Posts

Kritik Apik untuk Anak

Anak-anak dianugerahi rasa ingin tahu yang tinggi, namun terkadang mereka tidak paham bahwa keingintahuannya itu menghasilkan suatu perbuatan yang salah. Seperti kisah anak usia tujuh ini. Si anak gadis yang mempunyai teman dekat berupa tetangga samping rumah. Meskipun berbeda sekolah dan memiliki selisih usia lebih tua dari tetangganya tapi itu bukanlah perbedaan berarti. Karena kawan perempuannya hanya itu. Tapi suatu hari, sang kawan mengajak gadis tujuh tahun itu bermain make up. Memakai bedak, blush on, pensil alis sambil merapikan alisnya menggunakan gunting kecil. Sesampai di rumah, gadis tujuh tahun itu ingin mempraktikkannya “tutorial” memakai make up dari temannya. Berbekal alat make up sang Mama dan kaca rias di kamar yang besar, dia mulai ekperimen dirinya sendiri. Inginnya mencontoh sikap sang kawan, tanpa sepengetahuan Mamanya, dia ambil silet cukur Papanya dan mulai mengerik alisnya. Selanjutnya memakai bedak, blush on, lipstik dan kutek. Hasilnya, bedak dan kutek Maman…

Langkah menjadi Ibu yang Dibanggakan Keluarga

Image
Menjadi ibu tapi yang profesional? Wow, maksudnya gimana ya? Dari materi kelas Matrikulasi  IIP batch#7 Surabaya Raya 1 yang disampaikan fasilitator mbak Anik Dwi Hariyani, bahwa ibu profesional adalah seorang perempuan yang : a. Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya. b.Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh –sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.
Apa indikator dari berhasilnya ibu profesional? So sweet ini dan harus berjuang, yaitu menjadi ibu yang bisa dibanggakan keluarga. Karena anak dan suami adalah customer utama seorang ibu di dalam keluarga. Ada tahapan untuk bisa mencapainya seperti di Komunitas Ibu Profesional (forum belajar bagi para perempuan yang senantiasa ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang ibu, istri dan sebagai individu), antara lain: Bunda Sayang, Bunda Cekatan, Bunda Produktif dan Bunda Shalihah. Setidaknya itu meluaskan pandangan bahwa m…

Ajak Anak Melek Literasi Yuk!

Image
Literasi menjadi salah satu kata yang mulai booming saat ini, eh atau saya yang kurang gaul saat itu ya? Tapi semoga masyarakat Indonesia semakin membuka mata terhadap literasi. 

Mengapa literasi itu penting bukan hanya untuk masyarakat Indonesia tapi khususnya diri dan keluarga? Sebenarnya literasi itu apa? Apakah hanya untuk orang dewasa saja? Bagaimana dengan literasi pada anak? Kapan waktu yang tepat untuk mengenalkan literasi pada anak? Saya akan merangkum sedikit intisari kulwap Literasi Anak Usia Dini bersama Nanan Nuraini, SPsi, MSc, difasilitasi oleh Komunitas Ceria @ceritaibudananakid dan @literatcy_
Menurut definisi dari UNESCO, literasi merupakan kemampuan untuk mengidentifikasi, memahami, menginterpretasi, menciptakan, mengkomunikasikan, menggunakan materi secara tertulis dan lisan yang berhubungan dengan berbagai konteks. Literasi bukan hanya sekedar membaca dan menulis, sudah begitu saja. Tapi ternyata memiliki dampak kemampuan yang besar bagi seseorang. Bisa menjadi pe…

Adab Dulu, Ilmu Kemudian

Setelah pemanasan di praNHW#1, berarti selangkah lagi menjelang kelas matrikulasi dimulai. Sudah ada bu pengajarnya kah? Penyebutannya adalah fasilitator, namanya bu Anik Dwi Hariyani.
Beliau menyampaikan materi pembuka yang harus saya refresh dalam ingatan dan hati. Bukan hanya sekali saya menerima materi ini, lantas apakah saya merasa sudah paling tahu? Tentu tidak karena penyajian isi materinya berbeda dengan yang pernah saya dapatkan. Dan bisa jadi, pengulangan topik ini untuk pengingat bahwa ilmu bukan sekedar dipahami tapi diamalkan. *Jleb
Imam Malik pernah berkata kepada seorang pemuda Quraisy, "Pelajarilah adab sebelum ilmu." Sehingga materi pertama kelas matrikulasi IIP batch 7 ini tentang Adab Menuntut Ilmu.
Merasa sudah pernah mendapat materinya? Merasa sudah paham? Begitu melihat poin-poin penjelasannya yang sungguhlah gamblang, ternyata ilmu itu luas banget. Saya apalah apalah yang masih bertransformasi dan bermetamorfosis. 
Tapi sebagai pengikat ilmunya, ada …

