Adit menunggu Mama yang sedang berdiskusi tugas dengan temannya, namanya Tante Melati. Ketika dilanda bosan karena lama, dia memilih untuk mengamati jalanan dari balik jendela kamar diskusi. Tante Melati yang melihat kejadian itu mendekat pada Adit dan menawarkannya untuk menggambar. Dengan menyodorkan lembaran kosong, Tante Melati memulai dialog dengan bertanya, “Apa yang mau digambar Adit?” “Gambar sepeda,” jawab Adit. “Tapi boleh minta tolong gambarkan sepeda? Aku nggak bisa gambarnya,” lanjutnya. “Oke, kalau mau gambar sepeda, itu rodanya ada berapa?” tanya Tante Melati menerima tawaran menggambar dari Adit. Adit menjawab dengan menceritakan keinginan yang dibayangkannya yaitu sepeda beroda banyak. Tante Melati yang menuruti keinginan Adit menggambarkan mobil. Dari gambar mobil itu, Adit meminta digambarkan dengan pintu mobil yang bisa dibuka dari atas. Sambil menggambar, Tante Melati masih kembali bertanya, “Kalau pintunya ada di atas, bagaimana cara naiknya?” ***

Masih berlanjut perca…