Studium Generale, Lebih Dekat dengan Matrikulasi IIP

Image
Studium Generale (SG). Mendengar istilah itu rasanya takjub dan penasaran. Karena ketika kuliah dulu, rasanya belum pernah mendengar istilah itu. Hanya tahu kalau ada dosen tamu, tapi tidak menganjurkan semua mahasiswa untuk hadir. Apa itu SG? Dari artikel https://edukasi.kompas.com/read/2012/06/30/13350667/Menjaga.Tradisi.Kampus.Melalui.Studium.Generale., dijelaskan bahwa tradisi khas ilmiah kehidupan di kampus besar Eropa dan Amerika. Kalau di Indonesia sering diterjemahkan sebagai kuliah umum untuk menambah wawasan baru berdasar kebutuhan dan perkembangan zaman.


Nah kalau SG di Institut Ibu Profesional (IIP) bagaimana? Sama seperti pengertian SG di atas, semacam kuliah umum untuk menyambut kemeriahan sebelum perkuliahan dimulai. Jadi begitu dapat undangan untuk masuk ke forum SG, langsung antusias berada dalam satu wadah bersama para mahasiswi IIP dari Sabang sampai Merauke, bahkan luar negeri. Berkumpul dengan tujuan sama untuk menjadi ibu yang "profesional".
Bayangan aw…

Kapan Waktu untuk Gawai?

Siapa yang tidak kenal gawai saat ini? Gawai adalah Bahasa Indonesia, terjemahan dari gadget. Gawai sangatlah dekat dengan keseharian hidup di zaman milenial ini. Apakah ada yang tidak merasakan manfaat dari gawai? Tentu hampir semua orang yang memiliki gadget, merasakan suatu kesan positif dari penggunaan gawai. Bermanfaat untuk memangkas jarak dalam aktivitas keseharian, bisnis, hiburan bahkan jaringan pertemanan.
Namun, terkadang manfaat gawai, sungguh melenakan. Kemudahan yang dirasakan malah menjadi boomerang yang justru berdampak kurang baik pada seorang individu. Dari situs dosenpsikologi.com, ada sebuah artikel tentang 10 dampak psikologis penggunaan gadget, antara lain ‌Mengurangi interaksi dengan orang lain‌Berpotensi menjauhkan hal-hal yang dekatMalas melakukan aktivitas lainnyaMenumbuhkan sikap egosentrisPenyebab waktu tidur berkurangMemicu berkembangnya konsumerismeMenurunnya konsentrasiMemicu penyakit mentalTerganggunya perkembangan anakKurangnya sosialisme dengan sekit…

Emotional Healing Therapy [Review]

Image
Ada buku menarik karya teh @irmasoulhealer, judulnya Emotional Healing Therapy. Dari judulnya sudah bisa mengambil hati untuk yang ingin berkenalan si emosi dengan baik dan benar.

Untuk kategori non fiksi, bukunya termasuk ringan karena tidak sampai 200 halaman. Namun tebal atau tipisnya buku, juga bukan faktor utama pencapaian menyelesaikannya tapi kembali ke niat awal tujuan membaca. Buku ini juga based on true story teh Irma dan client-clientnya, insyaAllah lebih mengena ketika membacanya. Karena bisa jadi akan menemukan Aha momen! Mungkin mirip dengan kejadian yang pernah atau sedang dialami.
Siapa yang belum kenal emosi? Tapi yakin sudah kenal? Terus bagaimana cara memaknai emosi saat datang? Bagaimana juga respon yang tepat dengan hadirnya emosi tersebut?
Pengenalan awal emosi ini di buku ini adalah tentang keadaan mental dan fisiologis yang berhubungan dengan beragam perasaan, pikiran dan perilaku. Bisa karena suasana hati, tempramen atau kepribadian masing-masing. Apakah emosi i…